Puisi-puisi Amien Wangsitalaja

Kompas.com - 06/10/2010, 03:31 WIB
EditorJodhi Yudono

ya qayyumu betapa rendahnya maqam yang lainnya yang masih saja tak tersentak hatinya yang masih saja bebal jiwanya menggenggam nafsu rendah menumpuk amarah mengumbar kuasa

ya hayyu ya qayyumu kupersembahkan tubuhku kepadamu moga kemudiannya kauselamatkan jiwaku dari murkamu

2004

____ catatan: 1. data tentang mayat-mayat terbungkus karung beras di pantai Bireuen dan Muzakir Abdullah yang disiksa dan diikat di pohon adalah diambil dari majalah acehkita edisi 15 januari 2004.

Tajau Pecah

ini pengajian tauhid “asal tajau dari tanah maka ia mudah pecah”

kami rindu perempuan mandi berkain basah di sungai yang masih luput dari sengketa

aku —bersama orang-orang yang tidak terlibat perang berebut tanah negeri— mencoba merawat rindu dan mengaji statistik

kami genggam sejumput bumi dengan nusea patriotik kami simpan untuk berkubur

___ tajau: genthong/tempayan Tajau Pecah: nama desa di pedalaman wilayah Kab. Tanah Laut, Kalsel

Halaman Selanjutnya


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.