Joseph Osdar
Kolumnis

Mantan wartawan harian Kompas. Kolumnis 

Jokowi dan Cerita Topeng Petruk

Kompas.com - 26/03/2021, 07:00 WIB
Presiden RI Joko Widodo (ketiga kanan) didampingi Gubernur DIY Sri Sultan HB X (kanan) dan seniman Yogyakarta Butet Kartaredjasa (kedua kanan) meninjau vaksinasi untuk seniman di Padepokan Seni Bagong Kussudihardjo, Bantul, Rabu (3/10/2021). Dalam kunjungan itu Presiden Joko Widodo menyaksikan secara langsung proses vaksinasi COVID-19 bagi seniman di Yogyakarta. ANTARA FOTO/Diaz Firmansyah/AFA/hp. ANTARA FOTO/Guntur Aga Tirtana/Radar JogjaPresiden RI Joko Widodo (ketiga kanan) didampingi Gubernur DIY Sri Sultan HB X (kanan) dan seniman Yogyakarta Butet Kartaredjasa (kedua kanan) meninjau vaksinasi untuk seniman di Padepokan Seni Bagong Kussudihardjo, Bantul, Rabu (3/10/2021). Dalam kunjungan itu Presiden Joko Widodo menyaksikan secara langsung proses vaksinasi COVID-19 bagi seniman di Yogyakarta. ANTARA FOTO/Diaz Firmansyah/AFA/hp.

Eyang Petruk diyakini oleh banyak orang dari Merapi sampai saat ini sebagi salah satu bupati keraton Merapi. Eyang Petruk populer karena sering menampakan diri untuk memberi tahu penduduk gunung itu manakala sang gunung hendak erupsi. Eyang Petruk juga selalu memberi tahu cara bagaimana menyelamatkan diri dari bahaya erupsi.

Minggu, 21 Maret 2021 lalu saya kontak seorang jurukunci atau penjaga Candi Wukir (peninggalan Kerjaan Mataram Hindu abad ke-7) di lereng barat Merapi bernama Fadly Ananto alias Anto (28 tahun).

Ia mengatakan, tokoh Eyang atau Kyai Petruk ini sangat populer di tempat tinggalnya Muntilan Magelang.

“Eyang Petruk nampak di awan bila terjadi erupsi atau letusan,” ujar Anto yang sering kontak saya untuk minta tolong dicarikan pembeli untuk emping singkong manis buatannya.

Menurut Anto, seperti yang ditulis penulis sejarah Indonesia asal Australia, MC Ricklefs, letusan Merapi dan pemunculan tokoh Petruk, sangat dipercayai sebagai isyarat akan munculnya masalah di negeri ini.

Sebagai catatan kecil. Saya pernah pernah bertemu Anto di Candi Waukir, beberapa pekan lalu. Saya diajak teman-teman yang bekerja di kompleks istana kepresidenan di Jakarta. Anto menjadi pemandu rombongan kami dari Jakarta ketika mengadakan acara di Candi Wukir, Muntilan itu.

Petruk, reformis di negara korup

Di masyarakat Jawa ada seribu lakon dan tokoh Petruk. Seribu, di sini artinya banyak. Mari kita baca dan kita cuplik-cuplik kalimat-kalimat dari buku Petruk dadi Ratu: Polah tingkah Penguasa yang tidak Mampu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di bawah sub judul Petruk Sang Reformis di Negara Korup, Dr Suwardi Endraswara antara lain membuat kalimat-kalimat seperti berikut.

“Sebenarnya agak berat mengisahkan soal Petruk ini, abot begitu. Karena cerita yang berasal dari dunia perwayangan ini adalah jenis cerita karangan alias kembangan, alias tambahan dari cerita utama Mahabarata yang asli.”

Kisah ini merupakan hasil imajinasi kritis para pekerja seni. Sentuhan estetis dan sekaligus politis amat menarik diperbincangkan. Bayangkan mana ada tokoh Semar, Gareng, Petruk, Bagong, ( Togok, Mbilung, Cangik, Limbuk) di lakon Mahabarata made in India telah menarik dikaitkan dengan dunia politik. Jadi bisa dibilang punakawan ini cerita tambahan produk lokal, made in dalam negeri.

Suwardi Endrawara, lahir di Kulon Progo, Yogyakarta, 3 April 1964 ini adalah doktor yang mempelajari teks-teks mistis kejawen. Ia antara lain menuliskan kalimat-kalimat seperti berikut ini pula.

