Jokowi Bersyukur Ada Survei yang Tak Menguntungkan, Ini Sebabnya...

Kompas.com - 20/03/2019, 20:49 WIB
Calon Presiden petahana Nomor Urut 01 Joko Widodo bersiap menyampaikan pengarahan dalam Konsolidasi H-30 Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (17/3/2019). Kegiatan yang diikuti kepala daerah dan pimpinan DPRD tingkat provinsi dari seluruh partai pendukung tersebut untuk membahas strategi pemenangan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan K.H. Maruf Amin. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.SIGID KURNIAWAN Calon Presiden petahana Nomor Urut 01 Joko Widodo bersiap menyampaikan pengarahan dalam Konsolidasi H-30 Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (17/3/2019). Kegiatan yang diikuti kepala daerah dan pimpinan DPRD tingkat provinsi dari seluruh partai pendukung tersebut untuk membahas strategi pemenangan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan K.H. Maruf Amin. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo cukup bersyukur dengan dirilisnya survei elektabilitas kandidat Pemilu 2019 oleh Litbang Kompas.

Jokowi berpendapat bahwa dengan dirilisnya hasil survei dengan hasil kurang baik bagi pihaknya, dapat menjadi pelecut bagi mesin politiknya menjadi lebih bekerja keras lagi.

"Justru kalau saya, hasil (survei) yang baik justru bisa melemahkan kita. Justru menjadikan kita ini tidak waspada. Tetapi kalau hasil survei yang tidak baik atau kecil, malah mendorong, memicu seluruh unsur, relawan, kader partai untuk bekerja lebih militan lagi," ujar Jokowi saat dijumpai di Kantor DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (20/3/2019).

Diketahui survei terbaru Litbang Kompas yang digelar 22 Februari-5 Maret 2019, menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 49,2 persen. Sementara, elektabilitas Prabowo-Sandiaga 37,4 persen. Adapun 13,4 persen responden masih menjawab rahasia.


Baca juga: Penyebab Elektabilitas Jokowi-Maruf Turun Menurut Litbang Kompas

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dalam survei ini turun dibandingkan survei Litbang Kompas di Oktober 2018 lalu. Sebaliknya, elektabilitas Prabowo-Sandiaga naik dibandingkan survei lalu pada waktu yang sama. Selisih elektabilitasnya saat ini semakin kecil menjadi 11,8 persen.

Jokowi tidak spesifik mengarahkan pernyataannya tersebut kepada Litbang Kompas. Tapi, lebih kepada hasil survei sejumlah lembaga survei yang sudah dirilis ke publik.

" Survei kan banyak sekali. Ada berapa, mungkin lebih dari 10," ujar Jokowi.

Ia menegaskan, pihaknya memperhatikan seluruh hasil survei sejumlah lembaga. Apapun hasilnya, hasil survei itu akan digunakan untuk evaluasi kerja internal. Kinerja yang kurang baik ditingkatkan. Adapun kinerja yang sudah baik, dipertahankan.

"Semuanya kita pakai untuk evaluasi, untuk koreksi. Untuk memacu bekerja lebih baik lagi," lanjut dia.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X