Selain Resmikan Patung Bung Karno, Ini 7 Momen Kebersamaan Megawati dan Prabowo

Kompas.com - 08/06/2021, 05:33 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) berpamitan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (tengah) usai menggelar pertemuan tertutup di Jakarta, Rabu (24/7/2019). Pertemuan kedua tokoh nasional bersama sejumlah elit Partai Gerindra dan PDI Perjuangan tersebut dalam rangka silaturahmi pasca Pemilu Presiden 2019. ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIKetua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) berpamitan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (tengah) usai menggelar pertemuan tertutup di Jakarta, Rabu (24/7/2019). Pertemuan kedua tokoh nasional bersama sejumlah elit Partai Gerindra dan PDI Perjuangan tersebut dalam rangka silaturahmi pasca Pemilu Presiden 2019.
|
Editor Bayu Galih

KOMPAS.com - Baru-baru ini Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri bertemu untuk meresmikan patung Bung Karno berkuda pada hari Minggu (6/6/2021) di Kementerian Pertahanan.

Dalam momen itu, ketua umum Partai Gerindra dan PDI-P terlihat tampak "mesra". 

Sebenarnya, ini bukan untuk kali pertama mereka terlihat dekat. Kompas.com mencatat, setidaknya ada 7 momentum kebersamaan antara Megawati dan Prabowo.

Baca juga: Momen Kedekatan Prabowo dan Megawati Saat Resmikan Patung Bung Karno

Berikut paparan selengkapnya:

1. Pertemuan Teuku Umar

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ini menjadi momentum pertama pertemuan Megawati dan Prabowo setelah Komisi Pemilihan Umum mengumumkan hasil Pilpres 2019 pada 21 Mei 2019. Pertemuan ini dilangsungkan di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat pada 24 Juli 2019.

Dalam pertemuan tersebut, setidaknya ada beberapa hal yang dibahas keduanya. Pertama, Prabowo mengungkapkan, pertemuan ini dilakukan dalam rangka silaturahmi.

"Kedatangan saya sebagai suatu sowan kekeluargaan, karena saya mersa dulu dekat dengan Ibu Megawati dan keluarga," kata Prabowo.

Baca juga: Prabowo dan Megawati Resmikan Patung Bung Karno di Kemenhan RI

Selain itu, Prabowo juga mengungkapkan kesediaannya untuk membantu mengatasi persoalan kebangsaan yang sedang terjadi.

"Melalui pertemuan ini kami ingin melanjutkan dan menyambung tali persaudaraan dan hubungan yang rukun sehingga kita bisa membantu mengatasi masalah kebangsaan," ujar Prabowo.

Usai pertemuan, Megawati mempersilakan Prabowo jika ingin bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Bahkan, ia mengaku bersedia mendampingi Prabowo dalam pertemuan tersebut.

Baca juga: Cerita Megawati Selalu Diingatkan Bung Karno soal Pentingnya Mengingat Strategi Perang Gerilya

2. Kongres PDI Perjuangan di Bali

Secara khusus, Megawati mengundang Prabowo untuk hadir dalam Kongres V PDI Perjuangan yang dilangsungkan di Bali, pada 8 Agustus 2019. Undangan itu disampaikan Mega saat keduanya bertemu di kediamannya pekan sebelumnynya.

Saat menghadiri Kongres, Prabowo pun mendapatkan kursi yang spesial. Pasalnya, pada saat para ketua umum partai yang hadir duduk di deretan yang berbeda dengan Megawati, Prabowo justru duduk sederet.

Dalam kesempatan itu, Prabowo sempat berdiri dan memberikan hormat kepada Mega saat putri Presiden RI pertama itu mengenang masa kampanye Pilpres 2019.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.KOMPAS/ WISNU WIDIANTORO Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Megawati bercerita mengenai keputusan tim sukses Prabowo-Sandiaga memindahkan posko pemenangan ke Jawa Tengah, lumbung suara PDI Perjuangan. Namun nyatanya Prabowo-Sandiaga tetap kalah suara di provinsi tersebut.

Megawati mengklaim, hal itu disebabkan instruksinya kepada kader se-Jawa Tengah untuk bekerja secara optimal.

Ia pun melontarkan kelakar, "Makanya kalau nanti (pemilu), dekat-dekat dengan saya ya".

