Puisi-puisi Amien Wangsitalaja

Kompas.com - 06/10/2010, 03:31 WIB
EditorJodhi Yudono

Enggang

“bucaros rhinoceros ngangkasa nerobos eros”

biarkan aku terus menyanjungmu, puteri dan kuselipkan bulu enggang di sisi kiri engkau tahu dan harus tahu dalam bujukan metafisika yang jalang aku selalu saja kembali merasa lajang

___ bucaros rhineceros: burung enggang

Bar

kerana malam memaksa kita menghormati perjamuan maka kupilih lampion dan piala sebagai menu pembuka

dan senyummu terasa mahal jatuh di meja bar

dan matamu menyipit menyisir cara kerjaku yang rumit sebagai pramusaji yang mengasong cawan smara

“cawan smara” katamu pada akhirnya

Sebangau

Halaman Selanjutnya


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.