Para Ajudan yang Setia Mengawal Atasannya Tes Capim KPK...

Kompas.com - 19/07/2019, 11:05 WIB
Suasana tes uji kompetensi Seleksi Calon Pimpinan KPK di Pusdiklat Kementerian Sekretaris Negara, Cilandak, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Sebanyak 192 kandidat calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengikuti uji kompetensi tersebut. ANTARA FOTO/APRILLIO AKBARSuasana tes uji kompetensi Seleksi Calon Pimpinan KPK di Pusdiklat Kementerian Sekretaris Negara, Cilandak, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Sebanyak 192 kandidat calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengikuti uji kompetensi tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana di Gedung Pusdiklat Kementerian Sekretarian Negara pada Kamis pagi (18/7/2019), pukul 07.00 WIB, ramai oleh calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) yang hendak menjalani uji kompetensi.

Hilir mudik para capim terlihat di dekat ruang tes yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut.

Di samping ruang tes, terdapat papan informasi yang berisikan 192 daftar nama capim yang ikut uji kompetensi serta nomor dan peta tempat duduk di dalam ruang tes.

Nampak sejumlah laki-laki berpakaian kemeja batik, celana hitam, serta sepatu pantofel sibuk menelisik nomor tempat duduk capim.

"Mas, lihat namanya pak Firli?" tanya seorang pria kepada Kompas.com yang juga tengah menelusuri tempat duduk para capim.

Rupanya pria itu adalah ajudan Kapolda Sumatera Selatan Irjen Firli Bahuri.

Baca juga: Capim KPK akan Bertarung Gagasan di Debat Publik

Selang 15 menit kemudian, seluruh capim yang telah registrasi pun masuk ke dalam ruangan tes. Media diperbolehkan mengambil gambar dan video suasana ruangan tes selama lima menit.

Selama tes berlangsung, situasi di luar ruang tes nampak sepi. Laju orang-orang hilir mudik pu tak terlihat lagi. Namun, masih ada sejumlah orang yang menunggu di ruang tunggu dan pelataran di dekar ruangan tes.

Mereka adalah para ajudan yang setia menunggu atasannya. Mereka tetap siaga. Beberapa ada yang berdiri di dekat ruangan tes. Ada juga yang memilih duduk jauh dari ruangan. 

AKP Muhammad Rafyk misalnya. Sepanjang tes, Rafyk banyak menghabiskan waktu dengan berdiri di dekat pintu ruangan tes.

Pria tegap yang hari itu mengenakan kemeja batik, celana hitam, dan sepatu pantofel sesekali mengintip ke ruang tes dari sela-sela pintu, sambil memegang map. Di saku kemeja kirinya, terpampang jelas nama, pangkat, dan jabatannya di institusi Polri.

Rafyk sedang bertugas mandampingi Wakapolda Kalimantan Barat, Brigjen Pol Sri Handayani.

Ia merupakan Spripim Wakapolda Kalbar. Spripim merupakan unsur pelayanan yang berada langsung di bawah kapolda. Jabatan tersebut bertugas membantu dalam melaksanakan tugas kedinasan dan tugas khusus dari kapolda atau wakapolda.

"Tugas, pokok, dan fungsi saya itu mengawal Kapolda dan Wakapolda Kalbar Mas, karena Ibu (Sri) ada di sini, jadi saya ikut beliau. Kita berdua sudah tiba di Jakarta hari Rabu," ujar Rafyk saat diwawancarai Kompas.com di depan pintu ruang tes.

"Ketika beliau berkegiaran di Jakarta hari ini, saya harus jadi Tim Aju, artinya maju duluan. Ya untuk cek kesiapannya seperti apa," sambungnya.

Ada juga Rusli Warnangan yang merupakan ajudan dari Wakil Bupati Buru, Provinsi Maluku, Amustofa Besa.

Berbeda dengan Rafyk, Rusli lebih banyak duduk tenang. Dia memilih duduk di ruang tunggu dan sesekali berbicara dengan panitia acara.

Baca juga: Cerita Ajudan yang Mengawal Atasannya Saat Tes Capim KPK.

