Partai Ummat Besutan Amien Rais Dinilai Bakal Hadapi Persaingan Ketat

Kompas.com - 02/10/2020, 16:06 WIB
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN)  Amien Rais (tengah) bersiap menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/5/2019). Amien Rais diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana. ANTARA FOTO/APRILLIO AKBARKetua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais (tengah) bersiap menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/5/2019). Amien Rais diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana.
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menduga, perubahan nama partai besutan Amien Rais, dari semula PAN Reformasi menjadi Partai Ummat, dilakukan untuk mendulang dukungan dari segmen tertentu.

Segmen yang dimaksud yaitu kalangan umat Islam di Tanah Air. Meski demikian, ia menilai, langkah yang diambil Amien kurang tepat karena justru akan mendegradasi dukungan yang mungkin diberikan publik.

Selain itu, pertarungan antar partai politik yang menyasar kalangan yang sama sudah cukup banyak.

"Kalau ingin menyasar basis islam tentu terbatas. Mereka akan berebut ceruk partai-partai islam yang lain, seperti PPP, PKS, dan PKB, serta partai-partai islam lainnya," kata Pangi kepada Kompas.com, Jumat (2/10/2020).

Baca juga: Umumkan Partai Ummat, Amien Rais Dinilai Belum Siap Bentuk Partai Baru

Ia mengatakan, sejak Pemilu 1955 hingga Pemilu 2019, belum pernah ada partai islam yang menjadi leading pemenang pemilu.

Hal itu disebabkan karena pemilih partai nasionalis juga ada yang yang beragama islam. Di samping, para pengurus partai tersebut yang juga banyak yang beragama islam.

"Sementara, partai muslim sepanjang hanya berharap pada pemilih muslim akan sangat sulit ruang geraknya. Segmennya hanya itu-itu saja, jadi partai papan tengah," ucapnya.

Kondisi serupa, imbuh Pangi, juga dialami oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) besutan Grace Natalie yang menyasar generasi milenial.

"Akhirnya mereka menyusahkan sendiri karena membatasi ceruk segmen pemilihnya," ucapnya.

Tantangan yang harus dihadapi Partai Ummat, kata Pangi, juga kian ketat. Sebab, Partai Ummat bukan hanya harus bertarung memperebutkan ceruk yang sama dengan partai islam, tetapi juga partai baru yang baru saja muncul saat pemilu kemarin.

Baca juga: Partai Baru Amien Rais Bernama Partai Ummat

Menurut dia, bukan perkara mudah untuk bisa meraih dukungan dari masyarakat. Sehingga, dapat membawa partai baru lolos dari jerat ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.

"Buktinya di Pemilu 2019, tidak ada satu pun partai baru yang lolos, seperti PSI, Perindo, Partai Berkarya, Partai Garuda, dan seterusnya. Ini tantangan yang berat dan tidak mudah kalau pada level mendirikan partai, terdaftar di KPU, di Kemenkumham, oke bisa dilalui masa-masa itu. Tapi lolos PT itu sulit," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KAMI Nilai Pemerintah Tak Mampu Atasi Covid-19

KAMI Nilai Pemerintah Tak Mampu Atasi Covid-19

Nasional
Dugaan Investasi Bodong oleh Kampung Kurma Group, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Dugaan Investasi Bodong oleh Kampung Kurma Group, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Nasional
Satgas Covid-19 Minta Pemda Lakukan Simulasi Sebelum Sekolah Dibuka

Satgas Covid-19 Minta Pemda Lakukan Simulasi Sebelum Sekolah Dibuka

Nasional
Ini Alasan Polri Belum Panggil Rizieq Shihab terkait Kerumunan di Jakarta dan Bogor

Ini Alasan Polri Belum Panggil Rizieq Shihab terkait Kerumunan di Jakarta dan Bogor

Nasional
Ditanya Alasan Turuti Perintah Brigjen Prasetijo, Saksi Singgung soal Hubungan Senior-Junior di Polri

Ditanya Alasan Turuti Perintah Brigjen Prasetijo, Saksi Singgung soal Hubungan Senior-Junior di Polri

Nasional
Mendes PDTT Minta 'BumDes Bersama' Pertimbangkan Model Bisnis Berskala Luas

Mendes PDTT Minta "BumDes Bersama" Pertimbangkan Model Bisnis Berskala Luas

Nasional
Lebih 800.000 Pemilih Pilkada 2020 Belum Rekam E-KTP, Mendagri Sebut Itu Hak Mereka

Lebih 800.000 Pemilih Pilkada 2020 Belum Rekam E-KTP, Mendagri Sebut Itu Hak Mereka

Nasional
KPK Duga Ada Pemberi Suap Lain kepada Edhy Prabowo Terkait Ekspor Bibit Lobster

KPK Duga Ada Pemberi Suap Lain kepada Edhy Prabowo Terkait Ekspor Bibit Lobster

Nasional
SDGs Desa Adalah Tindak Lanjut dari Perpres Nomor 59 Tahun 2017

SDGs Desa Adalah Tindak Lanjut dari Perpres Nomor 59 Tahun 2017

Nasional
Hari Pertama Gantikan Edhy Prabowo, Luhut Panggil Dua Pejabat KKP

Hari Pertama Gantikan Edhy Prabowo, Luhut Panggil Dua Pejabat KKP

Nasional
Kasus Edhy Prabowo, KPK Mulai Penggeledahan Besok

Kasus Edhy Prabowo, KPK Mulai Penggeledahan Besok

Nasional
Ingatkan Warga Tak Halangi Pemeriksaan Covid-19, Satgas: Ada Sanksi

Ingatkan Warga Tak Halangi Pemeriksaan Covid-19, Satgas: Ada Sanksi

Nasional
Maybank Bakal Ganti Uang Winda Earl, Polisi: Tak Hapuskan Peristiwa Pidananya

Maybank Bakal Ganti Uang Winda Earl, Polisi: Tak Hapuskan Peristiwa Pidananya

Nasional
KPK Tahan Dua Tersangka Lagi di Kasus Suap Edhy Prabowo

KPK Tahan Dua Tersangka Lagi di Kasus Suap Edhy Prabowo

Nasional
Bilik Swab Test Covid-19 Karya UI Raih Penghargaan Kementrian PANRB

Bilik Swab Test Covid-19 Karya UI Raih Penghargaan Kementrian PANRB

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X