Kompas.com - 24/03/2022, 12:17 WIB
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian tengah fokus melakukan pengungkapan berbagai kasus investasi bodong yang diduga merugikan para korban hingga ratusan miliar.

Selain jumlah kerugian yang besar, berbagai perkara itu menjadi perhatian karena melibatkan beberapa publik figur.

Influencer Indra Kesuma atau Indra Kenz menjadi tersangka karena perannya sebagai mitra aplikasi investasi ilegal Binomo.

Baca juga: Gara-gara Main Binomo, Saya Kehilangan Nyawa Anak Saya

Menyusul Doni Muhammad Taufik atau Doni Salmanan yang juga menjadi tersangka untuk investasi bodong dengan aplikasi Quotex.

Dari berbagai kasus yang sedang ditangani pihak kepolisian, ada kesamaan modus yang dipakai para pelaku, iming-iming keuntungan besar tanpa kerugian.

Investasi bodong Binomo

Perkara bermula ketika 8 orang korban mendatangi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk memberikan laporan pada 3 Februari 2022.

Para korban yang diwakili oleh Maru Unazara mengeklaim kerugian mereka dari investasi bodong aplikasi Binomo mencapai Rp 2,4 miliar.

Tak hanya melaporkan aplikasinya, para korban juga melaporkan pemilik dan sejumlah mitra yang turut mempromosikan aplikasi trading itu.

Baca juga: Sosok Guru Indra Kenz di Binomo, Cetak Buku hingga Buka Kursus Eksekutif dengan Biaya Rp 7 Juta

Setelah laporan disampaikan para korban, Indra Kenz sempat melaporkan kembali para korban tersebut atas dugaan pencemaran nama baik.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Brigadir Jenderal (Brigjen) Whisnu Hermawan menjelaskan, laporan Indra ditunda pihak kepolisian karena masih melakukan penyelidikan atas perkara Binomo.

Pada 24 Februari 2022, Indra ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

Empat rekeningnya diblokir, asetnya disita, dan polisi terus melacak dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukannya.

Tercatat total aset Indra yang telah disita senilai Rp 43,5 miliar.

Kerugian korban aplikasi Quotex

Doni Salmanan menjadi tersangka dalam dugaan investasi bodong melalui aplikasi Quotex pada 8 Maret 2022.

Ia dilaporkan oleh seseorang berinisial RA pada 3 Februari 2022 dengan tudingan judi online, penyebaran berita bohong dan pencucian uang.

Bareskrim Polri langsung melakukan penahanan pada Doni setelah statusnya jadi tersangka.

Baca juga: Diperiksa sebagai Saksi Kasus Quotex Doni Salmanan, Rizky Billar Dicecar 19 Pertanyaan

Hal itu dilakukan karena dikhawatirkan Doni akan kabur, atau berupaya menghilangkan barang bukti.

Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) I Direktorat Tindak Pidana Siber Polri Komisaris Besar (Kombes) Reinhard Hutagaol menjelaskan, sebagai mitra aplikasi Quotex, Doni selalu mengajak korban untuk melakukan investasi bersama agar meraih kemenangan.

Kenyataannya, tidak ada orang yang pernah mendapat untung dalam investasi di aplikasi tersebut.

Reinhard pun mengungkapkan, Doni diduga menerima 80 persen profit dari kekalahan member.

Bahkan terdapat 25.000 orang yang memakai kode referral Doni dalam aplikasi Quotex.

Pihak kepolisian telah menyita sejumlah aset milik Doni dengan nilai Rp 64 miliar.

Fahrenheit dan 100 orang korban

Berbeda dengan dua aplikasi sebelumnya, Fahrenheit merupakan robot trading yang disebut bisa membawa keuntungan untuk investornya.

Perkara ini bermula dari 100 orang korban yang melaporkan robot trading tersebut ke Polda Metro Jaya karena telah mengalami kerugian.

Pihak kepolisian lantas menangkap empat tersangka yaitu D, IL, DB dan MF di dua lokasi berbeda yaitu Taman Anggrek, Jakarta Barat dan Alam Sutera, Tangerang.

Baca juga: Penahanan Bos Robot Trading Fahrenheit yang Rugikan Korbannya Ratusan Miliar Rupiah

Lalu Selasa (22/3/2022) dini hari Bareskrim Polri menetapkan pengelola Fahrenheit, Hendry Susanto sebagai tersangka dan melakukan penahanan.

Modus investasi bodong ini adalah menawarkan robot untuk mengelola uang member sehingga tidak akan mendapatkan kerugian.

Kemudian, Fahrenheit sendiri memiliki slogan D4 yaitu duduk, diam, dapat duit.

