Sumpah Pemuda, Sejarah Lahirnya Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan...

Kompas.com - 28/10/2020, 15:49 WIB
Mahasiswa mengunjungi Museum Sumpah Pemuda, di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta, Selasa (27/10/2020). Jelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober, pengelola mulai membenahi museum yang memiliki koleksi foto dan benda-benda bersejarah dalam pergerakan nasional kepemudaan dan menjadi tonggak sejarah perjuangan kemerdekaan RI. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc. ANTARA FOTO/Indrianto Eko SuwarsoMahasiswa mengunjungi Museum Sumpah Pemuda, di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta, Selasa (27/10/2020). Jelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober, pengelola mulai membenahi museum yang memiliki koleksi foto dan benda-benda bersejarah dalam pergerakan nasional kepemudaan dan menjadi tonggak sejarah perjuangan kemerdekaan RI. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.
Penulis Devina Halim
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Momentum penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan terjadi pada hari ini, 92 tahun yang lalu, yaitu 28 Oktober 1928, bersamaan dengan Sumpah Pemuda.

Adapun penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan berasal dari bahasa Melayu yang keberadaannya telah memiliki sejarah panjang.

Dilansir dari laman Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bahasa Melayu mulai dipakai di kawasan Asia Tenggara sejak abad ketujuh.

Baca juga: Sumpah Pemuda, Sejarah Panjang Pergerakan Pemuda

Hal itu terbukti dari ditemukannya Prasasti Kedukan Bukit dan Prasasti Talang Tuo di Palembang, Prasasti Kota Kapur di Pulau Bangka, dan Prasasti Karang Brahi di Jambi. Prasasti-prasasti tersebut berangka tahun 680-an Masehi.

Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa kebudayaan, yakni dalam buku pelajaran agama Buddha.

Selain itu, bahasa Melayu juga digunakan dalam perdagangan, sebagai bahasa antarsuku di Nusantara ataupun dengan pedagang yang datang dari luar Indonesia.

Baca juga: Peringatan Sumpah Pemuda, Wakil Ketua KPK: Korupsi adalah Musuh Bersama

Kemudian, peninggalan kerajaan Islam di abad ke-16 dan ke-17 semakin menunjukkan pertumbuhan bahasa Melayu di Tanah Air.

Bahasa itu pun menyebar ke pelosok negeri bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di Indonesia.

Masyarakat mudah menerima bahasa Melayu sebagai bahasa sehari-hari karena tidak mengenal tingkat tutur.

Baca juga: Mohammad Yamin, Rumusan Sumpah Pemuda, dan Persatuan Bangsa

Bahasa persatuan

Dalam perkembangannya, bahasa Melayu yang digunakan di Indonesia dipengaruhi oleh corak budaya daerah.

Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, seperti Sansekerta, Persia, Arab, dan Eropa. Bahasa tersebut juga muncul dalam berbagai variasi dan dialek.

Perkembangan bahasa Melayu tersebut kemudian menumbuhkan rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia.

Baca juga: Kramat Raya 106, Rumah Kos Bersejarah Saksi Bisu Sumpah Pemuda

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X