Puisi-puisi Amien Wangsitalaja

Kompas.com - 06/10/2010, 03:31 WIB
EditorJodhi Yudono

aku tidak berpihak pada sultan dan tuhan

The End of Capitality

lagi-lagi aku ditampar oleh logika kapitalisme

seorang kawan ingin berkonsultasi tentang rindu ia mendatangi banyak syeikh dan tak pernah bisa bertemu

pada puncak pencariannya ia berkabar “bila kau tidak bisa menemu seorang syeikh belilah seorang syeikh”

kemudian kawanku tidak pernah lagi sakit rindu

Toko Buku vs Kota

seseorang sebab asa ketuhanan mendengkur di sudut teka-teki referensi-referensi glamour

ini kotaku terbaca oleh atlas kumal beberapa ruasnya menyisa tembok tua yang mengelupas berberita sejarah pemikiran kaum selebriti urban yang etis dan pendendam

dari sebelah labirin rak selembar kertas tanggal dan terlempar tepat di traffic light lampu kuning amsal dinamika kota dalam percepatan komunikasi dan silaturahmi seluleri tidak hidup tapi hidup



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.