Wapres Kalla Beri Tumpeng ke Ma'ruf Amin: Ini Praserah Terima Jabatan...

Kompas.com - 17/07/2019, 11:41 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla (ketiga kanan) berbincang dengan Wakil Presiden terpilih KH Maruf Amin (kedua kiri) usai pertemuan di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (4/7/2019). Dalam pertemuan itu, Wapres Jusuf Kalla memberikan informasi mengenai tugas, fasilitas serta masalah-masalah yang harus diselesaikan sebagai Wakil Presiden kepada KH Maruf Amin yang akan menjabat mulai 20 Oktober 2019 mendatang. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYWakil Presiden Jusuf Kalla (ketiga kanan) berbincang dengan Wakil Presiden terpilih KH Maruf Amin (kedua kiri) usai pertemuan di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (4/7/2019). Dalam pertemuan itu, Wapres Jusuf Kalla memberikan informasi mengenai tugas, fasilitas serta masalah-masalah yang harus diselesaikan sebagai Wakil Presiden kepada KH Maruf Amin yang akan menjabat mulai 20 Oktober 2019 mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla memperkenalkan wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin sebagai penggantinya.

Hal itu disampaikan Kalla saat membuka acara milad Dewan Masjid Indonesia (DMI) ke-47 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

"Yang saya hormati KH Ma'ruf Amin, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan juga terpilih sebagai pengganti saya nanti," ujar Kalla, diiringi tepukan tangan para pengurus DMI yang hadir.

Baca juga: Kata Kalla soal Jokowi Cari Menteri yang Berani

Kalla kembali mencandai Ma'ruf terkait statusnya sebagai wakil presiden terpilih. Mulanya, Kalla dan Ma'ruf sama-sama maju ke panggung untuk memukul beduk, sebagai tanda acara telah dimulai.

Usai bersama-sama memukuk beduk, Kalla lalu memotong tumpeng ulang tahun dan menyerahkannya kepada Ma'ruf.

Baca juga: Maruf Amin: Semoga Tidak Tomat, Tobat Kemudian Kumat

Saat menyerahkan tumpeng ke Ma'ruf, Kalla berseloroh bahwa ini sekaligus menandakan acara pra-serah terima jabatan wakil presiden yang akan berlangsung 20 Oktober.

"Jadi ini seperti pra-serah terima," seloroh Kalla lantas disambut tawa dan tepuk tangan para pengurus DMI.

Kompas TV Wakil Presiden terpilih <a href="https://www.detik.com/search/searchall?query=ma%27ruf+amin&amp;siteid=2" target="_blank">Ma&#39;ruf Amin</a> ikut menyampaikan pidato setelah Joko Widodo berpidato tentang <a href="https://www.detik.com/search/searchall?query=Visi+Indonesia&amp;siteid=2" target="_blank">Visi Indonesia</a>. Ma&#39;ruf turut membakar semangat pendukung dengan meminta menyanyikan lagu Padamu Negeri.<br /> <br /> Ma&#39;ruf mengatakan bahwa Indonesia yang maju dan sejahtera bukan hanya untuk pendukungnya, melainkan untuk seluruh rakyat Indonesia. Sebelumnya Presiden Indonesia terpilih Joko Widodo menyampaikan pidato politik pertamanya, pidato disampaikan dalam acara bertajuk VISI Indonesia yang digelar pada Minggu (14/7/2019) malam di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor. <a href="https://www.youtube.com/results?search_query=%23PidatoPresidenTerpilih">#PidatoPresidenTerpilih</a> <a href="https://www.youtube.com/results?search_query=%23PidatoJokowi">#PidatoJokowi</a> <a href="https://www.youtube.com/results?search_query=%23VisiIndonesia">#VisiIndonesia</a>
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Terdampak Erupsi Semeru Ditargetkan Tempati Hunian Sementara Dua Bulan Lagi

Warga Terdampak Erupsi Semeru Ditargetkan Tempati Hunian Sementara Dua Bulan Lagi

Nasional
Ribut Pernyataan Arteria Dahlan soal Copot Kajati Berbahasa Sunda, Ini Awalnya...

Ribut Pernyataan Arteria Dahlan soal Copot Kajati Berbahasa Sunda, Ini Awalnya...

Nasional
UPDATE 18 Januari: 564 Orang Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

UPDATE 18 Januari: 564 Orang Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Nasional
Menkes: Vaksinasi Booster Heterolog Hasilkan Antibodi yang Lebih Kaya

Menkes: Vaksinasi Booster Heterolog Hasilkan Antibodi yang Lebih Kaya

Nasional
Kapolri Ingin Jajarannya Punya Kemampuan sebagai Auditor, Minta BPK Buat Pelatihan

Kapolri Ingin Jajarannya Punya Kemampuan sebagai Auditor, Minta BPK Buat Pelatihan

Nasional
UU IKN Disahkan, Ini Kedudukan, Bentuk, hingga Susunan Pemerintahan Ibu Kota 'Nusantara'

UU IKN Disahkan, Ini Kedudukan, Bentuk, hingga Susunan Pemerintahan Ibu Kota "Nusantara"

Nasional
Wakil Ketua MPR Harap RUU TPKS Rampung Dibahas Dalam Sebulan

Wakil Ketua MPR Harap RUU TPKS Rampung Dibahas Dalam Sebulan

Nasional
Kepala BNPB dan Wapres Akan Kunjungi Lokasi Terdampak Gempa di Banten, Besok

Kepala BNPB dan Wapres Akan Kunjungi Lokasi Terdampak Gempa di Banten, Besok

Nasional
Bahas Ibu Kota Baru di Tengah Pandemi Dikritik, Ketua Pansus: Masa Tidak Pikir Masa Depan?

Bahas Ibu Kota Baru di Tengah Pandemi Dikritik, Ketua Pansus: Masa Tidak Pikir Masa Depan?

Nasional
Narapidana Jadi Dalang Penipuan Online, Bermodus Menyamar Jadi Polisi

Narapidana Jadi Dalang Penipuan Online, Bermodus Menyamar Jadi Polisi

Nasional
10 Pegawai KPK, dari Penjaga Rutan hingga Komisioner, Lakukan Pelanggaran Etik

10 Pegawai KPK, dari Penjaga Rutan hingga Komisioner, Lakukan Pelanggaran Etik

Nasional
Polri: Operasi Damai Cartenz 2022 Beroperasi Mulai 17 Januari Hingga 31 Desember

Polri: Operasi Damai Cartenz 2022 Beroperasi Mulai 17 Januari Hingga 31 Desember

Nasional
Duduk Perkara Kasus Luhut Vs Haris Azhar yang Dijemput Paksa Kepolisian

Duduk Perkara Kasus Luhut Vs Haris Azhar yang Dijemput Paksa Kepolisian

Nasional
Menkes: 1,1 Juta Dosis Vaksin Kedaluwarsa, Mayoritas dari Donasi Gratis

Menkes: 1,1 Juta Dosis Vaksin Kedaluwarsa, Mayoritas dari Donasi Gratis

Nasional
Menkes Persilahkan Anggota Dewan Vaksinasi Booster

Menkes Persilahkan Anggota Dewan Vaksinasi Booster

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.