Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Momen Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf Bertemu Keluarga Brigadir J di Ruang Sidang

Kompas.com - 02/11/2022, 10:22 WIB
Irfan Kamil,
Novianti Setuningsih

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 12 orang saksi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan dalam sidang kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J untuk terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf hari ini, Rabu (2/11/2022).

Ke-12 saksi yang dihadirkan jaksa merupakan keluarga dari Brigadir J yang sebelumnya juga telah memberikan kesaksian pada sidang dengan terdakwa Richard Eliezer, Ferdy Sambo, dan Putri Candrawathi.

“Sidang dengan terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf dibuka dan terbuka untuk umum,” kata Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santosa membuka persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf tampak termenung ketika jaksa memanggil satu per satu keluarga Brigadir J masuk ke ruang sidang.

Baca juga: Giliran Kuat Maruf dan Ricky Rizal yang Bakal Bertemu Keluarga Brigadir J di Sidang

Kuat Ma'ruf duduk paling kanan kursi didampingi kuasa hukumnya. Sementara Ricky Rizal duduk di tengah di antara kuasa hukumnya yang persis di sebelah kuasa hukum Kuat.

Sementara itu, saksi yang hadir adalah ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat; Ibu Brigadir J Rosti Simanjuntak, dan kekasih Brigadir J, Vera Simanjuntak

Kemudian, adik Brigadir J, Mahareza Rizky Hutabarat; adik Brigadir J, Devianita Hutabarat; kakak Brigadir J, Yuni Artika Hutabarat; tante Brigadir J, Rohani Simanjuntak dan Roslin Emika Simanjuntak.

Lalu, ada juga tante Brigadir J, Sangga Parulian, Novita Sari Nadea dan Indra Manto Pasaribu.

Namun, pengacara Keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak terlihat belum tampak hadir dalam persidangan ini.

Baca juga: Sidang Bripka Ricky Rizal-Kuat Maruf Akan Digabung Mulai Pekan Depan

Dalam kasus ini, Ricky Rizal dan Kuat Mar'uf didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J bersama-sama dengan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan Richard Eliezer.

Kelimanya didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.

Khusus Ferdy Sambo, jaksa juga mendakwa mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri itu menghalangi penyidikan atau obstruction of justice dalam perkara tersebut.

Ferdy Sambo didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP, atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 Ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP.

Baca juga: Dalam Eksepsi, Bripka Ricky Rizal Minta Dibebaskan dan Perkara Tidak Dilanjutkan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com