Puisi-puisi Amien Wangsitalaja

Kompas.com - 06/10/2010, 03:31 WIB
EditorJodhi Yudono

kita menghitung detak jam derit daun pintu dan desah yang disapukan

kita merundingkan bilangan raka’at di sepertiga terakhir malam dan dengan manja engkau menawar bilangan dzurriyyat melebihi ’aisyah melebihi khadijah sepadan angan

o kurasa aku ingin memukulmu bertubi-tubi menggemaskan

The Spirit of Mecca --kutandai, inilah ranah sufi

di kota tempat kita menangkar asmara aku berhasil mengukur kerudungmu yang lebar mengukur rahasia

aku melamunkan kiswah dan hitam hajar aku melamunkan hatimu yang sejak dari ruknul yamani sudah kuincar

inilah ranah sufi bisikku pada gamismu yang besar saat hujan membuat sadar ada syahdu datang berdenyar

(saat itu aku teringat pada sejarah di kota haram gerimis pun jarang tumpah)

ssst, ini rahasia ”aku menemukan marwah” ”aku menemukan mar-ah” lihatlah kepalaku tersungkur di jabal nur di jabal rahmah

dan di ghari hira inilah

Halaman Selanjutnya


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.