Puisi-puisi Amien Wangsitalaja

Kompas.com - 06/10/2010, 03:31 WIB
EditorJodhi Yudono

Mendirikan Malam 1

aku yang pertama mendengar dendang dinda pada malam yang kita ingat ia pernah dibagi tiga

ini mungkin pada sepertiga yang kedua saat jam beranjak dari angka kosongnya aku mengaduk tasawuf akhlaq di dalam tiris nafasmu yang membasahi ceruk rindu

kemarilah kubisiki, sayang ada hasrat berundan-undan semizan syariat seribu bulan

ini mungkin pada sepertiga yang terakhir kuseduh dzikir kuramu syi’ir di palung mahabbahmu

di palung mahabbahmu laut asin mengingatkanku pada khidzir aku berjanji aku tidak akan banyak bertanya padamu senyampang malam saat kita sepakat melubangi sampan

kemarilah sayang, kubisiki

Mendirikan Malam 2

aku meminangmu untuk menjadi ‘aisyah sehabis khadijah

o sayangku, yang kemerah-merahan tertunduk diam



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.