Kenangan akan Artidjo Alkostar di Mata Mantan Penasihat KPK…

Kompas.com - 08/03/2021, 06:23 WIB
Artidjo Alkostar KOMPAS/WISNU WIDIANTOROArtidjo Alkostar
Penulis Irfan Kamil
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com -  Kepergian mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar merupakan kehilangan besar bagi dunia hukum di Indonesia.

Artidjo adalah sosok yang selama ini dikenal memiliki integritas, jujur, dan tak pernah ragu memberi vonis lebih berat kepada para terpidana yang berniat menurunkan hukumannya di tingkat kasasi.

Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2017-2019, Budi Santoso telah mengenal almarhum Artidjo selama 32 tahun sejak bergabung bersama LBH Yogyakarta pada tahun 1991-1992.

Baca juga: Kisah Plang Bertuliskan “Tidak Menerima Tamu yang Berperkara” di Depan Ruangan Artidjo

Ia kenal Anggota Dewan Pengawas KPK itu sejak dirinya menjadi relawan, pembela umum, koordinator divisi, hingga menjadi Direktur di LBH Yogyakarta.

"Pak Artidjo ini dalam pengalaman saya termasuk orang yang mementingkan profesionalitas. Saya sering sekali ditelepon mengenai kasus-kasus tertentu yang kita tangani bersama," kata Budi dalam diskusi publik "Obituati Artidjo Alkostar: Menyelami Rekam Jejak, Pemikiran dan NIlai-nilai Etika Pejabat Publik", Minggu (7/3/2021).

Budi mengatakan, Artidjo aktif menelepon untuk mengetahui perkembangan kasus yang sedang ditangani LBH Yogyakarta saat itu, misalnya terkait kesiapan eksepsi, keterangan saksi hingga pledoi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi Pak Artidjo ini orang yang menjaga profesionalitas, beliau tidak ingin ketika berhadapan dengan hakim kelihatan belum siap, itu kesan yang saya tangkap," kata Budi.

"Siap dalam arti dokumen-dokumennya, siap dalam arti materinya juga," ucap dia.

Baca juga: Duka Mendalam atas Kepergian Artidjo Alkostar, Algojo Para Koruptor

Menurut Budi, yang tidak terlupakan dari seorang Artidjo Alkostar yakni sosoknya yang tidak terlalu banyak bicara.

Artidjo, kata dia, tidak pernah memberi narasi-narasi yang basa-basi atau bisa dibilang anti dengan basa-basi.

"Jadi selalu lugas, straight to the point tapi dalam kesehariannya menjadi teladan buat kita semua, termasuk memberi contoh bagaimana menghilangkan rasa takut supaya tidak mengganggu proses advokasi yang kita lakukan," ucap Budi.

Budi mengatakan, Artidjo juga tidak pernah berkompromi dengan siapa pun. termasuk dengan aparat penegak hukum yang lain.

Budi mencontohkan saat berperkara di Pengadilan Negeri Sleman misalnya. Artidjo, kata dia, tidak pernah mau duduk menunggu di ruang pengacara yang disediakan pengadilan.

Baca juga: Ini Para Koruptor yang Mendapat Tambahan Hukuman dari Artidjo Alkostar...

Anggota Dewan Pengawas KPK Artidjo Alkostar dalam konferensi pers di Gedung ACLC KPK, Kamis (7/1/2021).Dokumentasi/Biro Humas KPK Anggota Dewan Pengawas KPK Artidjo Alkostar dalam konferensi pers di Gedung ACLC KPK, Kamis (7/1/2021).
Sebab, di ruang pengacara pada saat itu, kata Budi, hakim di sana sangat akrab dengan pengacara-pengacara yang sedang beperkara.

"Saya waktu itu juga kaget, ini kok sama hakim bisa akrab banget, saya berpikir ini kalau kliennya lihat apa enggak kaget gitu ya, pengacaranya sama hakim begitu akrabnya," ucap Budi.

"Nah Pak Artidjo enggak mau situasi itu membebani. Jadi beliau kalau ada sidang selalu mengajak di luar, berdiri di bawah pohon sambil baca-baca koran sampai dipanggil oleh panitera pengadilan untuk masuk ke ruang sidang," tutur Budi.

Baca juga: Cerita Artidjo Alkostar yang Pernah Disantet Saat Menjabat Hakim Agung

Hal yang juga menarik dari pribadi Artidjo, lanjut Budi, yakni orangnya hobi membaca. Bahkan, setiap kali berangkat menuju tempat sidang, Artidjo selalu minta mampir ke kios koran.

Budi mengatakan, Artidjo tidak hanya membeli satu koran, tetapi semua bacaan yang terbit hari itu termasuk tabloid dan majalah, dibeli semua.

