Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Di Depan Wiranto-Hendropriyono, Prabowo Minta Maaf Pernah Nakal: Bikin Repot Senior...

Kompas.com - 25/04/2024, 15:34 WIB
Adhyasta Dirgantara,
Ihsanuddin

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto meminta maaf kepada para seniornya di TNI karena pernah nakal saat menjadi prajurit dulu.

Hal tersebut Prabowo sampaikan dalam acara ulang tahun istri almarhum Jenderal (Purn) Wismoyo Arismunandar, Siti Hardjanti Wismoyo di Gedung Pewayangan, Jakarta Timur, Kamis (25/4/2024).

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir sejumlah senior Prabowo di TNI, mulai dari Jenderal (Purn) Agum Gumelar, Jenderal (Purn) Wiranto, Jenderal (Purn) AM Hendropriyono, Letjen (Purn) Tarub, hingga Letjen (Purn) EE Mangindaan.

Mereka merupakan sejumlah prajurit yang pernah diasuh oleh Wismoyo Arismunandar.

"Saya termasuk waktu muda saya akui kalau saya memang nakal. Jadi saya minta maaf senior-senior semua, saya dulu bikin repot senior-senior," ujar Prabowo.

Baca juga: Nyanyi Pertemuan di Depan Titiek Soeharto, Prabowo: Sudah Presiden Terpilih, Harus Tepuk Tangan walau Suara Jelek

Prabowo lantas berterima kasih kepada Siti Hardjanti Wismoyo yang telah membimbing mereka semua.

Menurutnya, apa yang dia capai saat ini, termasuk menjadi presiden terpilih, tidak lepas dari peran Wismoyo dan Siti Hardjanti Wismoyo.

"Karena saya masuk di Kopassus sebagai Letnan, dan beliau menjadi komandan baru saya. Dan beliau saya merasa seperti orang yang membesarkan saya. Banyak ajaran-ajaran beliau saya pegang sampai sekarang," jelasnya.

"Dengan gemblengan beliau, dan dengan ajaran beliau juga yang membawa akhirnya sampai mendapat kehormatan dan kepercayaan besar menerima mandat dari rakyat Indonesia," sambung Prabowo.

Baca juga: Ini Status Perkawinan Prabowo dan Titiek Soeharto

Prabowo menjelaskan, meski dirinya dulu nakal, namun Wismoyo tetap sayang kepadanya.

Untuk itu, Prabowo memegang betul kedisiplinan dan menjaga kehormatan di atas segala-galanya.

"Itu yang membuat saya bisa bertahan dengan selalu berorientasi kepada yang terbaik untuk bangsa dan rakyat," imbuh Prabowo.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tidak Euforia Berlebihan Setelah Menang Pilpres, Prabowo: Karena yang Paling Berat Jalankan Mandat Rakyat

Tidak Euforia Berlebihan Setelah Menang Pilpres, Prabowo: Karena yang Paling Berat Jalankan Mandat Rakyat

Nasional
Korban Dugaan Asusila Ketua KPU Bakal Minta Perlindungan LPSK

Korban Dugaan Asusila Ketua KPU Bakal Minta Perlindungan LPSK

Nasional
Pemerintah Belum Terima Draf Resmi RUU Penyiaran dari DPR

Pemerintah Belum Terima Draf Resmi RUU Penyiaran dari DPR

Nasional
Akui Cita-citanya adalah Jadi Presiden, Prabowo: Dari Kecil Saya Diajarkan Cinta Tanah Air

Akui Cita-citanya adalah Jadi Presiden, Prabowo: Dari Kecil Saya Diajarkan Cinta Tanah Air

Nasional
Budi Arie: Pemerintah Pastikan RUU Penyiaran Tak Kekang Kebebasan Pers

Budi Arie: Pemerintah Pastikan RUU Penyiaran Tak Kekang Kebebasan Pers

Nasional
Perayaan Trisuci Waisak, Menag Berharap Jadi Momentum Rajut Kerukunan Pasca-Pemilu

Perayaan Trisuci Waisak, Menag Berharap Jadi Momentum Rajut Kerukunan Pasca-Pemilu

Nasional
Vendor Kementan Disuruh Pasang 6 AC di Rumah Pribadi SYL dan Anaknya

Vendor Kementan Disuruh Pasang 6 AC di Rumah Pribadi SYL dan Anaknya

Nasional
SYL Berkali-kali 'Palak' Pegawai Kementan: Minta Dibelikan Ponsel, Parfum hingga Pin Emas

SYL Berkali-kali "Palak" Pegawai Kementan: Minta Dibelikan Ponsel, Parfum hingga Pin Emas

Nasional
Anak SYL Ikut-ikutan Usul Nama untuk Isi Jabatan di Kementan

Anak SYL Ikut-ikutan Usul Nama untuk Isi Jabatan di Kementan

Nasional
Cucu SYL Dapat Jatah Jabatan Tenaga Ahli di Kementan, Digaji Rp 10 Juta Per Bulan

Cucu SYL Dapat Jatah Jabatan Tenaga Ahli di Kementan, Digaji Rp 10 Juta Per Bulan

Nasional
KPK Duga Negara Rugi Ratusan Miliar Rupiah akibat Korupsi di PT PGN

KPK Duga Negara Rugi Ratusan Miliar Rupiah akibat Korupsi di PT PGN

Nasional
Berbagai Alasan Elite PDI-P soal Jokowi Tak Diundang ke Rakernas

Berbagai Alasan Elite PDI-P soal Jokowi Tak Diundang ke Rakernas

Nasional
Waketum Golkar Ingin Tanya Airlangga Kenapa Bobby Akhirnya Masuk Gerindra

Waketum Golkar Ingin Tanya Airlangga Kenapa Bobby Akhirnya Masuk Gerindra

Nasional
Bicara soal Rekonsiliasi, JK Sebut Tetap Ada yang Jadi Oposisi

Bicara soal Rekonsiliasi, JK Sebut Tetap Ada yang Jadi Oposisi

Nasional
[POPULER NASIONAL] Jalan Berliku Anies Menuju Pilkada Jakarta | Mahfud soal Pentingnya Pemikiran Megawati

[POPULER NASIONAL] Jalan Berliku Anies Menuju Pilkada Jakarta | Mahfud soal Pentingnya Pemikiran Megawati

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com