Kasubdit V Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Ma’mun mengungkapkan, kerugian korban mencapai ratusan miliar.

Pemilik Evotrade ditangkap

Bareskrim Polri meringkus pemilik robot trading Evotrade, Anang Diantoko, Minggu (20/3/2022).

Hal itu disampaikan Whisnu Hermawan dalam keterangannya pada wartawan, Rabu.

Anang sempat berstatus sebagai buron setelah enam anak buahnya ditangkap pada 19 Januari 2022.

Baca juga: Sempat Buron, Pemilik Robot Trading Evotrade Ditangkap

Rekannya yaitu Andi Muhammad Agung telah diciduk pada 24 Januari 2022 di Kebon Kacang, Jakarta Pusat.

Dari Andi, polisi menyita uang senilai Rp 12 miliar dan sejumlah aset lainnya.

Dalam perkara ini para tersangka menjanjikan para korban keuntungan 2 sampai 10 persen.

Para member juga dijanjikan akan mendapatkan bonus jika bisa mengajak orang lain untuk menjadi member.

Pihak kepolisian mengatakan jumlah member Evotrade mencapai 3.000 orang yang tersebar di Surabaya, Malang, Jakarta, Bali dan Aceh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejagung Periksa 3 Karyawan Waskita Karya soal Dugaan Korupsi Terkait Waskita Beton Precast

Kejagung Periksa 3 Karyawan Waskita Karya soal Dugaan Korupsi Terkait Waskita Beton Precast

Nasional
Jokowi Sebut Penyaluran BLT BBM Capai 96,6 Persen

Jokowi Sebut Penyaluran BLT BBM Capai 96,6 Persen

Nasional
KPK Dalami Penggunaan 'Private Jet' Lukas Enembe dan Keluarga

KPK Dalami Penggunaan "Private Jet" Lukas Enembe dan Keluarga

Nasional
Terima Suap, Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Divonis 6 Tahun Penjara

Terima Suap, Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Divonis 6 Tahun Penjara

Nasional
Profil Febri Diansyah, Eks Jubir KPK yang Kini Jadi Pengacara Putri Candrawathi di Kasus Ferdy Sambo

Profil Febri Diansyah, Eks Jubir KPK yang Kini Jadi Pengacara Putri Candrawathi di Kasus Ferdy Sambo

Nasional
Jokowi Blusukan ke Pasar, Pedagang Minta Harga Bahan Pokok Jangan Dinaikkan

Jokowi Blusukan ke Pasar, Pedagang Minta Harga Bahan Pokok Jangan Dinaikkan

Nasional
Bareskrim Usut Kasus Penipuan Robot Trading Mark AI, Kerugian Korban Diduga Rp 25 Miliar

Bareskrim Usut Kasus Penipuan Robot Trading Mark AI, Kerugian Korban Diduga Rp 25 Miliar

Nasional
7 Juta Orang Sudah Terima BSU, Jokowi Perintahkan Percepat Penyalurannya

7 Juta Orang Sudah Terima BSU, Jokowi Perintahkan Percepat Penyalurannya

Nasional
Nilai Wajah Cemberut Puan Pengaruhi Persepsi Publik, Pengamat: Gesturnya Masih Elite

Nilai Wajah Cemberut Puan Pengaruhi Persepsi Publik, Pengamat: Gesturnya Masih Elite

Nasional
Granat-Amunisi yang Ditemukan di Bekasi Milik Mendiang Perwira TNI AU

Granat-Amunisi yang Ditemukan di Bekasi Milik Mendiang Perwira TNI AU

Nasional
Bakal Bela Putri Candrawathi dalam Sidang, Eks Jubir KPK Febri Diansyah Janji Obyektif

Bakal Bela Putri Candrawathi dalam Sidang, Eks Jubir KPK Febri Diansyah Janji Obyektif

Nasional
ICW Dorong KPK Jemput Paksa hingga Tahan Lukas Enembe

ICW Dorong KPK Jemput Paksa hingga Tahan Lukas Enembe

Nasional
Eks Pegawai KPK Rasamala Aritonang Juga Gabung Jadi Tim Kuasa Hukum Ferdy Sambo

Eks Pegawai KPK Rasamala Aritonang Juga Gabung Jadi Tim Kuasa Hukum Ferdy Sambo

Nasional
HUT Ke-77 Pertambangan dan Energi, MIND ID Terapkan Smart Operation

HUT Ke-77 Pertambangan dan Energi, MIND ID Terapkan Smart Operation

Nasional
Hari Ini, Polri Gelar Sidang Etik Kombes Murbani Terkait Kasus Brigadir J

Hari Ini, Polri Gelar Sidang Etik Kombes Murbani Terkait Kasus Brigadir J

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.