Kompas.com - 02/02/2020, 21:22 WIB

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti Politik LIPI Mochammad Nurhasim menyebutkan, pemilu serentak yang dilaksanakan pada 2019 lalu telah melahirkan pengelompokan suara di sejumlah wilayah.

Salah satu contohnya adalah wilayah Bali yang diketahui dikuasai PDI-P sebanyak 60 persen.

Baca juga: Perludem Sebut Persoalan Pemilu 2019 Sangat Kompleks

"Pemilu serentak kemarin, di tengah kompleksitasnya, di sejumlah wilayah terjadi pengelompokan suara. Di Bali, 60 persen PDI-P," kata Hasim saat peluncuran buku 'Evaluasi Pemilu Serentak 2019: Dari Sistem ke Manajemen Pemilu' di kawasan Jalan Sultan Agung, Jakarta Pusat, Minggu (2/2/2020).

Formula keserentakan dalam pemilu tersebut diasumsikan akan menambah upaya untuk memperkuat sistem pemerintahan di tingkat nasional dan lokal.

Tujuannya, kata dia, supaya tidak ada proses politik yang panjang.

Namun, dengan proses-proses yang terjadi itulah ada pengelompokan-pengelompokan suara.

"Tapi sistem pemilu mana yang lebih efektif, kami tidak bisa memberi jaminan secara otomatis (akan jadi baik)," kata dia.

Baca juga: Pemilu 2019 Dinilai Tak Adil bagi Peserta, Pemilih, dan Penyelenggara

Namun paling tidak, kata dia, apabila dari sisi manajemen pemilu pelaksanaannya dipecah, maka pemilu tidak akan serumit 2019 meski formatnya tetap serentak.

"Ini bukan problem keserentakan tapi problem untuk mendorong agar pemilih lebih rasional dan parpol lebih bagus," kata dia.

Ia mengatakan, dalam mengevaluasi pemilu harus dilakukan secara simultan. Mulai dari sistem, penyelenggara, peserta, hingga pemilihnya sendiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.