Puisi-puisi Amien Wangsitalaja

Kompas.com - 06/10/2010, 03:31 WIB
EditorJodhi Yudono

Cici (Belajar Tasawuf 4)

datanglah sayangku tubuhku lepuh oleh peluh ruhanimu hadirlah kasihku

betapa indahnya salam dari masyuq mendamprat asyiq “kalam ini merindumu”

amboi seperti tahi lalat terperincikah tasawuf?

Kemaluan

adik bibirmu menebal doa

kukenang iman yang jantan memanjakan kita matangkan liar senggama

(kuteguk semangkuk tasawuf tak sebagai asa yang memalukan)

adik gigimu merusak tata-tertib cinta

kukenang iman yang mulia tidak akan mengutuk simpang-siurnya fatwa



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.