Wapres Minta Tokoh Agama Dorong Umat Kuasai Iptek

Kompas.com - 14/07/2020, 14:12 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin menyampaikan keterangan kepada para wartawan pada saat kunjungan kerja di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (8/7/2020). ISTIMEWAWakil Presiden Maruf Amin menyampaikan keterangan kepada para wartawan pada saat kunjungan kerja di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (8/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta para tokoh agama mendorong umatnya untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi ( iptek).

Hal tersebut disampaikan Wapres Ma'ruf Amin dalam dialog virtual nasional lintas iman yang diselenggarakan Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (14/7/2020).

"Peran agama yang utama memang mengajarkan kebaikan dan menjaga ketakwaan, namun tak kalah penting adalah mendorong semangat umat untuk mampu menguasai iptek guna mewujudkan kemaslahatan atau kemanfaatan bagi umat manusia," kata Wapres Ma'ruf Amin.

Baca juga: Wakil Ketua KPK Sebut Arah Penelitian Iptek di Indonesia Tidak Jelas

Peranan tokoh agama juga dinilai penting untuk memastikan kemajuan iptek berjalan seiring dengan terjaganya keimanan dan ketakwaan umat beragama.

Apalagi saat ini, kemajuan iptek di tengah arus globalisasi yang cepat merupakan hal yang tidak mungkin dihindari.

Termasuk kemajuan iptek juga membawa dampak disruptif atau perubahan mendasar yang telah dan akan mengubah cara dunia beraktivitas, berbisnis, berproduksi, bertransaksi dan berinteraksi.

"Disrupsi utamanya muncul sebagai hasil inovasi dan perkembangan teknologi yang mengutamakan efisiensi sekaligus keamanan dari sisi kesehatan," kata dia.

Menurut Wapres Ma'ruf Amin, perubahan tersebut membawa tantangan baru di semua aspek kehidupan, baik sosial maupun ekonomi, termasuk dalam hubungan internasional.

Baca juga: Wapres Sebut Indonesia Kurang Kuasai Iptek, Kalah dari Negara Maju Lain

Begitu juga dengan derasnya arus globalisasi yang menuntut kemampuan bangsa untuk maju dan mampu bersaing, akibat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Hal tersebut diperlukan agar bangsa Indonesia tidak hanya menjadi penonton atau konsumen dan pasar bagi negara lain yang lebih maju.

"Dalam kaitan itulah saya meyakini pentingnya peran agama sebagi pembawa terang atau pencerahan dalam mendorong suatu gerakan perbaikan dan perubahan (al-ishlahat), baik dalam bidang pendidikan, dakwah, kesehatan, maupun ekonomi," ucap dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mendagri: Tak Ada Kampanye Pilkada Arak-arakan di Tengah Pandemi Covid-19

Mendagri: Tak Ada Kampanye Pilkada Arak-arakan di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
Loyalis Tommy Tak Terima Kemenkumham Sahkan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

Loyalis Tommy Tak Terima Kemenkumham Sahkan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

Nasional
Menkes: Pencegahan Stunting Tetap Prioritas Saat Pandemi Covid-19

Menkes: Pencegahan Stunting Tetap Prioritas Saat Pandemi Covid-19

Nasional
Pertengahan Agustus, Vaksin Covid-19 Diujicoba pada 1.620 Subjek

Pertengahan Agustus, Vaksin Covid-19 Diujicoba pada 1.620 Subjek

Nasional
KPK Masih Dalami Aliran Uang ke Mantan Sekretaris MA Nurhadi

KPK Masih Dalami Aliran Uang ke Mantan Sekretaris MA Nurhadi

Nasional
Periksa Mantan Anggota DPRD, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang oleh Pejabat Kota Banjar

Periksa Mantan Anggota DPRD, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang oleh Pejabat Kota Banjar

Nasional
KSAU dan KSAL Terima Bintang Angkatan Kelas Utama dari Panglima TNI

KSAU dan KSAL Terima Bintang Angkatan Kelas Utama dari Panglima TNI

Nasional
Pakar Hukum Pidana: KPK Dapat Ambil Alih Kasus Pelarian Djoko Tjandra

Pakar Hukum Pidana: KPK Dapat Ambil Alih Kasus Pelarian Djoko Tjandra

Nasional
BKN Sebut 17.000 Formasi CPNS Berpotensi Kosong

BKN Sebut 17.000 Formasi CPNS Berpotensi Kosong

Nasional
Masyarakat Diingatkan untuk Bahu-membahu Atasi Pandemi Covid-19

Masyarakat Diingatkan untuk Bahu-membahu Atasi Pandemi Covid-19

Nasional
Ombudsman Temukan Napi Asimilasi yang Hilang Kontak dan Alamat Tak Sesuai

Ombudsman Temukan Napi Asimilasi yang Hilang Kontak dan Alamat Tak Sesuai

Nasional
KPK Periksa Mantan Pejabat Kemensetneg Terkait Kasus PT Dirgantara Indonesia

KPK Periksa Mantan Pejabat Kemensetneg Terkait Kasus PT Dirgantara Indonesia

Nasional
Wujudkan Birokrasi Profesional, Mensos Minta ASN Kemensos Terus Berinovasi

Wujudkan Birokrasi Profesional, Mensos Minta ASN Kemensos Terus Berinovasi

Nasional
Ombudsman Temukan Potensi Malaadministrasi Terkait Penyimpanan Benda Sitaan Negara

Ombudsman Temukan Potensi Malaadministrasi Terkait Penyimpanan Benda Sitaan Negara

Nasional
Jaksa Agung Sebut Rotasi 4 Pejabat Kejagung Tak Terkait Kasus Tertentu

Jaksa Agung Sebut Rotasi 4 Pejabat Kejagung Tak Terkait Kasus Tertentu

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X