KPK Dianggap Hanya Gencar Penindakan, tetapi Lemah dalam Pencegahan

Kompas.com - 26/09/2017, 17:49 WIB
Pakar hukum pidana dari Universitas Padjajaran Romli Atmasasmita dalam sidang praperadilan Ketua DPR RI Setya Novanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (26/9/2017). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIAPakar hukum pidana dari Universitas Padjajaran Romli Atmasasmita dalam sidang praperadilan Ketua DPR RI Setya Novanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (26/9/2017).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar Hukum Pidana dari Universitas Padjajaran Romli Atmasasmita menganggap Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) hanya mengedepankan fungsi penindakan dengan melakukan banyak operasi tangkap tangan.

Dalam sebulan terakhir, operasi tangkap tangan KPK lebih gencar daripada sebelumnya.

Menurut Romli, gencarnya penindakan KPK justru mengesampingkan fungsi pencegahan.

"Walaupun pencegahan dilakukan, tapi tidak semaksimal penindakan. Sehingga terjadi lagi, terjadi lagi. Tangkap lagi wali kota," ujar Romli, dalam sidang praperadilan Ketua DPR RI Setya Novanto, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (26/9/2017).

Romli mengatakan, kasus-kasus korupsi di daerah banyak diambil KPK. Seharusnya, jika mengetahui ada indikasi korupsi di wilayah tertentu, KPK melakukan koordinasi dan supervisi dengan Polri dan Kejaksaan.

Baca: Romli Atmasasmita Nilai KPK Tergesa-gesa Tetapkan Novanto Jadi Tersangka

Dengan demikian, penanganannya bisa dilakukan oleh dua institusi penegak hukum itu.

"Karena koordinasi supervisi tidak jalan, pencegahan tidak kuat," kata Romli.

Menurut Romli, Indonesia sulit terlepas dari kejahatan korupsi. Gencarnya penindakan tak akan menimbulkan efek jera.

Tindak kejahatan masih merajalela selama keadilan sosial tidak terpenuhi. Romli mengatakan, seharusnya kegiatan pencegahan dan penindakan harus satu kesatuan.

"(Pimpinan KPK) jilid satu sudah melakukan seperti itu. Yang ke sini sekarang lupa marwah itu," kata Romli.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kena Serangan Jatung, Pria Ini Andalkan JKN-KIS untuk Berobat Rutin

Kena Serangan Jatung, Pria Ini Andalkan JKN-KIS untuk Berobat Rutin

Nasional
Wujudkan Pertanian Alami, Badan Restorasi Gambut Dukung SLPG

Wujudkan Pertanian Alami, Badan Restorasi Gambut Dukung SLPG

Nasional
KPK Rampungkan Penyidikan Tersangka Kasus Suap Proyek Kementerian PUPR Hong Artha

KPK Rampungkan Penyidikan Tersangka Kasus Suap Proyek Kementerian PUPR Hong Artha

Nasional
Satgas Covid-19: Sebaiknya Cepat Pulang, Jangan Nongkrong Dulu

Satgas Covid-19: Sebaiknya Cepat Pulang, Jangan Nongkrong Dulu

Nasional
Tolak Pilkada 2020, PP Muhammadiyah: Utamakan Keselamatan Rakyat

Tolak Pilkada 2020, PP Muhammadiyah: Utamakan Keselamatan Rakyat

Nasional
Anggota DPR Nilai Pendanaan Operasi pada Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Tak Sesuai UU

Anggota DPR Nilai Pendanaan Operasi pada Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Tak Sesuai UU

Nasional
Satgas Covid-19 Minta Pemda Waspadai Munculnya Klaster Pengungsian

Satgas Covid-19 Minta Pemda Waspadai Munculnya Klaster Pengungsian

Nasional
Ini Kronologis Penggunaan Helikopter Firli Bahuri yang Berujung Pelanggaran Etik

Ini Kronologis Penggunaan Helikopter Firli Bahuri yang Berujung Pelanggaran Etik

Nasional
'Pandemi Belum Selesai, DKI Jakarta Belum Aman dari Covid-19...'

"Pandemi Belum Selesai, DKI Jakarta Belum Aman dari Covid-19..."

Nasional
Satgas Covid-19: Kampanye yang Kumpulkan Massa Dilarang!

Satgas Covid-19: Kampanye yang Kumpulkan Massa Dilarang!

Nasional
Satgas Covid-19: Jangan Tunggu 5.000 Kasus Per Hari untuk Disiplin

Satgas Covid-19: Jangan Tunggu 5.000 Kasus Per Hari untuk Disiplin

Nasional
Dirjen EBTKE Ajak Semua Pihak Berinovasi Kembangkan Pemanfaatan Energi Surya

Dirjen EBTKE Ajak Semua Pihak Berinovasi Kembangkan Pemanfaatan Energi Surya

Nasional
Jaksa Agung Janji Usut Tuntas Dalang Kebakaran di Kejaksaan Agung

Jaksa Agung Janji Usut Tuntas Dalang Kebakaran di Kejaksaan Agung

Nasional
Warga Padang yang Tak Patuh Pakai Masker Kebanyakan Pemotor dan Pengguna Angkot

Warga Padang yang Tak Patuh Pakai Masker Kebanyakan Pemotor dan Pengguna Angkot

Nasional
UPDATE 24 September: Tambah 1.133 Kasus Covid-19 di Jakarta, Total 1.664 Pasien Meninggal

UPDATE 24 September: Tambah 1.133 Kasus Covid-19 di Jakarta, Total 1.664 Pasien Meninggal

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X