Komnas Perempuan Minta Revisi UU ITE Lindungi Perempuan Korban Kejahatan Siber

Kompas.com - 10/03/2021, 11:05 WIB
Ilustrasi UU ITE Kompas.com/Wahyunanda KusumaIlustrasi UU ITE
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Komnas Perempuan Mariana Amirudiin mengusulkan revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) memasukkan perlindungan pada perempuan korban kekerasan berbasis gender di ruang siber (KBGS)

Mariana menjelaskan, berdasarkan data Komnas Perempuan, kasus kekerasan berbasis gender di ruang siber meningkat hampir tiga kali lipat di sepanjang tahun 2020.

Secara detail, terdapat 241 kasus kekerasan berbasis gender di ruang siber pada 2019. Angka ini meningkat menjadi 940 kasus pada 2020.

"Kami merekomendasikan supaya ada kebijakan yang betul-betul melindungi aturan tentang internet dan segala hal yang berdimensi online. Atau seperti UU ITE kalau memang akan direvisi penting memasukan perlidungan pada korban kekerasan berbasis gender melalui siber ini," ucap Mariana kepada Kompas.com, Rabu (10/2/2021).

Baca juga: Revisi UU ITE Tak Masuk Prolegnas Prioritas 2021, Safenet Pertanyakan Skala Prioritas Pemerintah-DPR

Mariana menjelaskan bahwa kekerasan berbasis gender di ruang siber yang paling sering dilakukan adalah penyebaran konten intim yang dilakukan pelaku untuk mengitimidasi korban, yakni perempuan.

“Biasanya itu penyebaran konten intim di sosial media untuk tujuan intimidasi pada perempuan. Jadi perempuan dipermalukan agar mau menurut pada pelakuknya. Ini banyak terjadi pada perempuan di usia produktif,” tutur Mariana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam data Komnas Perempuan, peningkatan kasus kekerasan perempuan juga terjadi pada kasus dispensasi perkawinan anak.

Pada 2019 terdapat 23.126 kasus perkawinan anak. Angka ini mengalami peningkatan secara signifikan pada 2020 menjadi 64.221 kasus.

"Di masa pandemi Covid-19 ini kasus perceraian memang berkurang, tapi di sisi lain kenapa perkawinan malah semakin banyak. Artinya banyak orang tua menikahkan anaknya di usia muda yang kami tidak ketahui faktornya apa," kata dia.

Baca juga: Revisi UU ITE Tak Masuk Prolegnas Prioritas 2021, Safenet: Mengecewakan

Mariana menuturkan, kebanyakan faktor perkawinan anak terjadi karena beberapa alasan, salah satunya adalah perkawinan di usia muda.

"Mungkin karena kehamilan yang tidak diinginkan di usia anak, karena mungkin untuk mencegah rasa malu, atau daripada berzina mereka dinikahkan," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sosok Ali Kalora, Pemimpin Kelompok Teroris Poso yang Dikabarkan Tewas

Sosok Ali Kalora, Pemimpin Kelompok Teroris Poso yang Dikabarkan Tewas

Nasional
Muhammad Kece Diduga Dianiaya Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim Polri

Muhammad Kece Diduga Dianiaya Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim Polri

Nasional
Teroris Poso Ali Kalora dan Jaka Ramadhan Tewas dalam Baku Tembak

Teroris Poso Ali Kalora dan Jaka Ramadhan Tewas dalam Baku Tembak

Nasional
Spesifikasi Kapal Perang Arrowhead-140 yang Akan Dibuat Indonesia dengan Desain dari Inggris

Spesifikasi Kapal Perang Arrowhead-140 yang Akan Dibuat Indonesia dengan Desain dari Inggris

Nasional
UPDATE 18 September: Sebaran 3.385 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Jawa Timur

UPDATE 18 September: Sebaran 3.385 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Jawa Timur

Nasional
UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Mencapai 21,47 Persen

UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Mencapai 21,47 Persen

Nasional
UPDATE: 276.094 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 5,79 Persen

UPDATE: 276.094 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 5,79 Persen

Nasional
UPDATE 18 September: Ada 364.144 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 18 September: Ada 364.144 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: Bertambah 7.076, Total Kasus Sembuh dari Covid-19 Kini 3.983.140

UPDATE: Bertambah 7.076, Total Kasus Sembuh dari Covid-19 Kini 3.983.140

Nasional
UPDATE 18 September: 65.066 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 18 September: 65.066 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 18 September: Bertambah 185, Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia Jadi 140.323

UPDATE 18 September: Bertambah 185, Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia Jadi 140.323

Nasional
UPDATE: Bertambah 3.385 Orang, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.188.529

UPDATE: Bertambah 3.385 Orang, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.188.529

Nasional
Indonesia Akan Bangun 2 Unit Kapal Frigate dari Desain Babcock Inggris

Indonesia Akan Bangun 2 Unit Kapal Frigate dari Desain Babcock Inggris

Nasional
Menkes Optimistis Suntikan Vaksin Covid-19 Capai 2 Juta Dosis Sehari pada September

Menkes Optimistis Suntikan Vaksin Covid-19 Capai 2 Juta Dosis Sehari pada September

Nasional
Pemerintah Diminta Bersikap Tegas soal Pembangunan Kapal Selam Nuklir Australia

Pemerintah Diminta Bersikap Tegas soal Pembangunan Kapal Selam Nuklir Australia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.