“Petruk itu dikira sang reformis sejati. Petualangan dia menjadi raja, banyak dikira sebuah spekulatif yang menjanjikan ketentraman. Terlebih lagi ketika negara sudah mulai kolaps, orang Jawa lalu mendewakan dongeng-dongeng. Di negeri dongeng, segalanya fantastis . Banyak hal yang tidak mungkin menjadi mungkin.”

Kembali kepercakapan dengan Butet. Ketika saya tanya lagi tentang tokoh Petruk itu sama yang ada di dua buku itu, Butet mengatakan bukan. Tai Butet mengatakan, tentang Petruk ini memang “macem-macem”.

Apakah Petruk punya anak ?

“Setahu saya nggak sih,” jawab Butet.

Ketika saya tanya pada seorang wartawati yang tidak mau disebutkan namanya, ia mengatakan, “Kalau penguasa semacam Petruk itu mempunyai keturunan maka kekuasaanya akan turun-temurun.”

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Pertimbangan MK Tolak Gugatan Terkait UU Minerba

Ini Pertimbangan MK Tolak Gugatan Terkait UU Minerba

Nasional
Periksa Kepsek SMA 8 Tangsel, KPK Dalami Dugaan Adanya Calo Pengadaan Tanah SMKN 7

Periksa Kepsek SMA 8 Tangsel, KPK Dalami Dugaan Adanya Calo Pengadaan Tanah SMKN 7

Nasional
Jadi Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo, Eks Dirut Ditahan Kejagung

Jadi Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo, Eks Dirut Ditahan Kejagung

Nasional
KTT ASEAN Plus Three, Jokowi Tekankan Perlunya Dana Darurat Kesehatan Kawasan

KTT ASEAN Plus Three, Jokowi Tekankan Perlunya Dana Darurat Kesehatan Kawasan

Nasional
Epidemiolog Minta Pemerintah Gencarkan Imbauan Prokes Saat Libur Nataru

Epidemiolog Minta Pemerintah Gencarkan Imbauan Prokes Saat Libur Nataru

Nasional
Ini Kriteria Jubir Jokowi Menurut Johan Budi...

Ini Kriteria Jubir Jokowi Menurut Johan Budi...

Nasional
Hasto Sebut Megawati dan Jokowi Diserang Pihak yang Ingin Rusak PDI-P

Hasto Sebut Megawati dan Jokowi Diserang Pihak yang Ingin Rusak PDI-P

Nasional
Eks Dirut Tersangka Dugaan Korupsi Perum Perindo, Ini Perannya Menurut Kejagung

Eks Dirut Tersangka Dugaan Korupsi Perum Perindo, Ini Perannya Menurut Kejagung

Nasional
Disebut Layak Jadi Jubir Jokowi, Johan Budi: Saya Sudah Pernah, Sebaiknya Orang Lain

Disebut Layak Jadi Jubir Jokowi, Johan Budi: Saya Sudah Pernah, Sebaiknya Orang Lain

Nasional
KPK Gelar Raker di Yogyakarta, Sekjen: Harmonisasi Regulasi Pasca Pegawai Jadi ASN

KPK Gelar Raker di Yogyakarta, Sekjen: Harmonisasi Regulasi Pasca Pegawai Jadi ASN

Nasional
'Generasi Muda Peduli Pesisir dan Sungai', Aksi BRSDM Wujudkan Ekonomi dan Laut Sehat

"Generasi Muda Peduli Pesisir dan Sungai", Aksi BRSDM Wujudkan Ekonomi dan Laut Sehat

Nasional
Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Kasus Korupsi Askrindo Mitra Utama

Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Kasus Korupsi Askrindo Mitra Utama

Nasional
Saldi Isra: Pemutusan Akses Informasi Harus Perhatikan Hak Warga

Saldi Isra: Pemutusan Akses Informasi Harus Perhatikan Hak Warga

Nasional
Dugaan Korupsi Perum Perindo, Eks Dirut Jadi Tersangka

Dugaan Korupsi Perum Perindo, Eks Dirut Jadi Tersangka

Nasional
Anggota DPR Sarankan Aturan Tes PCR Jadi Syarat Naik Pesawat Dihapus

Anggota DPR Sarankan Aturan Tes PCR Jadi Syarat Naik Pesawat Dihapus

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.