Baca juga: Megawati: Berpolitik Itu Mengedepankan Seluruh Aspek Kebudayaan Bangsa

Salam hormat Prabowo itu kemudian dibalas tawa Megawati sembari sedikit membungkukkan badan.

Tak hanya itu, Megawati juga mengungkapkan kesenangannya kala Prabowo bersedia memenuhi undangannya. Bahkan, ia pun sempat melontarkan kelakar kembali.

"Iya lho, kan capek ya kalau disuruh namanya tempur terus. Ya sudahlah nanti tempur lagi di 2024. Siap?" kata Megawati diiringi tawa dan tepuk tangan para tamu undangan. Prabowo juga ikut tertawa dan bertepuk tangan.

Baca juga: Profil Prananda Prabowo, Putra Megawati yang Jarang Tampil di Depan Publik

3. Swafoto Mega, Prabowo, dan Puan Maharani

Ketua DPR Puan Maharani pada 25 Oktober 2019 sempat mengunggah sebuah swafoto yang menunjukkan kedekatannya dengan Prabowo melalui akun Instagram pribadinya.

Di dalam foto tersebut, terlihat Puan melakukan swafoto dengan Megawati serta Prabowo yang menyempil di tengahnya.

Namun, tidak dijelaskan di mana lokasi foto tersebut diambil. Dalam caption-nya, Puan menuliskan selamat kepada Prabowo telah menjadi menteri pertahanan menggantikan Ryamizard Ryacudu.

"Selamat bekerja Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2019-2024," tulis Puan. 

Baca juga: Sebut Puan Paling Mungkin Maju Pilpres, Politisi PDI-P: Mas dari Jateng Jadi Menteri Saja

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto bersiap menyampaikan pengarahan dalam peringatan HUT ke-12 Partai Gerindra di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020). Kegiatan yang dihadiri oleh para kader Partai Gerindra tersebut mengangkat tema Setia Bergerak untuk Indonesia Raya.ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto bersiap menyampaikan pengarahan dalam peringatan HUT ke-12 Partai Gerindra di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020). Kegiatan yang dihadiri oleh para kader Partai Gerindra tersebut mengangkat tema Setia Bergerak untuk Indonesia Raya.ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.
4. Kenangan Mega selamatkan Prabowo

Dalam sebuah kegiatan bertajuk Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta pada 3 Desember 2019. Megawati mengungkap kedekatannya dengan Prabowo.

Menurut Mega, meski dirinya kerap memiliki perbedaan pandangan politik, namun hubungan keduanya tetap berjalan baik.

Megawati pun menceritakan bagaimana ia menyelamatkan mantan Danjen Kopassus itu dari stateless atau tanpa kewarganegaraan. Itu terjadi saat Megawati menjabat sebagai Presiden kelima RI pada 2001-2004 lalu.

Baca juga: Cerita Megawati Selamatkan Prabowo yang Telantar Tak Punya Kewarganegaraan

Namun, ia tak menyebutkan waktu pastinya. Ia juga tak menjelaskan permasalahan apa yang membuat status kewarganegaraan Prabowo bermasalah.

Ketua Umum PDI-P ini hanya menceritakan bahwa saat itu ia berang kepada Menteri Luar Negeri dan Panglima TNI karena Prabowo dibiarkan tak bernegara.

"Dulu saya ambil beliau keleleran (telantar), saya marah sebagai Presiden, siapa yang buang beliau stateless? Saya marah pada Menlu, saya marah pada Panglima. Apa pun juga beliau manusia Indonesia, pulang beri dia itu tanggung jawab," ucap Megawati.

5. Sambutan spesial di Rakernas PDI Perjuangan

Prabowo menjadi salah satu di antara jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju yang diundang Mega untuk hadir dalam Rakernas PDI Perjuangan di JIExpo, Kemayoran, pada 10 Januari 2020.

Selain Prabowo ada pula Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menristek Bambang Brodjonegoro, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dan Menko Polhukam Mahfud MD.

Namun, di antara jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju yang hadir, hanya Prabowo lah yang mendapat sambutan spesial dari kader banteng.

Baca juga: Pertemuan Mega-Prabowo dan Ketum 4 Parpol dalam Pantun Bambang Soesatyo...

