Puisi-puisi Amien Wangsitalaja

Kompas.com - 06/10/2010, 03:31 WIB
EditorJodhi Yudono

sesekali aku menjamah fatima mernissi ia paham syahwat lelaki

fatima mencari nafkah aku memperindah meja tamu dan malam datang ringkas setelah siang diperpanjang oleh etos kerja dan ilmu pasti

la raiba tanpa ragu kami pun saling menjamah

Fatima Zahra

perempuan di dalam masjid tak seorang pun mengalahkannya kecuali ruhul jihad

di sini siang malam terjahid perjuangan uraian dendam dan sahaja seorang ibu, ibu agama

nikmat air matanya mengukir sajadah sebagai pembalut kerja sebagai pembalut logika

perempuan di dalam masjid mengulum seluruh sejarah : melahirkan dua lelaki

la raiba dialah fatima dialah zahra

Catatan Negeri



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.