Tampilan busana yang Rusli kenakan pun sama dengan Rafyk. Di tangan kirinya, Rusli memegang tas kecil.

"Saya ajudan Pak Amus, ya tugasnya mengawal Pak Amus terus sampai ke Jakarta ini untuk tes capim KPK," tutur Rusli saat diwawancarai.

Sementara itu ajudan Kapolda Sumsel, Irjen Firli Bahuri enggan menyebut nama dan bicara lebih jauh.

"Iya mas, saya jaga untuk Bapak Kapolda Sumsel," katanya singkat ketika ditanya.

Pria itu juga sesekali mengangkat telepon dan berbicara melaporkan terkait dengan suasana dan keramaian tes berlangsung.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penerapan Pasal Pencucian Uang dalam Kasus Korupsi Dinilai Masih Rendah

Penerapan Pasal Pencucian Uang dalam Kasus Korupsi Dinilai Masih Rendah

Nasional
Belum Ada Tersangka di Kasus Dugaan Korupsi Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

Belum Ada Tersangka di Kasus Dugaan Korupsi Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

Nasional
DPO Masuk ke Database Kependudukan, Mendagri: Lembaga Penegak Hukum Akan Terbantu

DPO Masuk ke Database Kependudukan, Mendagri: Lembaga Penegak Hukum Akan Terbantu

Nasional
Sebut Indonesia Hadapi Banyak Tantangan, Ibas Kenang Pemerintahan SBY

Sebut Indonesia Hadapi Banyak Tantangan, Ibas Kenang Pemerintahan SBY

Nasional
Doni Monardo Minta Jawa Barat Seimbangkan Prioritas Penanganan Covid-19

Doni Monardo Minta Jawa Barat Seimbangkan Prioritas Penanganan Covid-19

Nasional
Pandemi Covid-19, Fraksi Partai Demokrat Siap Kawal Isu Kesehatan dan Ekonomi

Pandemi Covid-19, Fraksi Partai Demokrat Siap Kawal Isu Kesehatan dan Ekonomi

Nasional
Sambut HUT RI, Pemerintah Gelar Lomba Bikin Video Berhadiah Rp 1 Miliar

Sambut HUT RI, Pemerintah Gelar Lomba Bikin Video Berhadiah Rp 1 Miliar

Nasional
Diduga Ada Penerimaan Hadiah oleh Penyelenggara Negara dalam Kasus Red Notice Djoko Tjandra

Diduga Ada Penerimaan Hadiah oleh Penyelenggara Negara dalam Kasus Red Notice Djoko Tjandra

Nasional
Pakar Komunikasi: Kampanye Masker Lebih Tepat untuk Kelompok yang Anggap Covid-19 Tak Bahaya

Pakar Komunikasi: Kampanye Masker Lebih Tepat untuk Kelompok yang Anggap Covid-19 Tak Bahaya

Nasional
Jokowi Sebut Pandemi Covid-19 Momentum Transformasi Pariwisata

Jokowi Sebut Pandemi Covid-19 Momentum Transformasi Pariwisata

Nasional
Bareskrim: Pembuktian Kasus Jadi Tantangan dalam Penanganan Kekerasan Seksual

Bareskrim: Pembuktian Kasus Jadi Tantangan dalam Penanganan Kekerasan Seksual

Nasional
'Nyalakan Harapan', Lagu Persembahan Musisi dan Seniman dalam Melawan Covid-19

"Nyalakan Harapan", Lagu Persembahan Musisi dan Seniman dalam Melawan Covid-19

Nasional
Ulang Tahun ke-17, Empat Pemilih Pemula Dapat Hadiah e-KTP dari Mendagri

Ulang Tahun ke-17, Empat Pemilih Pemula Dapat Hadiah e-KTP dari Mendagri

Nasional
Kejagung Bisa Manfaatkan Data Dukcapil untuk Penegakan Hukum

Kejagung Bisa Manfaatkan Data Dukcapil untuk Penegakan Hukum

Nasional
Kasus Dugaan Korupsi Terkait Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra Naik Ke Penyidikan

Kasus Dugaan Korupsi Terkait Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra Naik Ke Penyidikan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X