Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/11/2022, 17:52 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera khawatir wacana jabatan presiden tiga periode masih hidup.

Sebab, relawan Presiden Joko Widodo masih terus berkumpul dan melakukan pergerakan politik.

“Tetap khawatir 3 periode, karena gerakan relawan (Jokowi) bukannya berhenti malah jalan terus, berbahaya,” kata Mardani ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (29/11/2022).

Baca juga: Tepis Isu Komisaris BUMN Biayai Relawan Jokowi, Erick Thohir: Kalau Ada, Saya Tangkap

Ia menyatakan bakal terus menolak wacana jabatan presiden tiga periode itu.

Mardani pun meminta agar Jokowi legawa dan fokus bekerja sampai masa jabatannya berakhir.
Menurut dia, Jokowi tak perlu mengumpulkan relawan karena hanya partai politik (parpol) yang bisa mengusung calon presiden dalam kontestasi elektoral mendatang.

“Dorong Pak Jokowi, sudah, serahkan ke partai politik urusan capres 2024,” kata dia.

Ia menganggap jabatan presiden tiga periode adalah wacana yang menyesatkan dan merugikan jika dibahas saat ini.

Apalagi, wacana itu muncul jelang berakhirnya masa jabatan Jokowi.

Baca juga: Jokowi Hadir di Tengah Relawan, Diteriaki Satu Periode Lagi...

Ia menganggap ide perpanjangan masa jabatan presiden sebenarnya bisa saja dibahas tapi tidak untuk dilaksanakan secara langsung.

“Kalau buat bangsa negara ayo 10 tahun lagi, 15 tahun lagi kita terapkan masih mungkin kita bahas,” ujar dia.

“Tapi kalau diterapkan 2024, nah buat saya abuse of power. Secara etika salah dan sesat,” kata dia.

Diketahui Jokowi menghadiri acara relawannya, Gerakan Nusantara Bersatu, Sabtu (26/11/2022).

Dalam momen tersebut, Jokowi meminta agar relawan memilih calon pemimpin yan benar-benar memikirkan rakyat.

Menurut dia, ciri pemimpin itu memiliki banyak kerutan dan berambut putih.

Baca juga: Tagar #PrankGBK Trending di Medsos, Relawan Jokowi: Ini Upaya Penggembosan

Acara relawan tersebut menuai protes dari berbagai pihak, termasuk parpol Jokowi, PDI-P.

Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menganggap gerakan relawan malah mendegradasi citra Jokowi.

Ia menuding elite relawan selalu memberikan ancaman pada Jokowi.

“Sepertinya elite relawan tersebut mau mengambil segalanya. Jika tidak dipenuhi, keinginannya mereka mengancam akan membubarkan diri, tetapi jika dipenuhi elit tersebut melakukan banyak manipulasi," ungkap Hasto dalam keterangannya, Senin (28/11/2022).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Singgung soal Loyalitas dan Musuh dalam Selimut, Pidato Prabowo Sentil Nasdem hingga Anies?

Singgung soal Loyalitas dan Musuh dalam Selimut, Pidato Prabowo Sentil Nasdem hingga Anies?

Nasional
1 Abad Nahdlatul Ulama, Wapres Harap NU Berkembang Sesuai Zaman

1 Abad Nahdlatul Ulama, Wapres Harap NU Berkembang Sesuai Zaman

Nasional
Ketika Prabowo Bungkam soal Perjanjian dengan Anies dan Sandiaga, Fadli Zon Buka Suara

Ketika Prabowo Bungkam soal Perjanjian dengan Anies dan Sandiaga, Fadli Zon Buka Suara

Nasional
Banser Bawakan 'We Will Rock You', Jokowi: Sekarang Banser Sudah Senang Queen

Banser Bawakan "We Will Rock You", Jokowi: Sekarang Banser Sudah Senang Queen

Nasional
Gempa Bumi M 5,2 Guncang Banten, BMKG: Tetap Tenang, Hindari Bangunan Retak

Gempa Bumi M 5,2 Guncang Banten, BMKG: Tetap Tenang, Hindari Bangunan Retak

Nasional
Jokowi: Selama Satu Abad NU Memberikan Warna yang Luar Biasa untuk Indonesia

Jokowi: Selama Satu Abad NU Memberikan Warna yang Luar Biasa untuk Indonesia

Nasional
KPK Bantah Direktur Penuntutan Balik ke Kejagung karena Kasus Formula E

KPK Bantah Direktur Penuntutan Balik ke Kejagung karena Kasus Formula E

Nasional
Muncul Lagi Kasus Gagal Ginjal Akut, Pemerintah Tidak Serius?

Muncul Lagi Kasus Gagal Ginjal Akut, Pemerintah Tidak Serius?

Nasional
Dengan Suara Bergetar, Ketua PBNU Ucapkan Selamat Datang di Abad ke-2 Nahdlatul Ulama

Dengan Suara Bergetar, Ketua PBNU Ucapkan Selamat Datang di Abad ke-2 Nahdlatul Ulama

Nasional
Dituntut 4 Tahun Penjara, Eks Petinggi ACT Novariyadi Imam Bacakan Pleidoi Hari Ini

Dituntut 4 Tahun Penjara, Eks Petinggi ACT Novariyadi Imam Bacakan Pleidoi Hari Ini

Nasional
Kilas Balik Sejarah NU dan Profil Singkat Para Ulama Pendirinya

Kilas Balik Sejarah NU dan Profil Singkat Para Ulama Pendirinya

Nasional
Teriak Surya Darmadi Kesal Dituntut Penjara Seumur Hidup dan Uang Pengganti Rp 73,9 Triliun

Teriak Surya Darmadi Kesal Dituntut Penjara Seumur Hidup dan Uang Pengganti Rp 73,9 Triliun

Nasional
Jokowi dan Ma'ruf Amin Kompak Hadiri Resepsi 1 Abad NU

Jokowi dan Ma'ruf Amin Kompak Hadiri Resepsi 1 Abad NU

Nasional
Saat Jokowi dan Iriana Ajak Pengawal Makan Malam Bersama...

Saat Jokowi dan Iriana Ajak Pengawal Makan Malam Bersama...

Nasional
Survei Litbang 'Kompas': NU Dinilai Berkontribusi Besar Tingkatkan Paham Keagamaan

Survei Litbang "Kompas": NU Dinilai Berkontribusi Besar Tingkatkan Paham Keagamaan

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.