Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/06/2022, 15:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang jemaah haji embarkasi Padang asal Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, meninggal dunia di Arab Saudi pada Jumat (10/6/2022) waktu setempat.

Jurnalis Kompas TV Nitia Anisa melaporkan, jemaah meninggal dunia karena serangan jantung.

"Kemarin sore sekitar (pukul) 17.40 ada jemaah meninggal dunia di lobby hotel dari (embarkasi) Padang 4 bernama Bangun Lubis," kata Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Amin Handoyo.

Baca juga: Antisipasi Kehilangan, Jemaah Tak Pegang Paspor Sendiri Selama Ibadah Haji

Mulanya, jemaah bernama Bangun Lubis Wahid ini pingsan di depan lobi hotel setelah kembali beribadah dari Masjid Nabawi.

Pria 59 tahun tersebut sempat diberi pertolongan pertama oleh dokter dan dilarikan ke Rumah Sakit King Fahd, Jeddah, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Sesuai dengan aturan pemerintah Arab Saudi, pemulasaraan jemaah haji yang meninggal di Tanah Suci akan ditangani langsung oleh Muassasah Adilla. Namun demikian, proses pemulasaraan juga tetap disaksikan oleh pihak keluarga.

Sebelumnya, para jemaah haji diimbau untuk menjaga kesehatan selama beribadah.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan, satu orang jemaah calon haji mendapatkan perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah karena telapak kaki melepuh akibat suhu panas di Arab Saudi.

"Satu lagi (jemaah) luka bakar pada kaki karena tidak pakai alas kaki sendal, memang panas di sana," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Budi Sylvana saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (7/6/2022).

Budi meminta seluruh jemaah calon haji untuk selalu membawa dan memakai sendal selama beraktivitas di luar ruangan mengingat cuaca di Arab Saudi cukup panas mencapai 44 derajat celcius.

"Jangan pernah tidak memakai alas kaki di Saudi karena panas banget, apalagi di luar masjid," ujarnya.

Baca juga: 10.219 Jemaah Haji Asal Indonesia Tiba di Tanah Suci

Lebih lanjut, Budi mengimbau jemaah untuk menggunakan alat pelindung diri saat beraktivitas di luar ruangan dan sering minum air putih agar terhindar dari dehidrasi.

"Jangan tunggu haus, sering minum air putih agar tak dehidrasi," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa M 4,3 Guncang Garut, Pusat Gempa di Kedalaman 3 Km

Gempa M 4,3 Guncang Garut, Pusat Gempa di Kedalaman 3 Km

Nasional
Tanggal 8 Februari Hari Memperingati Apa?

Tanggal 8 Februari Hari Memperingati Apa?

Nasional
IPK Turun, Upaya Pemberantasan Korupsi Indonesia Dianggap Terpuruk

IPK Turun, Upaya Pemberantasan Korupsi Indonesia Dianggap Terpuruk

Nasional
Nilai Kepala BRIN Tak Buat Kemajuan, Anggota DPR: Yang Ada Malah Kontroversi

Nilai Kepala BRIN Tak Buat Kemajuan, Anggota DPR: Yang Ada Malah Kontroversi

Nasional
Eks Penyidik KPK Sebut Janji Jokowi Perkuat Pemberantasan Korupsi Hanya Basa-basi

Eks Penyidik KPK Sebut Janji Jokowi Perkuat Pemberantasan Korupsi Hanya Basa-basi

Nasional
IPK Indonesia Turun, Janji Jokowi Lawan Korupsi Dinilai Tak Bermakna

IPK Indonesia Turun, Janji Jokowi Lawan Korupsi Dinilai Tak Bermakna

Nasional
Kasus Omicron XBB.1.5 atau Kraken di Pamulang Baru Pulang Umrah

Kasus Omicron XBB.1.5 atau Kraken di Pamulang Baru Pulang Umrah

Nasional
ICW Sebut Pernyataan Pemberantasan Korupsi Jokowi Hanya Pemanis Pidato

ICW Sebut Pernyataan Pemberantasan Korupsi Jokowi Hanya Pemanis Pidato

Nasional
IPK 2022 Sama dengan 2014, Pengamat Sebut Jokowi Belum Berkontribusi dalam Pemberantasan Korupsi

IPK 2022 Sama dengan 2014, Pengamat Sebut Jokowi Belum Berkontribusi dalam Pemberantasan Korupsi

Nasional
Perkuat Koalisi Perubahan, Demokrat Buka Kemungkinan Komunikasi dengan Partai Lain

Perkuat Koalisi Perubahan, Demokrat Buka Kemungkinan Komunikasi dengan Partai Lain

Nasional
UPDATE 1 Februari 2023: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 74,62 Persen, Ketiga 29,60 Persen

UPDATE 1 Februari 2023: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 74,62 Persen, Ketiga 29,60 Persen

Nasional
Demokrat: Kalau Ada yang Masih Galau, Koalisi Perubahan Terbuka Menerima

Demokrat: Kalau Ada yang Masih Galau, Koalisi Perubahan Terbuka Menerima

Nasional
Jokowi Awali Kunker di Bali dengan Resmikan Pasar Seni Sukawati

Jokowi Awali Kunker di Bali dengan Resmikan Pasar Seni Sukawati

Nasional
UPDATE 1 Februari 2023: Kasus Covid-19 Bertambah 273, Totalnya Jadi 6.730.289

UPDATE 1 Februari 2023: Kasus Covid-19 Bertambah 273, Totalnya Jadi 6.730.289

Nasional
ICW Sebut Merosotnya IPK Tak Terlepas dari Pernyataan Luhut dan Tito yang Permisif terhadap Korupsi

ICW Sebut Merosotnya IPK Tak Terlepas dari Pernyataan Luhut dan Tito yang Permisif terhadap Korupsi

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.