Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KPK Ungkap Percakapan Hakim Agung Gazalba Saleh Dapat "Tambahan Jajan di Mekkah"

Kompas.com - 22/08/2023, 18:32 WIB
Syakirun Ni'am,
Novianti Setuningsih

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap percakapan yang menyebut Hakim Agung Gazalba Saleh mendapat “tambahan jajan di Mekkah” sebelum menunaikan ibadah umrah.

Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK Ali Fikri mengatakan, “tambahan jajan di Mekkah” merupakan bunyi percakapan dua bawahan Gazalba Saleh, Redhy Novarisza dan Prasetio Nugroho.

Redhy merupakan staf Gazalba dan Prasetio merupakan Panitera Pengganti sekaligus hakim yustisial Mahkamah Agung (MA).

Percakapan itu terkait dugaan penyerahan uang suap jatah Gazalba Saleh sebesar 20.000 dollar Singapura terkait perkara pidana Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana.

Baca juga: KPK Resmi Ajukan Kasasi Putusan Bebas Hakim Agung Gazalba Saleh

Ali mengatakan, percakapan “tambahan jajan di Mekkah” itu tertuang dalam memori kasasi yang diajukan Jaksa KPK Arif Rahman Irsady ke MA.

“Hal ini bersesuaian dengan pengakuan terdakwa yang memang menjalani ibadah umrah pasca adanya pemberian uang pengurusan perkara,” kata Ali dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (22/8/2023).

Ali mengungkapkan, “tambahan jajan di Mekkah” itu merupakan fakta persidangan dugaan suap Gazalba Saleh.

Percakapan Redhy dan Prasetio itu sekaligus memperkuat julukan Gazalba Saleh sebagai “Bos Dalam”.

Baca juga: KPK Minta Pengadilan Tipikor Bandung Segera Kirim Salinan Putusan Bebas Gazalba Saleh

Dalam salinan surat tuntutan Jaksa KPK, ungkapan “tambahan jajan di Mekkah” itu dikirimkan oleh Prasetio melalui pesan pendeknya kepada Redhy pada 30 Maret 2022.

Suap dimaksud diberikan untuk mengkondisikan agar Ketua Pengurus KSP Intidana Budiman Gandi Suparman dinyatakan bersalah.

Bos dalam bisa buat tambah jajan di Mekkah, Mas Redi bisa buat mudik ke Pontianak dan ak bisa buat happy2,” kata Prasetio dalam pesannya.

Lebih lanjut, Ali mengatakan bahwa keberangkatan umrah Gazalba Saleh diperkuat dengan data perlintasan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

“Tim Jaksa juga secara terang benderang membuka dan memperlihatkan isi percakapan Whatsapp antara Redhy Novarisza dan Prasetio Nugroho tentang persiapan hingga penyerahan uang untuk terdakwa,” ujar Ali.

Baca juga: Soal Gazalba Saleh Diduga Tukar Uang Rp 6,25 Miliar, KPK: Masih Ada Gratifikasi dan TPPU

Dalam persidangan, Prasetio mengklaim tidak menyerahkan uang itu ke Gazalba Saleh dan disimpannya sendiri.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Bandung kemudian memutuskan Gazalba Saleh bebas karena tidak terbukti menerima suap.

Halaman:


Terkini Lainnya

Kasus Korupsi Timah, Kejagung Periksa Asisten Pribadi Sandra Dewi

Kasus Korupsi Timah, Kejagung Periksa Asisten Pribadi Sandra Dewi

Nasional
PP Tapera, Potongan Penghasilan 3 Persen Berakhir Saat Pekerja Pensiun

PP Tapera, Potongan Penghasilan 3 Persen Berakhir Saat Pekerja Pensiun

Nasional
Ma'ruf Amin Kunjungan Kerja ke Bangka Belitung, Aceh, dan Jateng

Ma'ruf Amin Kunjungan Kerja ke Bangka Belitung, Aceh, dan Jateng

Nasional
Lewat Program Zakat Produktif Dompet Dhuafa, Kandang Maggotin Lampung Panen Ratusan Kg Lele

Lewat Program Zakat Produktif Dompet Dhuafa, Kandang Maggotin Lampung Panen Ratusan Kg Lele

Nasional
KPU Lantik Komisioner Terpilih di 10 Kabupaten/Kota Maluku Utara

KPU Lantik Komisioner Terpilih di 10 Kabupaten/Kota Maluku Utara

Nasional
KPK Sebut Hakim yang Kabulkan Eksepsi Gazalba Saleh Tidak Konsisten

KPK Sebut Hakim yang Kabulkan Eksepsi Gazalba Saleh Tidak Konsisten

Nasional
PP Tapera Diteken, Pendapatan Pegawai Negeri, Swasta, dan 'Freelance' Akan Dipotong 3 Persen

PP Tapera Diteken, Pendapatan Pegawai Negeri, Swasta, dan "Freelance" Akan Dipotong 3 Persen

Nasional
Buka Peluang Dukung Khofifah di Pilgub Jatim, Nasdem: Komunikasi Kami Bagus

Buka Peluang Dukung Khofifah di Pilgub Jatim, Nasdem: Komunikasi Kami Bagus

Nasional
Pilkada Serentak 2024, Keamanan Papua Jadi Perhatian Khusus

Pilkada Serentak 2024, Keamanan Papua Jadi Perhatian Khusus

Nasional
Dirut Pertamina Sampaikan 2 Strategi untuk Capai Komunitas Ekonomi ASEAN

Dirut Pertamina Sampaikan 2 Strategi untuk Capai Komunitas Ekonomi ASEAN

Nasional
Nasdem Beri Surat Rekomendasi ke 6 Kader Ikut Pilkada, Ada di Papua dan Bangka Barat

Nasdem Beri Surat Rekomendasi ke 6 Kader Ikut Pilkada, Ada di Papua dan Bangka Barat

Nasional
Wamenkeu Sebut Indonesia Mulai Berproses Jadi Anggota Penuh OECD

Wamenkeu Sebut Indonesia Mulai Berproses Jadi Anggota Penuh OECD

Nasional
Baru 19 Persen Daerah Masuk Kemarau, BMKG Ingatkan Potensi Kering dan Banjir Bandang Sekaligus

Baru 19 Persen Daerah Masuk Kemarau, BMKG Ingatkan Potensi Kering dan Banjir Bandang Sekaligus

Nasional
Menko Polhukam: Mendekati Pilkada, Eskalasi Kerawanan Sedang hingga Tinggi

Menko Polhukam: Mendekati Pilkada, Eskalasi Kerawanan Sedang hingga Tinggi

Nasional
Caleg PKS Diduga Selundupkan 70 Kg Sabu, Polisi Usut Dugaan Uang Mengalir ke Partai

Caleg PKS Diduga Selundupkan 70 Kg Sabu, Polisi Usut Dugaan Uang Mengalir ke Partai

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com