Bahkan, Megawati turut memberikan atensi atas perhatian Prabowo. Ketua Umum Partai Gerindra itu menjadi satu-satunya menteri yang disebut namanya oleh Mega saat menyampaikan sambutan di atas podium.

"Itu baju putih kelihatannya itu Bapak Prabowo Subianto. Saya senang beliau hadir karena saya dengar beliau mau pergi ke luar negeri. Jadi masih mau menghadiri HUT PDI-P. Terimakasih Pak Bowo," kata Megawati.

6. Resmikan patung Bung Karno di Akmil Magelang

Prabowo kembali bertemu dengan Megawati saat meresmikan patung Bung Karno di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah pada 7 Februari 2020.

Pada momen inilah Prabowo berjanji kepada Mega akan membuat patung Bung Karno berkuda yang baru diresmikan di Kantor Kemhan.

Baca juga: Janji Prabowo ke Megawati soal Patung Bung Karno yang Akhirnya Diresmikan

7. KLB Gerinda

Megawati memberikan sambutan pada KLB Gerindra pada Sabtu (8/8/2020). Dalam sambutan yang diberikan secara virtual, Mega mendorong agar Partai Gerindra dapat mempertahankan eksistensi mereka dan berjuang demi rakyat.

"Semoga semakin menguatkan kepakan sayap garuda, ikut serta berjuang membawa kemajuan Indonesia raya," kata Mega.

Ia menilai, Gerindra merupakan partai yang setia dengan nilai-nilai Pancasila. Mega berharap, Partai Gerindra dapat terus mengonsolidasikan ideologi, organisasi, serta kader untuk menjawab berbagai persoalan bangsa.

“Saya percaya sebagai partai yang mengedepankan semangat patriotisme dan berdiri kokoh di atas fundamen ideologi negara Pancasila, Partai Gerindra akan terus melakukan konsolidasi ideologi, organisasi, dan kader guna menjawab tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kritikan Polri Diharap seperti Satpam BCA Berbalas Teror, Polisi Diminta Tak Anti-kritik

Kritikan Polri Diharap seperti Satpam BCA Berbalas Teror, Polisi Diminta Tak Anti-kritik

Nasional
Aliansi Dosen Ultimatum UNJ Tolak Gelar Kehormatan Ma’ruf Amin dan Erick Thohir

Aliansi Dosen Ultimatum UNJ Tolak Gelar Kehormatan Ma’ruf Amin dan Erick Thohir

Nasional
Independensi MA Dikhawatirkan Terganggu jika Gugatan Kewenangan KY ke MK Dikabulkan

Independensi MA Dikhawatirkan Terganggu jika Gugatan Kewenangan KY ke MK Dikabulkan

Nasional
Sebaran 747 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi

Sebaran 747 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi

Nasional
Gus Muhaimin: Indikator Sukses Pembangunan Bukan Cuma Ekonomi, tapi Juga Kebahagiaan Masyarakat

Gus Muhaimin: Indikator Sukses Pembangunan Bukan Cuma Ekonomi, tapi Juga Kebahagiaan Masyarakat

Nasional
UPDATE 17 Oktober: Ada 492.928 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 17 Oktober: Ada 492.928 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE: 223.929 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,93 Persen

UPDATE: 223.929 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,93 Persen

Nasional
Update 17 Oktober: 62.732.568 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Update 17 Oktober: 62.732.568 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
Update 17 Oktober: Bertambah 19, Pasien Covid-19 Meninggal Total 142.952 Orang

Update 17 Oktober: Bertambah 19, Pasien Covid-19 Meninggal Total 142.952 Orang

Nasional
UPDATE 17 Oktober: Bertambah 1.086, Pasien Covid-19 Sembuh Total 4.073.418

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 1.086, Pasien Covid-19 Sembuh Total 4.073.418

Nasional
UPDATE 17 Oktober: Tambah 747, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.758

UPDATE 17 Oktober: Tambah 747, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.758

Nasional
Jokpro Jabar Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Prabowo 2024

Jokpro Jabar Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Prabowo 2024

Nasional
Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

Nasional
Ma'ruf: Pemerintah  Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

Ma'ruf: Pemerintah Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

Nasional
Tampung Aspirasi, Muhaimin Gelar Lomba Video 'Lapor Cak Imin Aja!'

Tampung Aspirasi, Muhaimin Gelar Lomba Video "Lapor Cak Imin Aja!"

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.