Kompas.com - 28/07/2021, 18:05 WIB
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri KOMPAS/RIZA FATHONIKetua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri

"Kalau saya mau membuat makar tentu sudah saya lakukan. Kami hanya ingin menjaga harga diri warga yang porak-poranda dengan adanya Kongres Medan," kata Megawati di depan puluhan wartawan asing dan nasional di akhir Juli 1996.

Saat itu, PDI Kubu Megawati mulai menjaga kantor DPP siang dan malam seiring beredarnya isu akan ada perebutan DPP.

Pada 27 Juli 1996, kantor DPP PDI yang dijaga pendukung Megawati digeruduk pendukung PDI kubu Soerjadi.

Menurut catatan Harian Kompas, massa PDI pendukung Soerjadi mulai berdatangan dengan menggunakan delapan kendaraan truk mini bercat kuning.

Awalnya, dialog antar perwakilan massa PDI kubu Soerjadi dan PDI kubu Megawati sempat terjadi selama 15 menit. Namun, pagi itu, kesepakatan tidak tercapai sehingga bentrokan antar kubu tak bisa dibendung.

Aparat keamanan segera mengambil alih dan menguasai kantor DPP PDI dua jam setelah terjadi bentorkan. Gedung itu dinyatakan sebagai area tertutup. Ruas Jalan Diponegoro tidak dapat dilewati.

Puluhan pendukung Mega mengalami luka akibat saling lempar batu dan sebagian dari mereka ada yang diamankan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Memasuki siang hari, massa yang memadati ruas Jalan Diponegoro dan sekitarnya semakin banyak.

Mereka tidak hanya PDI pendukung Megawati, melainkan para aktivis LSM dan mahasiswa yang menggelar aksi mimbar bebas di dekat Stasiun Cikini.

Aksi mimbar bebas ini melebar ke Jalan Diponegoro, yang kemudian berubah menjadi bentrokan terbuka antara massa dan aparat keamanan.

Setelah itu, massa terdesak mundur ke arah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Jalan Salemba. Kemudian, massa membakar tiga bus kota dan beberapa gedung di Jalan Salemba.

Kerusuhan baru dapat diredam pada malam hari, informasi tentang jumlah korban tewas dan luka pasca-kerusuhan itu simpang siur. Pangdam Jaya Mayjen Sutiyoso mengatasi "hanya" dua orang yang tewas dan 26 luka-luka.

Baca juga: 25 Tahun Kudatuli: Peristiwa Mencekam di Kantor PDI

Sementara, YLBHI menyatakan, ada 47 orang dirawat di RSCM, 10 orang dirawat di RS Cikini, dan 1 orang di RS Fatmawati.

Namun, berdasarkan kesimpulan Komnas HAM tercatat ada 5 orang tewas, 149 orang luka-luka, 23 hilang, dan 136 ditahan akibat peristiwa itu. Komnas HAM ikut melakukan penyelidikan dengan kewenangan terbatas, tetapi tak pernah ada tindak lanjut.

Di samping itu, Pihak ABRI menuding kerusuhan tersebut dimotori kekuatan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Partai Rakyat Demokratik (PRD) pun turut dituding jadi dalang kerusuhan. Aktivis PRD Budiman Sudjatmiko yang kini jadi anggota DPR dari PDI-P dijebloskan ke penjara dengan hukuman 13 tahun penjara.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Pertimbangan MK Tolak Gugatan Terkait UU Minerba

Ini Pertimbangan MK Tolak Gugatan Terkait UU Minerba

Nasional
Periksa Kepsek SMA 8 Tangsel, KPK Dalami Dugaan Adanya Calo Pengadaan Tanah SMKN 7

Periksa Kepsek SMA 8 Tangsel, KPK Dalami Dugaan Adanya Calo Pengadaan Tanah SMKN 7

Nasional
Jadi Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo, Eks Dirut Ditahan Kejagung

Jadi Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo, Eks Dirut Ditahan Kejagung

Nasional
KTT ASEAN Plus Three, Jokowi Tekankan Perlunya Dana Darurat Kesehatan Kawasan

KTT ASEAN Plus Three, Jokowi Tekankan Perlunya Dana Darurat Kesehatan Kawasan

Nasional
Epidemiolog Minta Pemerintah Gencarkan Imbauan Prokes Saat Libur Nataru

Epidemiolog Minta Pemerintah Gencarkan Imbauan Prokes Saat Libur Nataru

Nasional
Ini Kriteria Jubir Jokowi Menurut Johan Budi...

Ini Kriteria Jubir Jokowi Menurut Johan Budi...

Nasional
Hasto Sebut Megawati dan Jokowi Diserang Pihak yang Ingin Rusak PDI-P

Hasto Sebut Megawati dan Jokowi Diserang Pihak yang Ingin Rusak PDI-P

Nasional
Eks Dirut Tersangka Dugaan Korupsi Perum Perindo, Ini Perannya Menurut Kejagung

Eks Dirut Tersangka Dugaan Korupsi Perum Perindo, Ini Perannya Menurut Kejagung

Nasional
Disebut Layak Jadi Jubir Jokowi, Johan Budi: Saya Sudah Pernah, Sebaiknya Orang Lain

Disebut Layak Jadi Jubir Jokowi, Johan Budi: Saya Sudah Pernah, Sebaiknya Orang Lain

Nasional
KPK Gelar Raker di Yogyakarta, Sekjen: Harmonisasi Regulasi Pasca Pegawai Jadi ASN

KPK Gelar Raker di Yogyakarta, Sekjen: Harmonisasi Regulasi Pasca Pegawai Jadi ASN

Nasional
'Generasi Muda Peduli Pesisir dan Sungai', Aksi BRSDM Wujudkan Ekonomi dan Laut Sehat

"Generasi Muda Peduli Pesisir dan Sungai", Aksi BRSDM Wujudkan Ekonomi dan Laut Sehat

Nasional
Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Kasus Korupsi Askrindo Mitra Utama

Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Kasus Korupsi Askrindo Mitra Utama

Nasional
Saldi Isra: Pemutusan Akses Informasi Harus Perhatikan Hak Warga

Saldi Isra: Pemutusan Akses Informasi Harus Perhatikan Hak Warga

Nasional
Dugaan Korupsi Perum Perindo, Eks Dirut Jadi Tersangka

Dugaan Korupsi Perum Perindo, Eks Dirut Jadi Tersangka

Nasional
Anggota DPR Sarankan Aturan Tes PCR Jadi Syarat Naik Pesawat Dihapus

Anggota DPR Sarankan Aturan Tes PCR Jadi Syarat Naik Pesawat Dihapus

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.