Berkas Perkara Lengkap, Pengacara Setya Novanto Datangi KPK - Kompas.com

Berkas Perkara Lengkap, Pengacara Setya Novanto Datangi KPK

Kompas.com - 06/12/2017, 11:08 WIB
Sejumlah pengacara Ketua DPR Setya Novanto mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta, Rabu (6/12/2017).Kompas.com/Robertus Belarminus Sejumlah pengacara Ketua DPR Setya Novanto mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta, Rabu (6/12/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah pengacara Ketua DPR Setya Novanto mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/12/2017).

Para pengacara Novanto yang terlihat mendatangi Gedung KPK adalah Otto Hasibuan, Firman Wijaya, dan Fredrich Yunadi.

Pengacara Novanto lainnya, Maqdir Ismail, sudah lebih dulu berada di KPK.

Pada Selasa (5/7/2017), KPK menyatakan, berkas kasus Novanto telah lengkap dan akan dilimpahkan dari tahap penyidikan ke penuntutan.

Baca juga: KPK Pastikan Berkas Perkara Lengkap, Setya Novanto Segera Disidang

Fredrich mengakui, kedatangan mereka untuk menanyakan perihal lengkapnya berkas kasus Novanto.

Ketua DPR Setya Novanto saat bersaksi di persidangan kasus dugaan korupsi e-KTP, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (3/11/2017). Hari ini, Novanto hadir menjadi saksi untuk terdakwa pengusaha Andi Agustinus alias Andi NarogongKOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Ketua DPR Setya Novanto saat bersaksi di persidangan kasus dugaan korupsi e-KTP, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (3/11/2017). Hari ini, Novanto hadir menjadi saksi untuk terdakwa pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong
Menurut dia, ada sejumlah hal yang akan ditanyakan karena pemeriksaan saksi meringankan untuk Novanto belum selesai dilakukan.

"Kami mau bicara pada penyidik mengapa bisa dinyatakan lengkap, padahal ada saksi yang belum dinyatakan diperiksa," kata Fredrich di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu pagi.

Novanto sebelumnya mengajukan sejumlah saksi meringankan pada kasus dugaan korupsi e-KTP yang menjeratnya.

Baca: Adu Cepat KPK dan Setya Novanto, antara Berkas Perkara dan Sidang Praperadilan

Fredrich mengatakan, pengajuan saksi meringankan itu merupakan hak tersangka sesuai Pasal 65 KUHAP.

Menurut Fredrich, KPK harus mengacu pada Pasal 28 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Korupsi yang menyatakan bahwa segala sesuatu di KUHAP berlaku bagi mereka.

"Itulah yang kami mintai pertanggungjawabannya di mana," ujar Fredrich.

Baca juga: Fredrich Yunadi Yakin KPK Akan Kalah 2-0 Melawan Setya Novanto

Sementara itu, Otto mengatakan, Novanto juga sudah berada di KPK.

"Saya kira rekan saya, Maqdir, juga sudah di dalam tadi dan Pak Setnov sudah di dalam ini. Nanti kita lihat sudah didampingi atau belum," ujar Otto.


Kompas TV Selama poses hukumnya belum berkekuatan hukum tetap, selama itu pula Setya Novanto masih akan mendapat gaji ataupun tunjangan dari DPR.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Terkini Lainnya

Din Syamsuddin: Cawapres Jokowi dan Prabowo Masih Misterius

Din Syamsuddin: Cawapres Jokowi dan Prabowo Masih Misterius

Regional
KPK Ingatkan ASN Perkuat Integritas Agar Terhindar dari Pusaran Korupsi

KPK Ingatkan ASN Perkuat Integritas Agar Terhindar dari Pusaran Korupsi

Nasional
Jokowi Akui Mahfud MD, TGB dan Airlangga Masuk Bursa Cawapresnya

Jokowi Akui Mahfud MD, TGB dan Airlangga Masuk Bursa Cawapresnya

Nasional
Pj Gubernur Jabar Lihat Kesiapan Stadion Patriot Bekasi untuk Asian Games

Pj Gubernur Jabar Lihat Kesiapan Stadion Patriot Bekasi untuk Asian Games

Megapolitan
Siswi Sekolah di Wilayah Australia Ini Boleh Pakai Celana Pendek

Siswi Sekolah di Wilayah Australia Ini Boleh Pakai Celana Pendek

Internasional
Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan 600.000 Butir Pil Bahan Baku Sabu

Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan 600.000 Butir Pil Bahan Baku Sabu

Regional
Pasca Bom Surabaya, Polri Tangkap 197 Terduga Teroris, 20 di Antaranya Tewas

Pasca Bom Surabaya, Polri Tangkap 197 Terduga Teroris, 20 di Antaranya Tewas

Nasional
Kapolri: Kasus di Yogya dan Indramayu Bukan Serangan, tetapi Perlawanan Teroris

Kapolri: Kasus di Yogya dan Indramayu Bukan Serangan, tetapi Perlawanan Teroris

Nasional
MA Batalkan Peran Paralegal dalam Memberi Bantuan Hukum

MA Batalkan Peran Paralegal dalam Memberi Bantuan Hukum

Nasional
Italia Izinkan Migran Berlabuh di Sisilia

Italia Izinkan Migran Berlabuh di Sisilia

Internasional
Identitas Mayat Perempuan Dalam Karung Mengapung di Sungai Terungkap

Identitas Mayat Perempuan Dalam Karung Mengapung di Sungai Terungkap

Regional
Dinas Lingkungan Hidup Kerahkan 1.000 Pasukan Oranye Saat Asian Games

Dinas Lingkungan Hidup Kerahkan 1.000 Pasukan Oranye Saat Asian Games

Megapolitan
Anggota Damkar Meninggal Setelah Padamkan Kebakaran di Sunter Agung

Anggota Damkar Meninggal Setelah Padamkan Kebakaran di Sunter Agung

Megapolitan
Menengok Persiapan Infrastruktur di DKI untuk Sambut Asian Games 2018

Menengok Persiapan Infrastruktur di DKI untuk Sambut Asian Games 2018

Megapolitan
Juara Piala Dunia, Perancis Panen Ucapan Selamat dari Pemimpin Negara

Juara Piala Dunia, Perancis Panen Ucapan Selamat dari Pemimpin Negara

Internasional

Close Ads X