Survei Internal BPN, Jokowi Masih Unggul, tapi Tak Sampai 10 Persen

Kompas.com - 21/03/2019, 07:44 WIB
Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) menyapa pendukung saat akan menyampaikan pidato kebangsaan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (14/1/2019). Prabowo-Sandiaga menyampaikan pidato kebangsaan dengan tema Indonesia Menang yang merupakan tagline visi dan misinya. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTACalon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) menyapa pendukung saat akan menyampaikan pidato kebangsaan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (14/1/2019). Prabowo-Sandiaga menyampaikan pidato kebangsaan dengan tema Indonesia Menang yang merupakan tagline visi dan misinya.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Imelda Sari, menyebut elektabilitas kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden saat ini terpaut tipis dengan selisih di bawah 10 persen.

Hal tersebut berdasarkan hasil survei internal BPN.

Imelda menyebut, pasangan rival Joko Widodo-Ma'ruf Amin memang masih unggul.

Namun ia meyakini dalam sisa waktu kampanye yang kurang dari satu bulan ini, Prabowo-Sandi bisa menyalip elektabilitas petahana.

"Kalau dari posisi survei yang kita lihat memang cukup ketat angkanya. Selisihnya cukup kecil. Kalau survei Litbang Kompas (selisihnya) 11 persen, kami di bawah 10 persen," kata Imelda dalam diskusi 'mengukur berbagai hasil survei' di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Baca juga: Tak Percaya Survei Kompas, Fadli Zon Yakin Prabowo-Sandi Sudah Unggul

Imelda menanggapi survei Litbang Kompas pada 22 Februari-5 Maret 2019 yang menunjukkan penurunan elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf dan kenaikan elektabilitas Prabowo-Sandi.

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf turun 3,4 persen, dari 52,6 persen di Oktober 2018 menjadi 49,2 persen.

Di sisi lain, Prabowo-Sandi mengalami kenaikan 4,7 persen, dari 32,7 persen menjadi 37,4 persen. Selisih suara antara kedua pasangan menyempit menjadi 11,8 persen.

Baca juga: Jokowi Bersyukur Ada Survei yang Tak Menguntungkan, Ini Sebabnya...

Imelda mengaku pihaknya akan menjadikan survei Litbang Kompas tersebut sebagai masukan. Namun, BPN tetap akan menjadikan survei internal sebagai rujukan utama.

"Dengan adanya survei yang terakhir dari Kompas ini, tentu apa yang kita lihat dari survei Kompas ini bisa kita jadikan rujukan untuk memotret pada awal Maret," ujar Imelda.

Imelda menilai bisa jadi saat ini elektabilitas Prabowo-Sandi sudah jauh lebih meningkat dibandingkan dengan yang terpotret dari survei Litbang Kompas.

Baca juga: Survei Litbang Kompas: PDI-P 26,9 Persen, Gerindra 17 Persen

Sebab, survei Litbang Kompas dilakukan pada akhir Februari hingga awal Maret.

Banyak peristiwa yang tak terekam dalam survei, seperti tertangkapnya Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy hingga debat pilpres ketiga antara Ma'ruf Amin dan Sandiaga.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X