Kompas.com - 03/08/2017, 16:20 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menganalisis keterangan terdakwa Fahd El Fouz dalam persidangan kasus korupsi pengadaan kitab suci Al Quran.

Dalam persidangan, Fahd menyebut sejumlah anggota DPR terlibat dalam kasus tersebut.

"Tentunya kami menganalisis dan pergunakan data yang kami butuhkan," ujar jaksa KPK Lie Putra Setiawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Menurut Lie, semua informasi yang disampaikan oleh Fahd akan dikaitkan dengan dengan fakta.

Setelah itu, akan dibandingkan dengan alat bukti yang lain.

Baca: Fahd Ungkap Priyo, Jazuli, Karding, dan Nurul Iman Terlibat Korupsi Al Quran

Nantinya, jika ternyata materi-materi yang disampaikan merupakan fakta dan didukung alat bukti, KPK dapat melakukan pengembangan perkara dan menentukan keterlibatan pihak lain.

"Kami tidak serta merta cuma dikarenakan satu pihak yang berbicara, lalu kami harus mengatakan itu fakta. Jadi ini baru semacam data awal, tapi kami berterima kasih atas data tersebut," kata Lie.

Dalam persidangan, Fahd menuntut agar KPK menetapkan pihak lain yang terlibat dalam kasus yang menjeratnya.

Baca: Fahd Sebut Salah Satu Saksi Berbohong untuk Lindungi Priyo Budi Santoso

Fahd kembali menyebut keterlibatan anggota Komisi VIII DPR pada periode 2011-2012.

"Anggota komisi VIII semuanya terima. Sudah disampaikan oleh Pak Zulkarnaen Djabar dalam kesaksian waktu itu. Semua yang terlibat harus diungkap, agar kasusnya tidak politis," ujar Fahd, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis.

Fahd mengatakan, tidak mungkin ia dapat mengendalikan proyek pengadaan Al Quran apabila tidak dibekingi oleh anggota DPR.

Menurut Fahd, hal itu sudah diperkuat dengan keterangan mantan anggota Badan Anggaran DPR, Zulkarnaen Djabar.

Kompas TV KPK menetapkan ketua angkatan muda Partai Golkar, Fahd El Fouz, sebagai tersangka korupsi Penggandaan Al-Quran.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.