Mendagri: Covid-19 Tak Bisa Hanya Ditangani Pemerintah, tetapi Juga Ormas

Kompas.com - 18/11/2020, 19:40 WIB
Mendagri Tito Karnavian mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2020). DPR menyetujui pagu anggaran Kementerian Dalam Negeri untuk tahun 2021 sebesar Rp3,2 triliun dan menyetujui tambahan anggaran sebesar Rp1,2 triliun untuk dibahas di Badan Anggaran DPR. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumayMendagri Tito Karnavian mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2020). DPR menyetujui pagu anggaran Kementerian Dalam Negeri untuk tahun 2021 sebesar Rp3,2 triliun dan menyetujui tambahan anggaran sebesar Rp1,2 triliun untuk dibahas di Badan Anggaran DPR. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengucapkan selamat atas Milad Muhammadiyah ke-108 pada Rabu (18/11/2020).

Selain mengucapkan selamat, mantan Kapolri itu juga menitipkan pesan pada organisasi masyarakat berbasis keagamaan yang lahir pada 1912 tersebut.

Tito meminta Muhammadiyah terus ikut berperan dalam berjuang menghadapi Covid-19.

"Peran Muhammadiyah di masa Covid-19 ini juga dirasakan sangat penting. Karena Covid-19 tidak bisa hanya ditangani oleh pemerintah, tetapi juga oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk ormas, dan Muhammadiyah adalah merupakan organisasi penting," kata Tito dalam acara virtual Resepsi Milad Muhammadiyah ke-108, Rabu (18/11/2020).

Baca juga: Pandemi Covid-19 Tak Kunjung Selesai, Ketum Muhammadiyah: Tetap Disiplin dan Waspada

Menurut dia, tiga bisnis utama yang dimiliki Muhammadiyah sangat berhubungan dengan upaya penyelesaian Covid-19.

Adapun Muhammadiyah memiliki tiga bisnis utamanya yaitu bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial.

"Di samping itu, tentunya pendidikan dalam rangka sosialisasi agar kita taat dalam protokol kesehatan Covid-19," ujar dia. 

Di sisi lain, Tito mengungkapkan bahwa Muhammadiyah sudah menjadi aset bangsa dan dikenal luas di Indonesia, bahkan dunia.

Muhammadiyah dinilai memiliki segenap dedikasi pengabdian, termasuk dalam pembentukan negara dan misi kemerdekaan.

"Untuk itu, saya berharap Muhammadiyah terus makin kuat, makin solid, makin mampu untuk berkiprah dan memberikan darma baktinya kepada masyarakat bangsa dan negara. Menjadi pilar penting bagi tegaknya NKRI," ucap dia. 

Muhammadiyah didirikan di Yogyakarta pada 18 November 1912.

Baca juga: Jokowi Minta Muhammadiyah Bantu Beri Penjelasan ke Publik soal Vaksin Covid-19

Pada Milad ke-108 ini, Muhammadiyah mengambil tema acara "Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri”.

Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, tema diangkat untuk mempertegas gerak, sikap, dan kebijakan Muhammadiyah dalam menghadapi keragaman paham, pandangan dan orientasi keagamaan yang tumbuh dan berkembang.

Kendati demikian, pada saat yang sama Muhammadiyah juga senantiasa memberi solusi terhadap masalah negeri, termasuk di era pandemi ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota DPR Minta Prabowo Jelaskan Rinci soal Denwalsus Kemenhan

Anggota DPR Minta Prabowo Jelaskan Rinci soal Denwalsus Kemenhan

Nasional
Pengamat Nilai Diperlukan Pendekatan Cegah Warga Papua Terpengaruh KKB

Pengamat Nilai Diperlukan Pendekatan Cegah Warga Papua Terpengaruh KKB

Nasional
KSPI: Unjuk Rasa Buruh 12 April Digelar di Gedung MK dan Virtual

KSPI: Unjuk Rasa Buruh 12 April Digelar di Gedung MK dan Virtual

Nasional
Pengamat: Mengacu pada Definisi di UU, KKB Papua Bisa Disebut Teroris

Pengamat: Mengacu pada Definisi di UU, KKB Papua Bisa Disebut Teroris

Nasional
Jika Ibadah Haji 2021 Digelar dengan Kuota Terbatas, Ini Kriteria Jemaah yang Bisa Berangkat

Jika Ibadah Haji 2021 Digelar dengan Kuota Terbatas, Ini Kriteria Jemaah yang Bisa Berangkat

Nasional
UPDATE: 1.189 Rumah dan 150 Fasilitas Umum Rusak akibat Gempa Malang

UPDATE: 1.189 Rumah dan 150 Fasilitas Umum Rusak akibat Gempa Malang

Nasional
Saat KPK Sebut Singapura 'Surganya Para Koruptor', Respons, dan Permintaan Maaf

Saat KPK Sebut Singapura "Surganya Para Koruptor", Respons, dan Permintaan Maaf

Nasional
UPDATE Gempa Malang: 8 Orang Meninggal, 3 Luka Berat

UPDATE Gempa Malang: 8 Orang Meninggal, 3 Luka Berat

Nasional
Menko PMK Minta Pemda Beri Perhatian Pencarian Talenta Muda Sepak Bola

Menko PMK Minta Pemda Beri Perhatian Pencarian Talenta Muda Sepak Bola

Nasional
MUI: Cegah Terorisme di Kalangan Anak Muda Perlu Perhatian Semua Pihak

MUI: Cegah Terorisme di Kalangan Anak Muda Perlu Perhatian Semua Pihak

Nasional
Polri: 12 Tersangka Teroris di Jakarta Tak Terafiliasi JAD dan JI

Polri: 12 Tersangka Teroris di Jakarta Tak Terafiliasi JAD dan JI

Nasional
UPDATE: 1,56 Juta Kasus Covid-19 dan Imbauan Wapres soal Tarawih di Zona Merah

UPDATE: 1,56 Juta Kasus Covid-19 dan Imbauan Wapres soal Tarawih di Zona Merah

Nasional
BNPT Ajak Tokoh Lintas Agama Bikin Program Tangkal Radikalisme

BNPT Ajak Tokoh Lintas Agama Bikin Program Tangkal Radikalisme

Nasional
Pemerintah Kaji Pertandingan Sepak Bola dengan Penonton Saat Pandemi

Pemerintah Kaji Pertandingan Sepak Bola dengan Penonton Saat Pandemi

Nasional
Menkumham Sebut Pemerintah Akan Bangun Tiga Lapas Khusus Teroris di Nusakambangan

Menkumham Sebut Pemerintah Akan Bangun Tiga Lapas Khusus Teroris di Nusakambangan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X