Kompas.com - 17/02/2018, 20:17 WIB
Sekjen PDI-Perjuangan Hasto Kristianto saat menjadi saksi kasus dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa Alfian Tanjung, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu  (7/2/2018). Kompas.com/David Oliver PurbaSekjen PDI-Perjuangan Hasto Kristianto saat menjadi saksi kasus dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa Alfian Tanjung, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (7/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PDI Perjuangan membuka kemungkinan berkonsolidasi dengan partai-partai yang baru bergabung dalam Pemilu 2019.

Ada empat partai pendatang baru yang meramaikan kontestasi politik tahun depan, yakni Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Berkarya, dan Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda).

"Termasuk partai-partai baru tentu saja dialog akan dilakukan, mengingat spirit PDI-P adalah semangat gotong royong," ujar Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto di Jakarta, Sabtu (17/2/2018).

Hasto mengatakan, Indonesia dibangun dengan sejarah panjang perjuangan bersama berbagai elemen.

Oleh karena itu, komunikasi politik juga akan dibangun dengan semua pihak. Namun, mengenai pasangan calon presiden dan wakilnya yang diusung PDI-P masih menjadi misteri.

(Baca juga: Tanggapan PDI-P terkait Isu Politik yang Menerpanya di Pilkada Jateng)

Menurut Hasto, hal tersebut akan disampaikan pada momentum yang tepat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hal itu menjadi kewenangan bu Megawati," kata Hasto.

Hasto mengatakan, tradisi yang dibangun Ketua Umum PDI-P itu yakni selalu memberi kesempatan pada kepala daerah, termasuk presiden yang mempu membangun komitmen kerakyatan.

Hasto mencontohkan Presiden Joko Widodo yang sering blusukan di tengah rakyat.

"Kita tahu respon, dukungan, antusiasme rakyat tersebut sehingga itu jadi sinyal baik bahwa pemimpin sejatinya mendapat dukungan dari rakyat sebagai pihak dengan mandat tertinggi untuk menentukan calon pemimpin," kata Hasto.

Hasto mengatakan, partai politik pengusung pemerintah saat ini juga masing-masing sedang melakukan konsolidasi internal. Beberapa partai pendukung tengah berbenah di internal dalam pergantian struktural.

"Komunikasi politik akan kami lakukan setelah verifikasi parpol dalam kaitannya untuk meningkatkan efektivitas dukungan kami kepada pemerintahan Jokowi," kata Hasto.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sayangkan Vandalisme Baliho Puan, Wakil Ketua DPR Serahkan ke Penegak Hukum

Sayangkan Vandalisme Baliho Puan, Wakil Ketua DPR Serahkan ke Penegak Hukum

Nasional
Menurut WHO, Ini Bedanya Varian Delta dengan Delta Plus

Menurut WHO, Ini Bedanya Varian Delta dengan Delta Plus

Nasional
Menteri LHK: Pemerintah Daerah Jangan Lengah Soal Limbah Medis Covid-19

Menteri LHK: Pemerintah Daerah Jangan Lengah Soal Limbah Medis Covid-19

Nasional
Epidemiolog Sebut Rendahnya Testing Covid-19 Berdampak ada Peningkatan Kasus Kematian

Epidemiolog Sebut Rendahnya Testing Covid-19 Berdampak ada Peningkatan Kasus Kematian

Nasional
KY Akan Kaji Putusan Pemangkasan Hukuman Djoko Tjandra

KY Akan Kaji Putusan Pemangkasan Hukuman Djoko Tjandra

Nasional
Eks Mensos Juliari Batubara Dituntut 11 Tahun Penjara

Eks Mensos Juliari Batubara Dituntut 11 Tahun Penjara

Nasional
Pimpinan DPR Tegaskan Fasilitas Isolasi Mandiri di Hotel Tak Hanya untuk Anggota Dewan

Pimpinan DPR Tegaskan Fasilitas Isolasi Mandiri di Hotel Tak Hanya untuk Anggota Dewan

Nasional
BOR Rumah Sakit Covid-19 di Tangsel Lebih dari 90 Persen, Mendagri Minta Tempat Tidur Ditambah

BOR Rumah Sakit Covid-19 di Tangsel Lebih dari 90 Persen, Mendagri Minta Tempat Tidur Ditambah

Nasional
Kekerasan Oknum TNI ke Warga di Papua, Anggota DPR Minta Jangan Kebablasan

Kekerasan Oknum TNI ke Warga di Papua, Anggota DPR Minta Jangan Kebablasan

Nasional
Anggota TNI Diingatkan Agar Selesaikan Masalah Baik-baik, Anggota DPR: Tak Perlu Ada Kekerasan

Anggota TNI Diingatkan Agar Selesaikan Masalah Baik-baik, Anggota DPR: Tak Perlu Ada Kekerasan

Nasional
MUI Kecam Pembunuhan Ketua MUI Labuhanbatu Utara, Minta Pelaku Dihukum Berat

MUI Kecam Pembunuhan Ketua MUI Labuhanbatu Utara, Minta Pelaku Dihukum Berat

Nasional
Limbah Medis Berbahaya dan Beracun Capai 18.460 Ton, Terbanyak di Pulau Jawa

Limbah Medis Berbahaya dan Beracun Capai 18.460 Ton, Terbanyak di Pulau Jawa

Nasional
PN Jakarta Selatan Putuskan Gugatan Praperadilan Angin Prayitno Aji Sore Ini

PN Jakarta Selatan Putuskan Gugatan Praperadilan Angin Prayitno Aji Sore Ini

Nasional
Soal Syarat Jemaah Umrah, Kemenag Akan Komunikasi dengan Saudi

Soal Syarat Jemaah Umrah, Kemenag Akan Komunikasi dengan Saudi

Nasional
Soroti Pasal Rangkap Jabatan, Guru Besar UI Sebut Penyusunan Statuta Bermasalah

Soroti Pasal Rangkap Jabatan, Guru Besar UI Sebut Penyusunan Statuta Bermasalah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X