Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/11/2022, 06:48 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

KEMENTERIAN Pertahanan RI telah menandatangani kontrak pengadaan 42 pesawat terbang Rafale dengan Dassault Aviation, produsen pesawat terbang kenamaan milik Perancis.

Penandatanganan kontrak berlangsung di Kantor Kemenhan, Jakarta, pada 10 Februari 2022.

Momen penandatanganan juga disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Perancis Florence Farly.

Sebagai langkah awal, Indonesia mengakuisisi enam unit lebih dulu untuk mendatangkan 42 Rafale secara keseluruhan.

Kontrak pengadaan 42 pesawat Rafale menjadi proses pengadaan terbesar pesawat terbang dari Perancis sejauh ini.

Pesawat tempur ini adalah pesawat terbang tempur bermesin ganda dengan sayap berbentuk delta yang didisain sebagai pesawat terbang tempur multi peran.

Rafale yang terbang pertama kali pada 1986 dan diperkenalkan mulai 2001, saat ini sudah diproduksi sebanyak 240 unit sampai 2022.

Beberapa negara yang telah menggunakan Rafale di luar Perancis adalah Angkatan Laut India dan Angkatan Udara Qatar.

Di Perancis, Rafale digunakan oleh Angkatan Udara dan Angkatan Laut yang diperuntukan beroperasi dari kapal induk.

Bagi Angkatan Udara Indonesia, Rafale menjadi pesawat terbang tempur buatan Perancis yang pertama masuk dalam jajaran skadron tempur.

Pengadaan pesawat terbang tempur bagi Angkatan Udara berarti menambah kekuatan serang yang sangat dibutuhkan.

Angkatan Udara sejatinya adalah perangkat Angkatan Perang yang lebih diperuntukkan bagi keperluan menyerang kedudukan musuh.

Menurut Jenderal berkebangsaan Italia, Giulio Douhet, war will begin in the air. Perang akan bermula dari udara.

Pesawat terbang Angkatan Udara adalah sub sistem dari Alutsista – Alat Utama sistem Senjata. Itu sebabnya, maka pesawat terbang akan sangat menentukan sistem persenjataan secara keseluruhan berjalan dengan lancar.

Pengadaan pesawat terbang menjadi sangat penting karena harus memenuhi syarat masuk kedalam sistem besar alat utama persenjataan.

Itu sebabnya maka pengambilan keputusan dalam proses pengadaan pesawat terbang baru bagi Angkatan Udara harus berada di tangan orang yang mengerti tentang sistem persenjataan secara keseluruhan.

Pesawat terbang sebagai sub sistem akan sangat bergantung kepada sub sistem lainnya agar dapat digunakan sesuai dengan fungsinya.

Pengalaman selama ini, unsur pemeliharaan pesawat terbang masih kurang memperoleh perhatian yang cukup. Ketersediaan dana pemeliharaan menjadi sangat menentukan pada aspek pelaksanaan operasi dan latihan terbang.

Perhitungan yang matang jangka panjang bagi tersedianya dana pemeliharaan akan menjadi taruhan utama dalam menyiapkan pesawat terbang untuk berstatus combat ready.

Belum lagi penyiapan SDM selain pilot, seperti para teknisi pemeliharaan yang menjadi tidak mudah bagi proses pemeliharaan pesawat terbang tempur dengan teknologi mutakhir.

Peralatan kalibrasi dari peralatan avionic (aviation electronic) yang sudah serba digital memerlukan waktu panjang dan pengalaman kerja yang memadai untuk mencapai skill yang dibutuhkan.

Hal itu semua memerlukan perencanaan matang dari para ahli yang kompeten di bidangnya. Sedikit saja ada kelalaian, maka kesulitan besar akan dihadapi nantinya saat pengoperasian pesawat tersebut.

Kesulitan dalam proses penyiapan pesawat di flight line tidak hanya berarti kesulitan dalam kesiapan pesawat yang siap terbang, tetapi lebih lebih dalam menyiapkan pesawat yang siap tempur.

Di sisi lain, pesawat terbang hanya merupakan salah satu sub sistem dari sistem senjata Angkatan Udara yang bertugas dalam sistem besar bernama sistem pertahanan udara nasional.

Masih ada sub sistem lainnya yang jauh lebih penting untuk ditangani terlebih dahulu. Misalnya, sampai sekarang ini masih ada wilayah udara kedaulatan Indonesia yang belum berada di bawah wewenang otoritas penerbangan nasional.

