Wapres: Gunakan Narasi Kerukunan dalam Siarkan Agama, Bukan Konflik

Kompas.com - 26/01/2022, 17:26 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin i acara Kuliah Ekspor Nasional pada Konferensi Ekspor Nasional 2021 yang dilaksanakan secara daring, Kamis (3/9/2021). Dok. KIP/SetwapresWakil Presiden Ma'ruf Amin i acara Kuliah Ekspor Nasional pada Konferensi Ekspor Nasional 2021 yang dilaksanakan secara daring, Kamis (3/9/2021).
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak para pendakwah untuk menggunakan narasi-narasi kerukunan dalam menyiarkan agamanya agar tidak menimbulkan perpecahan antarumat beragama.

Hal ini disampaikan Ma'ruf saat memberikan sambutan secara virtual dalam acara Halaqah Kebangsaan I Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme Majelis Ulama Indonesia (BPET-MUI), Rabu (26/01/2022).

"Yang perlu dijaga juga adalah cara-cara penyiaran agama (dakwah agama) dari masing-masing agama hendaknya menggunakan narasi-narasi kerukunan yang sejuk dan damai, bukan narasi konflik yang mengakibatkan terjadinya kebencian dan permusuhan antar pemeluk agama," kata Ma'ruf, dikutip dari siaran pers.

Baca juga: Wapres Minta Semua Pihak Bersiap Hadapi Penyebaran Omicron

Ma'ruf menuturkan, perdamaian dan kerukunan merupakan unsur utama untuk menciptakan persatuan nasional.

Persatuan nasional, lanjut Ma'ruf, merupakan prasyarat bagi keberhasilan pembangunan nasional untuk mewujudkan Indonesia yang adil, maju, dan sejahtera.

"Karena itu, perdamaian dan kerukunan tersebut harus terus kita rawat dan lestarikan, dan salah satunya dengan terus menggemakan nilai-nilai moderasi dalam beragama," ujar dia.

Menurut Ma'ruf, selama ini umat Islam di Indonesia dapat hidup berdampingan dalam perdamaian dan kerukunan bersama pemeluk agama lain.

Itu karena Islam di Indonesia datang dan berkembang dengan cara yang damai atau dengan prinsip jalan tengah (wasthiyah).

Baca juga: Wapres Sayangkan Masih Banyak Pihak Identikkan Islam dengan Kekerasan

"Saya optimistis, jika ulama Indonesia bersatu padu dalam merawat dan meningkatkan moderasi Islam ini, maka Islam wasathiyah di Indonesia akan menjadi poros pancaran harapan bagi lahirnya dunia yang damai sebagai awal menuju dunia yang sejahtera," kata dia.

Namun, Ma'ruf menegaskan, ulama tidak dapat berjuang sendiri dalam mewujudkan perdamaian tersebut karena peran keluarga, guru, dan masyarakat luas juga penting untuk mencegah masuk dan menyebarnya paham radikal-terorisme.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X