Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anggap Keterangan 4 Menteri Jokowi Normatif, Timnas Anies-Muhaimin Optimistis Gugatan di MK Dikabulkan

Kompas.com - 10/04/2024, 16:16 WIB
Tatang Guritno,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ketua Dewan Pakar Tim Nasional (Timnas) Anies-Muhaimin, Hamdan Zoelfa, optimistis Mahkamah Konstitusi (MK) bakal mengabulkan gugatan yang diajukan pihaknya tentang sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Ia menganggap, keterangan 4 menteri Kabinet Indonesia Maju dalam sidang tersebut telah membuat terang perkara bahwa ada abuse of power yang digunakan pemerintah untuk memenangkan kandidat tertentu.

Baca juga: Koalisi Pendukung Anies Diprediksi Bubar jika MK Tolak Gugatan Paslon 01 dan 03

“Dari keterangan menteri itu ya saya sudah duga dari awal itu keterangan yang pasti normatif. Tapi kan bukan itu yang dicari oleh hakim,” ujar Hamdan di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2024).

“Tapi, saya pikir hakim sudah mengerti juga itu normatif ya. Tapi kan apa yang dipersoalkan, abuse of power kemudian yang kedua adalah apakah ada penyalahgunaan ketika sampai di masyarakat,” papar dia.

Ia pun menganggap, para hakim MK sudah mengetahui bahwa ada penggunaan bantuan sosial (bansos) untuk memenangkan pasangan calon tertentu.

Tak hanya itu, Hamdan yakin majelis hakim juga melihat bahwa pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 cacat secara administratif.

Baca juga: Geramnya Timnas Anies-Muhaimin Saat KPU Anggap Ahli di Sidang MK Tak Bermutu

Menurutnya, berbagai keterangan dalam sidang di MK bakal membuat para hakim memenangkan gugatan kubu Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

“Jadi (pelanggaran) administratif, dikaitkan dengan bentuk-bentuk pelanggaran lain itu saya bilang (bukti) lebih dari cukup,” imbuh dia.

Diketahui Tim Hukum Nasional (THN) Timnas Anies-Muhaimin menggugat proses Pilpres 2024 yang dinilai penuh kecurangan.

Salah satu targetnya adalah mendiskualifikasi capres dan cawapres pemenang Pilpres 2024, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Judi 'Online' Mesti Diperangi Supaya Tak Mengancam 'Indonesia Emas'

Judi "Online" Mesti Diperangi Supaya Tak Mengancam "Indonesia Emas"

Nasional
Polri Klaim Bakal Tindak Tegas Anggotanya yang Terlibat Judi 'Online'

Polri Klaim Bakal Tindak Tegas Anggotanya yang Terlibat Judi "Online"

Nasional
Upaya Perangi Judi 'Online' Bisa Efektif jika Penegak Hukum Bersih

Upaya Perangi Judi "Online" Bisa Efektif jika Penegak Hukum Bersih

Nasional
KPK Diminta Selidiki Pihak yang Bantu Pelarian Harun Masiku

KPK Diminta Selidiki Pihak yang Bantu Pelarian Harun Masiku

Nasional
Pemerintah Diminta Berdayakan Keluarga Cegah Praktik Judi 'Online'

Pemerintah Diminta Berdayakan Keluarga Cegah Praktik Judi "Online"

Nasional
Menko Polhukam Sebut Transaksi Judi Online di Kalangan Menengah Atas Capai Rp 40 Miliar

Menko Polhukam Sebut Transaksi Judi Online di Kalangan Menengah Atas Capai Rp 40 Miliar

Nasional
Wakil Ketua MPR Dapat Laporan Ada Warga Penerima Bansos Main Judi 'Online'

Wakil Ketua MPR Dapat Laporan Ada Warga Penerima Bansos Main Judi "Online"

Nasional
KPK Bantah Administrasi Penyitaan Ponsel Sekjen PDI-P Hasto Salah

KPK Bantah Administrasi Penyitaan Ponsel Sekjen PDI-P Hasto Salah

Nasional
Dorong Pembentukan Pansus Haji 2024, Timwas Haji DPR: Ini Masalah Serius

Dorong Pembentukan Pansus Haji 2024, Timwas Haji DPR: Ini Masalah Serius

Nasional
Jokowi Kumpulkan Menteri Bahas Tata Kelola Perdagangan Kratom

Jokowi Kumpulkan Menteri Bahas Tata Kelola Perdagangan Kratom

Nasional
Kemenag Alihkan Kuota Tambahan Haji Reguler untuk Haji Plus, Timwas Haji DPR: Langgar Undang-undang

Kemenag Alihkan Kuota Tambahan Haji Reguler untuk Haji Plus, Timwas Haji DPR: Langgar Undang-undang

Nasional
Kongres III Nasdem Rencananya Dibuka Jokowi dan Ditutup Prabowo pada Agustus Nanti

Kongres III Nasdem Rencananya Dibuka Jokowi dan Ditutup Prabowo pada Agustus Nanti

Nasional
Bamsoet Dipanggil MKD, Buntut 'Klaim' Semua Parpol Sepakat Amendemen UUD

Bamsoet Dipanggil MKD, Buntut "Klaim" Semua Parpol Sepakat Amendemen UUD

Nasional
Golkar di Ambang Dilema Majukan RK pada Pilkada Jakarta Usai Anies-Ahok Muncul

Golkar di Ambang Dilema Majukan RK pada Pilkada Jakarta Usai Anies-Ahok Muncul

Nasional
Bos Rental Sudah Lapor Polisi Sebelum Tewas Dikeroyok di Pati, Polri: Setiap Laporan Ada Prosedurnya

Bos Rental Sudah Lapor Polisi Sebelum Tewas Dikeroyok di Pati, Polri: Setiap Laporan Ada Prosedurnya

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com