Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Andhi Pramono Klaim Percaya Orang Lain untuk Investasi, Hakim: Sangat Aneh dan Lucu

Kompas.com - 01/03/2024, 16:00 WIB
Irfan Kamil,
Dani Prabowo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa kasus dugaan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC), Andhi Pramono mengaku mempercayai seseorang bernama Sia Leng Salem untuk dirinya berinvestasi.

Hal ini disampaikan mantan Kepala Kantor Bea dan Cukai Makassar ini saat dicecar Ketua Majelis Hakim Djuyamto terkait keuntungan Andhi atas investasi yang dikelola oleh Sia Leng Salem.

"Saya tanya, untuk mengetahui perusahaan yang saudara tanam investasi itu, dalam keadaan untung atau rugi, saudara dari mana tahunya?" tanya Hakim Djuyamto dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2024).

Baca juga: Sentil Andhi Pramono Terima Rp 80 Juta Saat Terpapar Covid-19, Jaksa KPK: Sakit Saja Dapat Uang

"Saya mengetahui untungnya ketika Pak Sia Leng Salem memberikan hasil usaha kepada saya Pak," ucap Andhi.

Mendengar jawaban itu, Hakim lantas mencecar Andhi soal seberapa penting seorang investor mengetahui pembukuan atas usaha yang telah diberikan modal.

"Terus orang yang menanam modal itu perlu enggak untuk mengetahui sebenernya untungnya berapa?" tanya hakim.

Kepada Hakim, Andhi mengaku, dirinya pernah menanyakan kepada Sia Leng Salem. Namun, eks Pejabat Bea dan Cukai itu diminta untuk mempercayai seluruhnya kepada Sia Leng Salem.

Baca juga: Jaksa KPK Cecar Andhi Pramono soal Transaksi Miliaran Pakai Rekening Orang Lain

"Saya pernah menanyakan kepada Pak Salem, Pak, tapi Pak Salem menyampaikan, 'Andhi percaya sama saya, karena saya yang mengerjakan di sana dan Andhi kan hanya investasi'," ucapnya.

Jawaban pejabat Bea dan Cukai itu dinilai hakim tidak masuk akal. Pasalnya, Andhi tidak meminta pembukuan investasi dari perusahaan yang telah diberikan modal.

"Saya tanya bukan soal saudara percaya sama Sia Leng Salem, saudara sendiri selaku investor (perlu tahu pembukuan) supaya mengetahui ‘oh untungnya sekian, besarnya sekian’, dari mana saudara tahu?" tanya hakim.

"Saya hanya mempercayai Saudara Sia Leng Salem saja Pak," timpal Andhi.

Baca juga: KPK Sita Rumah Mewah hingga 14 Ruko Milik Andhi Pramono di Batam

"Kan sangat aneh dan lucu kalau saudara mengatakan seperti itu, apalagi saudara kan bukan orang biasa," ucap Hakim.

Hakim menilai, Andhi bukan orang awam dalam dunia bisnis. Apalagi, dirinya merupakan pejabat instansi negara yang harusnya memahami pembukuan sebuah perusahaan.

"Saya mempercayai saudara Sia Leng Salem saja, saya sudah percaya pada saudara Sia Leng Salem, apalagi waktu modal sudah kembali, saya berpikir ya sudah," jawab Andhi.

Dalam kasus ini, Andhi didakwa telah menerima gratifikasi dengan total Rp 58.974.116.189.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sejarah Hari Bhakti Pemasyarakatan 27 April

Sejarah Hari Bhakti Pemasyarakatan 27 April

Nasional
Tanggal 26 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 26 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Golkar Ungkap Faktor Keadilan Jadi Rumusan Prabowo Bentuk Komposisi Kabinet

Golkar Ungkap Faktor Keadilan Jadi Rumusan Prabowo Bentuk Komposisi Kabinet

Nasional
Soal Gugatan PDI-P ke PTUN, Pakar Angkat Contoh Kasus Mulan Jameela

Soal Gugatan PDI-P ke PTUN, Pakar Angkat Contoh Kasus Mulan Jameela

Nasional
Prabowo: Kami Akan Komunikasi dengan Semua Unsur untuk Bangun Koalisi Kuat

Prabowo: Kami Akan Komunikasi dengan Semua Unsur untuk Bangun Koalisi Kuat

Nasional
PDI-P Minta Penetapan Prabowo-Gibran Ditunda, KPU: Pasca-MK Tak Ada Pengadilan Lagi

PDI-P Minta Penetapan Prabowo-Gibran Ditunda, KPU: Pasca-MK Tak Ada Pengadilan Lagi

Nasional
Sedang di Yogyakarta, Ganjar Belum Terima Undangan Penetapan Prabowo-Gibran dari KPU

Sedang di Yogyakarta, Ganjar Belum Terima Undangan Penetapan Prabowo-Gibran dari KPU

Nasional
Pakar Nilai Gugatan PDI-P ke PTUN Sulit Dikabulkan, Ini Alasannya

Pakar Nilai Gugatan PDI-P ke PTUN Sulit Dikabulkan, Ini Alasannya

Nasional
Airlangga Klaim Pasar Respons Positif Putusan MK, Investor Dapat Kepastian

Airlangga Klaim Pasar Respons Positif Putusan MK, Investor Dapat Kepastian

Nasional
PDI-P Sebut Proses di PTUN Berjalan, Airlangga Ingatkan Putusan MK Final dan Mengikat

PDI-P Sebut Proses di PTUN Berjalan, Airlangga Ingatkan Putusan MK Final dan Mengikat

Nasional
Golkar Belum Mau Bahas Jatah Menteri, Airlangga: Tunggu Penetapan KPU

Golkar Belum Mau Bahas Jatah Menteri, Airlangga: Tunggu Penetapan KPU

Nasional
Prabowo: Kami Berhasil di MK, Sekarang Saatnya Kita Bersatu Kembali

Prabowo: Kami Berhasil di MK, Sekarang Saatnya Kita Bersatu Kembali

Nasional
Kepala BNPT: Waspada Perkembangan Ideologi di Bawah Permukaan

Kepala BNPT: Waspada Perkembangan Ideologi di Bawah Permukaan

Nasional
KPK Dalami 2 LHKPN yang Laporkan Kepemilikan Aset Kripto, Nilainya Miliaran Rupiah

KPK Dalami 2 LHKPN yang Laporkan Kepemilikan Aset Kripto, Nilainya Miliaran Rupiah

Nasional
Pertamina dan Polri Jalin Kerja Sama dalam Publikasi untuk Edukasi Masyarakat

Pertamina dan Polri Jalin Kerja Sama dalam Publikasi untuk Edukasi Masyarakat

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com