Wapres Harap NU Lakukan Perubahan Berskala Internasional

Kompas.com - 15/09/2020, 21:23 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin selaku ketua harian KNEKS dalam acara GIFA Award Advocay 2020 yang digelar secara virtual dari Islamabad, Pakistan, Senin (14/9/2020). Dok. KIP/SetwapresWakil Presiden Maruf Amin selaku ketua harian KNEKS dalam acara GIFA Award Advocay 2020 yang digelar secara virtual dari Islamabad, Pakistan, Senin (14/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap, Nahdlatul Ulama (NU) dapat melakukan perubahan tidak hanya berskala nasional tetapi juga internasional.

Hal tersebut disampaikan Ma'ruf saat membuka webinar yang diselenggarakan Pengurus Syuriah Cabang Istimewa NU (PCINU) bertajuk Diplomasi Santri dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia secara virtual, Selasa (15/7/2020).

Ma'ruf mengatakan, NU merupakan organisasi perubahan. Adapun perubahan atau perbaikan yang dilakukan NU menyangkut aspek-aspek keagamaan dan kemasyarakatan.

"Perubahan yang dilakukan itu tak hanya bersifat nasional tapi juga global dan memang sebenarnya NU didirikan bukan hanya untuk kepentingan nasional tapi juga internasional," kata Ma'ruf.

Baca juga: Doa NU untuk Tenaga Kesehatan di Indonesia...

Hal tersebut, kata dia, terlihat jelas dari lambang NU yang bermakna bahwa NU juga harus meng-NU-kan dunia.

Sebab, menurut dia, saat ini NU sudah dikenal di dunia tetapi apa yang menjadi ajarannya belum dapat meng-NU-kan dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh karena itu, kata dia, hal tersebut menjadi salah satu tantangan bagaimana pada periode 100 tahun kedua nanti dapat mengglobalkan Nahdlatul Ulama.

"Kita bagi dua per 100 tahun. Kalau 100 tahun pertama kita lebih banyak berkiprah dalam negeri secara nasional, karena tiap 100 tahun ada orang-orang melakukan perbaikan maka diharapkan 100 tahun kedua NU berkiprah di dunia global," kata Ma'ruf.

Selain memiliki tugas-tugas untuk membuat perbaikan secara nasional, kata dia, NU juga memiliki tugas-tugas global, antara lain dalam rangka menata kehidupan baru secara global, mulai dari banyaknya konflik hingga kesulitan ekonomi akibat resesi.

"Sehingga perlu adanya kerja sama global lebih baik lagi. NU punya paradigma yang sangat baik, terutama dalam menyelesaikan konflik-konflik, yaitu prinsip ukhuwah Islamiyah, wathoniah (persaudaraan sesama bangsa) dan insaniyah (persaudaraan seluruh umat manusia," kata dia.

Baca juga: NU Sebut Masyarakat Bisa Jadi Pahlawan bagi Sesama jika Terapkan Protokol Kesehatan

Ma'ruf pun menginginkan agar peranan NU di dunia internasional benar-benar dapat mengamalkan perbaikan kemanusiaan.

Sebab, menurut dia, tugas NU tidak sekadar melakukan pertemuan tetapi juga bertugas untuk melakukan berbagai perbaikan.

"Saya berharap prinsip-prinsip dasar dan semangat ke-NU-an serta misi ke-NU-an yang tidak hanya nasional tapi juga global dapat kita wujudkan terutama para NU yang ada di berbagai negara, yaitu PCNU internasional di luar negeri mengambil peran lebih besar," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Diminta Jelaskan Aturan Makan 20 Menit, Puan Nilai Agar Tak Jadi Lelucon

Pemerintah Diminta Jelaskan Aturan Makan 20 Menit, Puan Nilai Agar Tak Jadi Lelucon

Nasional
Kasus Aa Umbara, KPK Dalami Aliran Uang dari Kontraktor Proyek Bansos

Kasus Aa Umbara, KPK Dalami Aliran Uang dari Kontraktor Proyek Bansos

Nasional
Polri: Pengawasan Waktu Makan 20 Menit Tugas Satgas Covid-19

Polri: Pengawasan Waktu Makan 20 Menit Tugas Satgas Covid-19

Nasional
Kebijakan Migrasi ke TV Digital di Tengah Pandemi Dinilai Memberatkan

Kebijakan Migrasi ke TV Digital di Tengah Pandemi Dinilai Memberatkan

Nasional
Statuta UI Baru Dianggap Cacat Formil, Dewan Guru Besar Desak Jokowi Cabut

Statuta UI Baru Dianggap Cacat Formil, Dewan Guru Besar Desak Jokowi Cabut

Nasional
PPKM Diperpanjang, Pemerintah Diminta Pastikan Bantuan Tunai Tepat Waktu dan Tepat Sasaran

PPKM Diperpanjang, Pemerintah Diminta Pastikan Bantuan Tunai Tepat Waktu dan Tepat Sasaran

Nasional
Jokowi Luncurkan Core Values ASN, Gus Halim: Ini Bagus untuk Tingkatkan Kemampuan

Jokowi Luncurkan Core Values ASN, Gus Halim: Ini Bagus untuk Tingkatkan Kemampuan

Nasional
Jokowi: Mahasiswa Bisa Belajar kepada Siapa Saja, di Mana Saja

Jokowi: Mahasiswa Bisa Belajar kepada Siapa Saja, di Mana Saja

Nasional
Wamenag Minta Penyuluh Agama Tingkatkan Edukasi tentang Pentingnya Pencegahan Penularan Covid-19

Wamenag Minta Penyuluh Agama Tingkatkan Edukasi tentang Pentingnya Pencegahan Penularan Covid-19

Nasional
Periksa Plt Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya, KPK Dalami Pembahasan Anggaran Pengadaan Lahan di Munjul

Periksa Plt Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya, KPK Dalami Pembahasan Anggaran Pengadaan Lahan di Munjul

Nasional
Jokowi Minta Kampus Didik Mahasiswa dengan Kurikulum Industri, Bukan Dosen

Jokowi Minta Kampus Didik Mahasiswa dengan Kurikulum Industri, Bukan Dosen

Nasional
Indonesia Kembali Terima Bahan Baku Vaksin Sinovac, Jumlahnya 21,2 Juta Dosis

Indonesia Kembali Terima Bahan Baku Vaksin Sinovac, Jumlahnya 21,2 Juta Dosis

Nasional
'Jika KPK Tak Laksanakan Tindakan Korektif, Ini Pertunjukan Buruk pada Rakyat'

"Jika KPK Tak Laksanakan Tindakan Korektif, Ini Pertunjukan Buruk pada Rakyat"

Nasional
Jokowi: Saat ini Kita Harus Menanggung Beban Berat Akibat Pandemi

Jokowi: Saat ini Kita Harus Menanggung Beban Berat Akibat Pandemi

Nasional
KPAI Minta Pemerintah Perhatikan Anak Yatim Piatu akibat Covid-19

KPAI Minta Pemerintah Perhatikan Anak Yatim Piatu akibat Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X