Kenangan akan Artidjo Alkostar di Mata Mantan Penasihat KPK…

Kompas.com - 08/03/2021, 06:23 WIB
Anggota Dewan Pengawas KPK Artidjo Alkostar dalam konferensi pers di Gedung ACLC KPK, Kamis (7/1/2021). Dokumentasi/Biro Humas KPKAnggota Dewan Pengawas KPK Artidjo Alkostar dalam konferensi pers di Gedung ACLC KPK, Kamis (7/1/2021).
Penulis Irfan Kamil
|
Editor Bayu Galih

Sebab, di ruang pengacara pada saat itu, kata Budi, hakim di sana sangat akrab dengan pengacara-pengacara yang sedang beperkara.

"Saya waktu itu juga kaget, ini kok sama hakim bisa akrab banget, saya berpikir ini kalau kliennya lihat apa enggak kaget gitu ya, pengacaranya sama hakim begitu akrabnya," ucap Budi.

"Nah Pak Artidjo enggak mau situasi itu membebani. Jadi beliau kalau ada sidang selalu mengajak di luar, berdiri di bawah pohon sambil baca-baca koran sampai dipanggil oleh panitera pengadilan untuk masuk ke ruang sidang," tutur Budi.

Baca juga: Cerita Artidjo Alkostar yang Pernah Disantet Saat Menjabat Hakim Agung

Hal yang juga menarik dari pribadi Artidjo, lanjut Budi, yakni orangnya hobi membaca. Bahkan, setiap kali berangkat menuju tempat sidang, Artidjo selalu minta mampir ke kios koran.

Budi mengatakan, Artidjo tidak hanya membeli satu koran, tetapi semua bacaan yang terbit hari itu termasuk tabloid dan majalah, dibeli semua.

Selain itu, menurut dia, di balik sosok yang tegas, Artidjo merupakan pribadi yang perhatian kepada orang-prang disekitarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ternyata Pak Artidjo itu meskipun orang yang sebenarnya enggak banyak ngomong, apalagi ngomong di luar urusan profesional tapi ternyata beliau memperhatikan orang-orang di sekitarnya," kata Budi.

Baca juga: Saat Artidjo Alkostar Berikan Vonis Bebas kepada “Office Boy” yang Dijerat Kasus Korupsi…

Budi menceritakan, pada tahun 2001 setelah jabatan dia menjadi Direktur LBH Yogyakarta selesai pada masa dua periode, tiba-tiba Artidjo menghubungi dirinya pada sore hari.

Artidjo, kata Budi, bertanya kabar dan apa yang akan dilakukan setelah selesai tugas menjadi direktur.

"Pak Artidjo itu menelepon ke rumah saya, beliau tanya, 'Bud kamu ngapain setelah enggak jadi Direktur?' Ya saya bilang, saya buka kantor sambil diminta mengajar di Fakultas Hukum UII," ucap Budi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Masyarakat Diminta Tak Abaikan Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Masyarakat Diminta Tak Abaikan Protokol Kesehatan

Nasional
Soal Isu Reshuffle Kabinet, Arsul Sani: Hanya Pak Jokowi dan Allah yang Tahu

Soal Isu Reshuffle Kabinet, Arsul Sani: Hanya Pak Jokowi dan Allah yang Tahu

Nasional
Muktamar Ke-34 NU Akan Digelar 23-25 Desember 2021 di Lampung

Muktamar Ke-34 NU Akan Digelar 23-25 Desember 2021 di Lampung

Nasional
Saksi Akui Angin Prayitno Titipkan 81 SHM Tanah agar Tidak Disita KPK

Saksi Akui Angin Prayitno Titipkan 81 SHM Tanah agar Tidak Disita KPK

Nasional
Cerita Warga ke Jokowi soal Detik-detik Erupsi Semeru...

Cerita Warga ke Jokowi soal Detik-detik Erupsi Semeru...

Nasional
Hujan dan Ledakan di Gunung Semeru, Pencarian Korban Sulit Dilakukan

Hujan dan Ledakan di Gunung Semeru, Pencarian Korban Sulit Dilakukan

Nasional
Diperiksa KPK dalam Kasus Bupati Musi Banyuasin, Istri Alex Noerdin Irit Bicara

Diperiksa KPK dalam Kasus Bupati Musi Banyuasin, Istri Alex Noerdin Irit Bicara

Nasional
Penularan Covid-19 Rendah, Kemenkes: Jangan Lengah, Varian Delta Mendominasi dan Punya 23 Mutasi

Penularan Covid-19 Rendah, Kemenkes: Jangan Lengah, Varian Delta Mendominasi dan Punya 23 Mutasi

Nasional
UPDATE Erupsi Semeru: 34 Orang Meninggal Dunia, 22 Orang Hilang

UPDATE Erupsi Semeru: 34 Orang Meninggal Dunia, 22 Orang Hilang

Nasional
DPR Tetapkan Prolegnas Prioritas 2022, Revisi UU Cipta Kerja Masuk Daftar Kumulatif Terbuka

DPR Tetapkan Prolegnas Prioritas 2022, Revisi UU Cipta Kerja Masuk Daftar Kumulatif Terbuka

Nasional
Anggota Baleg Sebut Tak Ada Pengurangan Pasal dalam Revisi UU Cipta Kerja

Anggota Baleg Sebut Tak Ada Pengurangan Pasal dalam Revisi UU Cipta Kerja

Nasional
UPDATE 7 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,03 Persen

UPDATE 7 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,03 Persen

Nasional
PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Bagaimana Nasib Cuti ASN?

PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Bagaimana Nasib Cuti ASN?

Nasional
UPDATE: Tambah 375.878 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 0,09 Persen

UPDATE: Tambah 375.878 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 0,09 Persen

Nasional
UPDATE 7 Desember: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Lansia Capai 55,45 Persen

UPDATE 7 Desember: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Lansia Capai 55,45 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.