Kompas.com - 02/10/2020, 16:06 WIB
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menduga, perubahan nama partai besutan Amien Rais, dari semula PAN Reformasi menjadi Partai Ummat, dilakukan untuk mendulang dukungan dari segmen tertentu.

Segmen yang dimaksud yaitu kalangan umat Islam di Tanah Air. Meski demikian, ia menilai, langkah yang diambil Amien kurang tepat karena justru akan mendegradasi dukungan yang mungkin diberikan publik.

Selain itu, pertarungan antar partai politik yang menyasar kalangan yang sama sudah cukup banyak.

"Kalau ingin menyasar basis islam tentu terbatas. Mereka akan berebut ceruk partai-partai islam yang lain, seperti PPP, PKS, dan PKB, serta partai-partai islam lainnya," kata Pangi kepada Kompas.com, Jumat (2/10/2020).

Baca juga: Umumkan Partai Ummat, Amien Rais Dinilai Belum Siap Bentuk Partai Baru

Ia mengatakan, sejak Pemilu 1955 hingga Pemilu 2019, belum pernah ada partai islam yang menjadi leading pemenang pemilu.

Hal itu disebabkan karena pemilih partai nasionalis juga ada yang yang beragama islam. Di samping, para pengurus partai tersebut yang juga banyak yang beragama islam.

"Sementara, partai muslim sepanjang hanya berharap pada pemilih muslim akan sangat sulit ruang geraknya. Segmennya hanya itu-itu saja, jadi partai papan tengah," ucapnya.

Kondisi serupa, imbuh Pangi, juga dialami oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) besutan Grace Natalie yang menyasar generasi milenial.

"Akhirnya mereka menyusahkan sendiri karena membatasi ceruk segmen pemilihnya," ucapnya.

Tantangan yang harus dihadapi Partai Ummat, kata Pangi, juga kian ketat. Sebab, Partai Ummat bukan hanya harus bertarung memperebutkan ceruk yang sama dengan partai islam, tetapi juga partai baru yang baru saja muncul saat pemilu kemarin.

Baca juga: Partai Baru Amien Rais Bernama Partai Ummat

Menurut dia, bukan perkara mudah untuk bisa meraih dukungan dari masyarakat. Sehingga, dapat membawa partai baru lolos dari jerat ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.

"Buktinya di Pemilu 2019, tidak ada satu pun partai baru yang lolos, seperti PSI, Perindo, Partai Berkarya, Partai Garuda, dan seterusnya. Ini tantangan yang berat dan tidak mudah kalau pada level mendirikan partai, terdaftar di KPU, di Kemenkumham, oke bisa dilalui masa-masa itu. Tapi lolos PT itu sulit," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jejak 'Private Jet' yang 3 Kali Dipakai Lukas Enembe ke Luar Negeri

Jejak "Private Jet" yang 3 Kali Dipakai Lukas Enembe ke Luar Negeri

Nasional
Pengacara Duga Penetapan Tersangka Lukas Enembe Tak Lepas dari Agenda Politik Tito Karnavian dan Budi Gunawan

Pengacara Duga Penetapan Tersangka Lukas Enembe Tak Lepas dari Agenda Politik Tito Karnavian dan Budi Gunawan

Nasional
Soal Dewan Kolonel Puan Maharani, PDI-P: Hanya 'Kongkow'

Soal Dewan Kolonel Puan Maharani, PDI-P: Hanya "Kongkow"

Nasional
Puan Bicara 'Sinyal' Koalisi PDI-P dengan PKB

Puan Bicara "Sinyal" Koalisi PDI-P dengan PKB

Nasional
Cak Imin Kenang Sering Dibantu Taufiq Kiemas: Bayar Kuliah hingga Lamar Istri

Cak Imin Kenang Sering Dibantu Taufiq Kiemas: Bayar Kuliah hingga Lamar Istri

Nasional
Gelombang Desakan Supaya Hakim Agung Sudrajad Terlibat Suap Dihukum Berat

Gelombang Desakan Supaya Hakim Agung Sudrajad Terlibat Suap Dihukum Berat

Nasional
Puan: PDI-P dan PKB Sama-sama 'Partai Wong Sendal Jepit, Wong Cilik'

Puan: PDI-P dan PKB Sama-sama "Partai Wong Sendal Jepit, Wong Cilik"

Nasional
LPSK soal Putri Candrawathi: UU TPKS Bukan untuk Korban 'Fake'

LPSK soal Putri Candrawathi: UU TPKS Bukan untuk Korban "Fake"

Nasional
Tafsir UU Perlindungan Data Pribadi yang Perlu Diketahui

Tafsir UU Perlindungan Data Pribadi yang Perlu Diketahui

Nasional
Cak Imin: Minimal Saya jadi Wapres, PKB Kalah Gede Sama PDI-P

Cak Imin: Minimal Saya jadi Wapres, PKB Kalah Gede Sama PDI-P

Nasional
Kata Puan soal Dewan Kolonel yang Mendukungnya Vs Dewan Kopral Pendukung Ganjar untuk Pilpres 2024

Kata Puan soal Dewan Kolonel yang Mendukungnya Vs Dewan Kopral Pendukung Ganjar untuk Pilpres 2024

Nasional
MAKI Ungkap 25 Riwayat Perjalanan Luar Negeri Lukas Enembe, Diduga Sebagian Besar untuk Judi

MAKI Ungkap 25 Riwayat Perjalanan Luar Negeri Lukas Enembe, Diduga Sebagian Besar untuk Judi

Nasional
Kriteria Cawapres Puan Maharani Jika Maju sebagai Capres 2024

Kriteria Cawapres Puan Maharani Jika Maju sebagai Capres 2024

Nasional
Status 'Wanita Emas' Sebagai Ketum di Partai Republik Satu Masih Sah, Meski jadi Tersangka Kejagung

Status "Wanita Emas" Sebagai Ketum di Partai Republik Satu Masih Sah, Meski jadi Tersangka Kejagung

Nasional
Dapat Kejutan Ulang Tahun, Cak Imin Doakan Dirinya jadi Wapres-Puan Presiden

Dapat Kejutan Ulang Tahun, Cak Imin Doakan Dirinya jadi Wapres-Puan Presiden

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.