Pernah Kalah Praperadilan, KPK Tetap Merasa Belum Perlu Kewenangan SP3 - Kompas.com

Pernah Kalah Praperadilan, KPK Tetap Merasa Belum Perlu Kewenangan SP3

Kompas.com - 13/09/2017, 19:27 WIB
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (12/9/2017)Rakhmat Nur Hakim/Kompas.com Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (12/9/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Alexander Marwata mengatakan, KPK belum memerlukan adanya kewenangan menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3).

Dalam beberapa perkara, KPK kalah saat digugat praperadilan. Lembaga antirasuah itu dianggap tak berwenang menangani perkara yang digugat.

"Kalau undang-undang tidak memperkenankan SP3, ya itu yang jadi pilihan KPK. Saya lihat belum ada urgensi," ujar Alex, di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (12/9/2017).

Salah satu contohnya, dikabulkannya praperadilan yang diajukan Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman.

KPK dinyatakan tak berwenang melanjutkan penyidikan kasus korupsi lima proyek pembangunan di Kabupaten Nganjuk pada tahun 2009.

Dengan tidak adanya kewenangan menerbitkan SP3, maka berkas perkara itu diserahkan ke kejaksaan.

Kasus ini sebelumnya pernah ditangani oleh kejaksaan, namun dilimpahkan ke KPK.

"Kami limpahkan ke kejaksaan supaya diteruskan. Kami supervisi, nanti kami mengawal kejaksaan," kata Alex.

Alex mengatakan, sejauh ini, penanganan terhadap tersangka kasus korupsi sudah berjalan dengan baik.

Tak adanya kewenangan penghentian perkara justru membuat KPK lebih berhati-hati dalam menetapkan tersangka.

"Harus yakin dengan alat bukti yamg kami dapatkan, dan berkeyakinan perkara berlanjut terus. Saya kira bagus," kata Alex.

Alex mengakui, ada beberapa kasus yang tak bisa dilanjutkan KPK. Selain karena keputusan praperadilan, ada juga yang disebabkan kondisi terdakwa. Misalnya, kata dia, ada kasus di mana terdakwa sakit sehingga tidak dapat menjalani sidang.

"Yang bersangkutan kan tidak layak disidang, tapi telanjur ditetapkan tersangka. Bagaimana caranya? Mungkin bisa dilimpahkan ke kejaksaan, dan nanti kejaksaan yang keluarkan SP3," kata dia.

Kompas TV Polemik Peradilan Setya Novanto dan KPK



EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Terkini Lainnya

Pengacara: Sebelum Sidang, Aman Abdurrahman Sampaikan Akan Sujud jika Divonis Mati

Pengacara: Sebelum Sidang, Aman Abdurrahman Sampaikan Akan Sujud jika Divonis Mati

Megapolitan
Alasan Aman Abdurrahman Tolak Ajukan Banding atas Vonis Mati

Alasan Aman Abdurrahman Tolak Ajukan Banding atas Vonis Mati

Megapolitan
Mendagri Lantik Penjabat Gubernur Sumatera Utara

Mendagri Lantik Penjabat Gubernur Sumatera Utara

Nasional
Pemilik Rekayasa Bakar Toko Sendiri, Jemput Pelaku di Bandara Juanda hingga Siapkan Avanza untuk Kabur

Pemilik Rekayasa Bakar Toko Sendiri, Jemput Pelaku di Bandara Juanda hingga Siapkan Avanza untuk Kabur

Regional
Makin Tertekan, Najib Razak Terseret Kasus Pembunuhan Model Mongolia

Makin Tertekan, Najib Razak Terseret Kasus Pembunuhan Model Mongolia

Internasional
7 Hal yang Memberatkan Aman Abdurrahman hingga Divonis Mati

7 Hal yang Memberatkan Aman Abdurrahman hingga Divonis Mati

Megapolitan
Pengacara: Yang di Mobil Rolls Royce Bukan Herman Hery tapi Adiknya

Pengacara: Yang di Mobil Rolls Royce Bukan Herman Hery tapi Adiknya

Megapolitan
Fredrich Yunadi Jabat Tangan dan Meminta Maaf pada Jaksa

Fredrich Yunadi Jabat Tangan dan Meminta Maaf pada Jaksa

Nasional
[HOAKS] Pesan Berantai Wanita Meninggal Setelah Makan Mi Goreng Mengandung Arsenik

[HOAKS] Pesan Berantai Wanita Meninggal Setelah Makan Mi Goreng Mengandung Arsenik

Nasional
Heboh Kabar Bakal Dukung Jokowi di 2019, Ini Jawaban Ridwan Kamil

Heboh Kabar Bakal Dukung Jokowi di 2019, Ini Jawaban Ridwan Kamil

Regional
Bosan Dicambuk, Beruang Sirkus Serang Pawangnya

Bosan Dicambuk, Beruang Sirkus Serang Pawangnya

Internasional
Tema Ulang Tahun ke-491 DKI Jakarta, 'Adil, Maju, Bahagia'

Tema Ulang Tahun ke-491 DKI Jakarta, "Adil, Maju, Bahagia"

Megapolitan
Bakar Toko Sendiri demi Klaim Asuransi, Pemilik Sewa Orang dari Jakarta dan Bekasi

Bakar Toko Sendiri demi Klaim Asuransi, Pemilik Sewa Orang dari Jakarta dan Bekasi

Regional
Divonis Hukuman Mati, Aman Abdurrahman Bersujud di Ruang Sidang

Divonis Hukuman Mati, Aman Abdurrahman Bersujud di Ruang Sidang

Megapolitan
Hari Ini, KPK Periksa Para Tersangka Kasus Suap Bupati Purbalingga

Hari Ini, KPK Periksa Para Tersangka Kasus Suap Bupati Purbalingga

Nasional

Close Ads X