Salin Artikel

Wapres Harap NU Lakukan Perubahan Berskala Internasional

Hal tersebut disampaikan Ma'ruf saat membuka webinar yang diselenggarakan Pengurus Syuriah Cabang Istimewa NU (PCINU) bertajuk Diplomasi Santri dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia secara virtual, Selasa (15/7/2020).

Ma'ruf mengatakan, NU merupakan organisasi perubahan. Adapun perubahan atau perbaikan yang dilakukan NU menyangkut aspek-aspek keagamaan dan kemasyarakatan.

"Perubahan yang dilakukan itu tak hanya bersifat nasional tapi juga global dan memang sebenarnya NU didirikan bukan hanya untuk kepentingan nasional tapi juga internasional," kata Ma'ruf.

Hal tersebut, kata dia, terlihat jelas dari lambang NU yang bermakna bahwa NU juga harus meng-NU-kan dunia.

Sebab, menurut dia, saat ini NU sudah dikenal di dunia tetapi apa yang menjadi ajarannya belum dapat meng-NU-kan dunia.

Oleh karena itu, kata dia, hal tersebut menjadi salah satu tantangan bagaimana pada periode 100 tahun kedua nanti dapat mengglobalkan Nahdlatul Ulama.

"Kita bagi dua per 100 tahun. Kalau 100 tahun pertama kita lebih banyak berkiprah dalam negeri secara nasional, karena tiap 100 tahun ada orang-orang melakukan perbaikan maka diharapkan 100 tahun kedua NU berkiprah di dunia global," kata Ma'ruf.

Selain memiliki tugas-tugas untuk membuat perbaikan secara nasional, kata dia, NU juga memiliki tugas-tugas global, antara lain dalam rangka menata kehidupan baru secara global, mulai dari banyaknya konflik hingga kesulitan ekonomi akibat resesi.

"Sehingga perlu adanya kerja sama global lebih baik lagi. NU punya paradigma yang sangat baik, terutama dalam menyelesaikan konflik-konflik, yaitu prinsip ukhuwah Islamiyah, wathoniah (persaudaraan sesama bangsa) dan insaniyah (persaudaraan seluruh umat manusia," kata dia.

Ma'ruf pun menginginkan agar peranan NU di dunia internasional benar-benar dapat mengamalkan perbaikan kemanusiaan.

Sebab, menurut dia, tugas NU tidak sekadar melakukan pertemuan tetapi juga bertugas untuk melakukan berbagai perbaikan.

"Saya berharap prinsip-prinsip dasar dan semangat ke-NU-an serta misi ke-NU-an yang tidak hanya nasional tapi juga global dapat kita wujudkan terutama para NU yang ada di berbagai negara, yaitu PCNU internasional di luar negeri mengambil peran lebih besar," ucap dia.

https://nasional.kompas.com/read/2020/09/15/21230301/wapres-harap-nu-lakukan-perubahan-berskala-internasional

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polri: Hoaks, Video Tentara China Dijemput Mobil Polisi

Polri: Hoaks, Video Tentara China Dijemput Mobil Polisi

Nasional
Ribuan Anak Indonesia Idap Kanker Sepanjang 2022, Paling Banyak Leukimia

Ribuan Anak Indonesia Idap Kanker Sepanjang 2022, Paling Banyak Leukimia

Nasional
Kunjungi Menhan Turki, Prabowo Tandatangani Rencana Aksi Kerja Sama Pertahanan

Kunjungi Menhan Turki, Prabowo Tandatangani Rencana Aksi Kerja Sama Pertahanan

Nasional
Kementerian KP Latih Peserta Didik lewat Festival Kewirausahaan

Kementerian KP Latih Peserta Didik lewat Festival Kewirausahaan

Nasional
Anak Buah Sambo Beberkan Budaya Sulit Tolak Perintah Atasan, Kompolnas: Sekarang Bukan Zaman Orde Baru

Anak Buah Sambo Beberkan Budaya Sulit Tolak Perintah Atasan, Kompolnas: Sekarang Bukan Zaman Orde Baru

Nasional
IDAI: Kelebihan Nutrisi Tingkatkan Risiko Kanker pada Anak

IDAI: Kelebihan Nutrisi Tingkatkan Risiko Kanker pada Anak

Nasional
Gelar International Collaboration: Students Industry Networking, Kementerian KP Perkuat Jejaring Internasional untuk Pendidikan

Gelar International Collaboration: Students Industry Networking, Kementerian KP Perkuat Jejaring Internasional untuk Pendidikan

Nasional
Kasatgas Penyidikan KPK Tri Suhartanto kembali ke Polri

Kasatgas Penyidikan KPK Tri Suhartanto kembali ke Polri

Nasional
Terjebak Asmara dengan Pemohon Cerai, Hakim MY Diberhentikan dengan Tidak Hormat

Terjebak Asmara dengan Pemohon Cerai, Hakim MY Diberhentikan dengan Tidak Hormat

Nasional
Pengamat Sebut Peluang Anies-RK Terbuka Setelah Ketum Nasdem dan Golkar Bertemu

Pengamat Sebut Peluang Anies-RK Terbuka Setelah Ketum Nasdem dan Golkar Bertemu

Nasional
Jaksa Agung Ingatkan Jajarannya Disiplin dan Terapkan Pola Hidup Sederhana

Jaksa Agung Ingatkan Jajarannya Disiplin dan Terapkan Pola Hidup Sederhana

Nasional
Tiga 'Streamer' Pornografi Ini Raup Rp 30-40 Juta Per Bulan

Tiga 'Streamer' Pornografi Ini Raup Rp 30-40 Juta Per Bulan

Nasional
Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Turun, Wapres: Tentu Akan Kita Teliti

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Turun, Wapres: Tentu Akan Kita Teliti

Nasional
Sampaikan Pembelaan, Anak Buah Sambo: Saya Hanya Anak Buruh Pabrik, Bermimpi Jadi Polisi pun Tak Berani

Sampaikan Pembelaan, Anak Buah Sambo: Saya Hanya Anak Buruh Pabrik, Bermimpi Jadi Polisi pun Tak Berani

Nasional
Didatangi 3 Kali Keluarga Lukas Enembe, Komnas HAM Lakukan Koordinasi dengan KPK

Didatangi 3 Kali Keluarga Lukas Enembe, Komnas HAM Lakukan Koordinasi dengan KPK

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.