Anak Amien Rais dan Dradjad Wibowo Datangi KPK

Kompas.com - 05/06/2017, 12:36 WIB
Drajat Wibowo perwakilan dari Amien Rais tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Senin (5/6/2017). KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGDrajat Wibowo perwakilan dari Amien Rais tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Senin (5/6/2017).
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN Hanafi Rais mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (5/6/2017) siang.

Anak mantan ketua umum PAN Amien Rais itu tiba sekitar pukul 11.45 WIB, didampingi politisi PAN Dradjad Wibowo.

Begitu turun dari mobil, keduanya langsung masuk ke dalam gedung KPK tanpa memberikan keterangan kepada awak media.

Sementara, Amien Rais belum terlihat di KPK. Ia direncanakan bertemu pimpinan KPK untuk memberikan keterangan soal penyebutan namanya dalam sidang dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan yang menjerat mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari.

(baca: Amien Rais: Saya Tidak Pernah Tidak Jujur..., Saya Dididik Takut Allah)

Sementara di luar Gedung KPK, puluhan orang simpatisan Amien menggelar unjuk rasa.

Dalam orasinya, mereka mengkritik jaksa KPK yang menyebut Amien menerima uang Rp 600 juta dalam persidangan terhadap terdakwa mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (31/5/2017).

Menurut mereka, penyebutan nama Amien Rais tersebut sarat kepentingan politik.

"KPK sekarang sudah menjadi alat politik penguasa. Komisi Partisan Kekuasaan," ujar salah satu orator.

(baca: Jaksa Sebut Uang Kasus Korupsi Siti Fadilah Mengalir ke Rekening Amien Rais)

Sebelummya, nama Amien disebut dalam persidangan terhadap terdakwa Siti Fadilah Supari, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (31/5/2017).

Menurut jaksa, berdasarkan fakta persidangan, Amien Rais menerima enam kali pemberian uang yang jumlah totalnya sebesar Rp 600 juta.

Uang tersebut berasal dari keuntungan perusahaan swasta yang ditunjuk langsung oleh Siti Fadilah untuk menangani proyek pengadaan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan.

Amien menyebutkan bahwa kejadian pada Januari hingga Agustus 2007 lalu, berdasarkan ingatannya, dia mengaku menerima bantuan dana operasional dari Soetrisno Bachir. Soetrisno Bachir merupakan mantan Ketua Umum DPP PAN.

"Karena hal itu terjadi 10 tahun lalu, saya me-refresh memori saya. Pada waktu itu, Soetrisno Bachir mengatakan akan memberi bantuan untuk tugas operasional saya, untuk semua kegiatan sehingga tidak membebani pihak lain kalau saya pergi ke mana pun, travel, aksi, itu sudah kita sendiri yang bayar," kata Amien di kediamannya di Jalan Gandaria, Jakarta Selatan, Jumat (2/6/2017).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X