Survei Alvara: Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga Bersaing Ketat di Pemilih Muda

Kompas.com - 12/04/2019, 17:26 WIB
Kompas TV Pengamat politik Setara Institute, Ismail Hasani, menilaipernyataan Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono yang mengkritik kampanye akbar Prabowo-Sandiaga mengandung siasat untuk meningkatkan elektabilitas elektoral Partai Demokrat. Menurut Ismail, kritik SBY atas kampanye akbar terbuka Prabowo-Sandi agar berkebinekaan merupakan pesan yang tidak hanya tertuju untuk kandidat capres-cawapres 02 yang didukungnya. Namun, kritik itu juga berlaku,bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin. #AHY #SuratSBY #KampanyePrabowoSubianto

"Pada Gen X, pemilih pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebesar 54,8 persen dan pemilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebesar 36,7 persen. Yang belum memutuskan 8,5 persen," ungkapnya.

Di kelompok baby boomers, sebanyak 58,8 persen responden memilih Jokowi-Ma'ruf dan 31,5 persen memilih Prabowo-Sandiaga. Sementara yang belum memutuskan sebesar 9,7 persen.

Metode survei yang digunakan yakni multistage random sampling di 34 provinsi.

Baca juga: Survei Alvara: Elektabilitas Jokowi-Maruf 52,2 Persen, Prabowo-Sandiaga 38,8 Persen

Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka kepada responden yang berusia 17 tahun ke atas dan memiliki hak pilih.

Tingkat kepercayaan survei ini sebesar 95 persen. Adapun margin of error survei Alvara Research Center tersebut yakni 2,23 persen.

Artinya, persentase dalam survei bisa bertambah atau berkurang sekitar 2,23 persen. Survei ini dibiayai secara mandiri oleh lembaga tersebut.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X