Prabowo dan Jokowi "Seri" soal HAM, Fahri Hamzah Yakin Debat Pertama Akan Seru

Kompas.com - 04/01/2019, 21:23 WIB
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Kamis (15/11/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Kamis (15/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai debat pertama Pemilihan Presiden 2019 akan lebih seru daripada debat Pilpres 2014.

Sebab, kali ini calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam posisi seri.

Khususnya dalam isu hak asasi manusia ( HAM) yang menjadi salah satu tema debat pertama.

"Ini kan lebih seru, kalau dulu kan belum ada record HAM-nya Pak Jokowi ini. Sekarang sudah ada record HAM-nya," ujar Fahri di kompleks parlemen, Jumat (4/1/2019).

Baca juga: Kontras: Bahas HAM di Debat Capres Tak Jamin Agenda HAM Jadi Prioritas

Fahri mengacu pada beberapa pendukung Jokowi yang diduga melakukan pelanggaran HAM masa lalu. Belum lagi terkait kasus HAM yang belum bisa diselesaikan di masa pemerintahan Jokowi.

Sementara itu, isu HAM yang akan menyerang Prabowo dinilai masih sama seperti pada Pilpres 2014 dulu.

Ini yang membuatnya menyimpulkan posisi Jokowi dan Prabowo soal HAM kali ini seri. Meskipun dia menilai isu yang menerpa Prabowo bukan sebuah ancaman.

"Jadi draw ini pertarungan sebenarnya soal HAM ini. Lagian juga kalau Pak Prabowo dituduh-tuduh terus, dia kan sudah dapat SKCK. Sudah dapat SKCK kan sudah, beres saja urusan," kata dia.

Baca juga: 8 Rekomendasi Penegakan HAM Akan Diusulkan Jadi Materi Debat Pertama

Hal yang juga membuat debat lebih seru adalah karena ini bukan pertarungan pertama Jokowi-Prabowo. Keduanya pasti sudah belajar dari pengalaman debat mereka pada Pilpres sebelumnya.

Fahri pun berseloroh KPU seharusnya membuat acara nonton bareng dengan skala besar ketika debat nanti.

"Nobar kita lebih dari piala dunia harusnya, makan kacang, gelar tikar, seruput kopi. Seharusnya begitu dong dibikin," ujar Fahri.

"Ini malah KPU ngurus kontainer itu saja ribut lapor sana lapor sini," tambah dia.

Kompas TV Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAMmemperingati hari HAM International ke-70 yang jatuh pada 10 Desember sebagai momentum untuk memacu penyelesaian sejumlah kasus pelanggaran HAM di tanah air. Dalam peringatan yang berlangsung di kawasan Kuningan, Jakarta, konflik agraria menjadi topik utama karena banyaknya aduan masyarakat di tengah masifnya pembangunan infrastruktur.

 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X