Muhaimin Nilai Jokowi Masih Punya Waktu Tingkatkan Elektabilitas

Kompas.com - 26/11/2018, 10:39 WIB
Calon presiden nomor urut 1 Joko Widodo saat berswafoto dengan latar belakang lautan massa di acara gerak jalan sehat di pusat kota Bandar Lampung, Sabtu (24/11/2018).Agus Suparto/Fotografer Kepresidenan Calon presiden nomor urut 1 Joko Widodo saat berswafoto dengan latar belakang lautan massa di acara gerak jalan sehat di pusat kota Bandar Lampung, Sabtu (24/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengakui elektabilitas Calon Presiden yang diusung partainya, Joko Widodo, masih belum optimal di sejumlah daerah.

Beberapa di antaranya ialah di Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Banten.

Namun, ia meyakini, Jokowi punya cukup waktu untuk mendongkrak elektabilitasnya di daerah-daerah tersebut.

Baca juga: Upaya Jokowi Menang di Sumatera Selatan...

Ia menambahkan, tim kampanye telah mengkoordinasikan para calon anggota legislatif (caleg) partai pengusung untuk mengkampanyekan Jokowi lebih masif.

"Sekarang semua caleg, semua perangkat partai, harus dikontrol. Harus diberi target. Harus diberi time schedule yang tepat. Insya Allah masih banyak waktu," kata Cak Imin, sapaannya, saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Mingu (25/11/2018).

Baca juga: Presiden Jokowi Tegur Petani yang Kampanyekan Dirinya

Menurut Cak Imin, ada pula potensi elektabilitas pasangan calon Jokowi-Ma'ruf Amin naik di provinsi tertentu. Di antaranya, yakni Banten yang menjadi tanah kelahiran Ma'ruf.

Saat ditanya mengapa elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Banten belum optimal, Muhaimin menyatakan masih ada sejumlah evaluasi di sana.

"Karena mungkin belum gerak aja. Hari ini tadi kami koordinasi dengan Kiai Ma'ruf mulai gerak sekarang. Turun," lanjut Wakil Ketua MPR itu.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jaksa Anggap Romahumuziy Terlalu Terlibat Teknis Seleksi Jabatan di Kemenag

Jaksa Anggap Romahumuziy Terlalu Terlibat Teknis Seleksi Jabatan di Kemenag

Nasional
Tim Hukum Anggap Polemik Status Cawapres Ma'ruf Amin Sudah Selesai

Tim Hukum Anggap Polemik Status Cawapres Ma'ruf Amin Sudah Selesai

Nasional
Jaksa Heran Romahurmuziy Tak Segera Laporkan Penerimaan Uang Rp 250 Juta ke KPK

Jaksa Heran Romahurmuziy Tak Segera Laporkan Penerimaan Uang Rp 250 Juta ke KPK

Nasional
Menag Tak Tahu soal Anggapan Pasang Badan Perjuangkan Haris Hasanuddin

Menag Tak Tahu soal Anggapan Pasang Badan Perjuangkan Haris Hasanuddin

Nasional
Kode 'B1' dari Romahurmuziy untuk Menteri Agama Lukman Hakim...

Kode "B1" dari Romahurmuziy untuk Menteri Agama Lukman Hakim...

Nasional
TKN: Bisa Jadi yang Masih Demo di MK Hanya Cari Panggung Politik

TKN: Bisa Jadi yang Masih Demo di MK Hanya Cari Panggung Politik

Nasional
Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Nasional
Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Nasional
Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Nasional
Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Nasional
Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Nasional
Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Nasional
Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Nasional
Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Nasional
Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Nasional

Close Ads X