Selain itu, menurut dia, di balik sosok yang tegas, Artidjo merupakan pribadi yang perhatian kepada orang-prang disekitarnya.

"Ternyata Pak Artidjo itu meskipun orang yang sebenarnya enggak banyak ngomong, apalagi ngomong di luar urusan profesional tapi ternyata beliau memperhatikan orang-orang di sekitarnya," kata Budi.

Baca juga: Saat Artidjo Alkostar Berikan Vonis Bebas kepada “Office Boy” yang Dijerat Kasus Korupsi…

Budi menceritakan, pada tahun 2001 setelah jabatan dia menjadi Direktur LBH Yogyakarta selesai pada masa dua periode, tiba-tiba Artidjo menghubungi dirinya pada sore hari.

Artidjo, kata Budi, bertanya kabar dan apa yang akan dilakukan setelah selesai tugas menjadi direktur.

"Pak Artidjo itu menelepon ke rumah saya, beliau tanya, 'Bud kamu ngapain setelah enggak jadi Direktur?' Ya saya bilang, saya buka kantor sambil diminta mengajar di Fakultas Hukum UII," ucap Budi.

Lantas, kata Budi, Almarhum Artidjo menyarankan dirinya untuk melanjutkan sekolah di Amerika Serikat dengan memberi data dan informasi yang diperlukan.

Padahal, menurut Budi, saat itu dirinya belum terpikir untuk melanjutkan sekolah lagi.

"Waktu Pak Artidjo menawarkan itu, akhirnya saya diskusi sama istri. Akhirnya saya daftar, dan dari 125 yang mendaftar Alhamdulillah ada empat yang lolos termasuk saya," kata Budi.

"Itu sesuatu yang saya anggap kayak mengubah sejarah dan jalur hidup saya, karena tadinya mungkin baru beberapa tahun lagi saya punya keinginan atau rencana untuk sekolah," tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selamat dari Kecelakaan Saat Reli, Bamsoet: Allah Masih Melindungi Saya

Selamat dari Kecelakaan Saat Reli, Bamsoet: Allah Masih Melindungi Saya

Nasional
UPDATE 27 November: Indonesia Baru Capai Vaksinasi 44,97 Persen dari Target Herd Immunity

UPDATE 27 November: Indonesia Baru Capai Vaksinasi 44,97 Persen dari Target Herd Immunity

Nasional
Update 27 November: Positivity Rate Kasus Harian Covid-19 Sebesar 0,21 Persen

Update 27 November: Positivity Rate Kasus Harian Covid-19 Sebesar 0,21 Persen

Nasional
Update 27 November: Ada 5.397 Suspek Covid-19 di Indonesia

Update 27 November: Ada 5.397 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Menpan RB Larang ASN Cuti pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022

Menpan RB Larang ASN Cuti pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022

Nasional
Update 27 November: Bertambah 11, Total 143.807 Orang Meninggal Dunia akibat Covid-19

Update 27 November: Bertambah 11, Total 143.807 Orang Meninggal Dunia akibat Covid-19

Nasional
Jokowi: Target Vaksinasi Covid-19 yang Ditetapkan WHO Sulit Tercapai di Akhir 2021

Jokowi: Target Vaksinasi Covid-19 yang Ditetapkan WHO Sulit Tercapai di Akhir 2021

Nasional
Kapolri Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Serentak Indonesia di Bogor

Kapolri Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Serentak Indonesia di Bogor

Nasional
Cerita Guru Honorer di Ende yang 7 Bulan Belum Terima Gaji ...

Cerita Guru Honorer di Ende yang 7 Bulan Belum Terima Gaji ...

Nasional
Update 27 November: 8.226 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Update 27 November: 8.226 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Bamsoet Jadi Navigator Sean Gelael Saat Kecelakaan Reli di Meikarta

Bamsoet Jadi Navigator Sean Gelael Saat Kecelakaan Reli di Meikarta

Nasional
Update 27 November: Kasus Baru Covid-19 Tercatat di 26 Provinsi, DIY Catat Penambahan Tertinggi

Update 27 November: Kasus Baru Covid-19 Tercatat di 26 Provinsi, DIY Catat Penambahan Tertinggi

Nasional
Update 27 November: Bertambah 260, Total Kasus Covid-19 yang Sembuh Mencapai 4.103.639

Update 27 November: Bertambah 260, Total Kasus Covid-19 yang Sembuh Mencapai 4.103.639

Nasional
Bamsoet Kecelakaan Saat Reli di Meikarta, Kondisinya Tidak Luka-luka

Bamsoet Kecelakaan Saat Reli di Meikarta, Kondisinya Tidak Luka-luka

Nasional
Update 27 November: 404 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia, Total Jadi 4.255.672

Update 27 November: 404 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia, Total Jadi 4.255.672

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.