Kompas.com - 28/06/2022, 17:14 WIB
Penulis Irfan Kamil
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menggelar aksi teatrikal setelah Komisi Pemberantasan Korupsi tak kunjung menangkap buronan Harun Masiku selama 900 hari.

Aksi digelar di depan Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/6/2022) sore.

Adapun Harun merupakan politisi PDI-P yang menjadi tersangka kasus dugaan suap pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024 dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Ditemui di lokasi aksi, Peneliti ICW Kurnia Ramadhana mengatakan, aksi ini dilakukan untuk menggambarkan ketidakmampuan pimpinan KPK menangkap Harun Masiku.

Baca juga: Ditanya Soal Pencarian Harun Masiku, Firli: Kayak Enggak Ada Pertanyaan Lain, Ada Titipan Ya?

"Kami ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa pimpinan KPK enggan untuk bisa memproses hukum Harun Masiku dengan cara menangkapnya," ujar Kurnia.

Kurnia menuturkan, upaya-upaya pencarian Harun Masiku selama ini sebatas omongan tanpa ada tindakan serius.

"Selama ini yang disampaikan oleh pimpinan KPK maupun Plt Juru Bicara KPK Penindakan KPK atau Deputi Penindakan KPK hanya bersifat retorik, hanya bersifat mencari-cari kebenaran," kata Kurnia.

"Kami sangat yakin Harun Masiku sebenarnya tidak pernah dicari oleh KPK," ucapnya.

Adapun peringatan 900 hari Harun Masiku terhitung sejak politisi PDI Perjuangan itu ditetapkan sebagai tersangka pada 9 Januari 2020 lalu.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com, aksi ini diramaikan oleh sejumlah peserta yang menggunakan topeng berwajah lima pimpinan KPK.

Baca juga: Untuk Tingkatkan Kepercayaan Publik, KPK Disarankan Segera Tangkap Harun Masiku

Ada sejumlah papan yang bertuliskan pesan-pesan untuk memperingati hilangnya buron PAW anggota DPR 2019-2024 itu.

Misalnya "kerja itu butuh pembuktian bukan sanggahan ke wartawan", "katanya sudah kerja keras, tapi buron korupsi masih berkeliaran". Ada juga papan bertuliskan "Harun Masiku 1 KPK 0" dan "Harun Masiku bukan warga biasa"

Tak hanya itu, ada juga papan bertuliskan "sang tikus teramat pintar atau memang si kucing yang kurang ditatar", "kalau bosan ditanya soal Harun Masiku, ya cari sampai ketemu!" serta "(pura-pura) lupa kalau masih banyak buron korupsi".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.