Masalah ini memerlukan prioritas utama untuk diselesaikan terlebih dahulu. Percuma saja memiliki skadron pesawat terbang tempur modern, apabila untuk terbang menjaga kedaulatan negara di udara di wilayah kedaulatan sendiri masih harus memperoleh ijin terbang terlebih dahulu dari negara lain.

Ini justru pekerjaan rumah yang seyogyanya diselesaikan sebelum membangun kekuatan skadron pesawat terbang tempur yang canggih.

Berdaulat di udara, baru kekuatan udara akan mampu melaksanakan tugas sesuai dengan tugas pokoknya.

Sebuah renungan dalam menyongsong kedatangan pesawat pesawat terbang tempur baru Angkatan Udara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Tugaskan TNI-Polri Jaga Industrialisasi, Berantas Praktik Tambang dan Ekspor Ilegal

Jokowi Tugaskan TNI-Polri Jaga Industrialisasi, Berantas Praktik Tambang dan Ekspor Ilegal

Nasional
Densus 88 Sebut Oknum Polisi yang Bunuh Sopir Taksi Online di Depok Sering Lakukan Pelanggaran

Densus 88 Sebut Oknum Polisi yang Bunuh Sopir Taksi Online di Depok Sering Lakukan Pelanggaran

Nasional
KG Media Hadirkan Gagas RI, Panggung bagi Anak Bangsa yang Punya Gagasan Besar untuk Indonesia

KG Media Hadirkan Gagas RI, Panggung bagi Anak Bangsa yang Punya Gagasan Besar untuk Indonesia

Nasional
Jokowi Minta TNI-Polri Punya Visi yang Sama, Jaga Hilirisasi Berjalan Baik

Jokowi Minta TNI-Polri Punya Visi yang Sama, Jaga Hilirisasi Berjalan Baik

Nasional
Tiba di PN Jakarta Barat, Enam Anak Buah Irjen Teddy Hadiri Sidang Lanjutan

Tiba di PN Jakarta Barat, Enam Anak Buah Irjen Teddy Hadiri Sidang Lanjutan

Nasional
Bubarnya GP Mania Sebelum Benar-benar Berjuang untuk Ganjar Pranowo...

Bubarnya GP Mania Sebelum Benar-benar Berjuang untuk Ganjar Pranowo...

Nasional
RUU Kesehatan Omnibus Law: Diprotes IDI dan Partai Buruh, tapi Tetap 'Digas' DPR

RUU Kesehatan Omnibus Law: Diprotes IDI dan Partai Buruh, tapi Tetap "Digas" DPR

Nasional
Elektabilitas Nasdem Diprediksi Turun jika Terus 'Main Dua Kaki', Usung Anies tapi Tak Mau Pisah dari Jokowi

Elektabilitas Nasdem Diprediksi Turun jika Terus "Main Dua Kaki", Usung Anies tapi Tak Mau Pisah dari Jokowi

Nasional
Ketua Komisi II DPR Bakal Dalami Isu Perpanjangan Masa Jabatan Kades dan Penghapusan Gubernur

Ketua Komisi II DPR Bakal Dalami Isu Perpanjangan Masa Jabatan Kades dan Penghapusan Gubernur

Nasional
KPK Geledah Kantor Dinas PU Pemprov Papua Terkait Kasus Lukas Enembe

KPK Geledah Kantor Dinas PU Pemprov Papua Terkait Kasus Lukas Enembe

Nasional
Janji-janji Jokowi Setelah Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Melorot

Janji-janji Jokowi Setelah Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Melorot

Nasional
Eks Ketua Bawaslu Gelisah Bawaslu Sekarang Banyak Tak Tahu soal Dugaan Kecurangan Pemilu

Eks Ketua Bawaslu Gelisah Bawaslu Sekarang Banyak Tak Tahu soal Dugaan Kecurangan Pemilu

Nasional
Kubu Chuck Putranto dan Baiquni Wibowo Bacakan Duplik Hari Ini

Kubu Chuck Putranto dan Baiquni Wibowo Bacakan Duplik Hari Ini

Nasional
Saat Sandiaga Enggan Bahas Utang Rp 50 Miliar yang Disebut Tim Anies Sudah Selesai...

Saat Sandiaga Enggan Bahas Utang Rp 50 Miliar yang Disebut Tim Anies Sudah Selesai...

Nasional
Brigjen Suherlan Jabat Wakil Komandan Korps Marinir, Gantikan Brigjen Endi yang Jadi Gubernur AAL

Brigjen Suherlan Jabat Wakil Komandan Korps Marinir, Gantikan Brigjen Endi yang Jadi Gubernur AAL

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.