Panel Ahli Dinilai Tak Perlu Dilibatkan Saat Uji Kelayakan Capim KPK di DPR

Kompas.com - 07/09/2019, 20:09 WIB
Anggota DPR Fraksi PKS Nasir Djamil saat berada di kawasan Cut Meuthia, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2019). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariAnggota DPR Fraksi PKS Nasir Djamil saat berada di kawasan Cut Meuthia, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil mengatakan, pelibatan panel ahli dalam proses uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) tidak dibutuhkan.

Nasir mengatakan, penilaian panel ahli tidak dibutuhkan, karena Panitia seleksi (Pansel) capim KPK juga telah memiliki penilaian terhadap para calon dalam tahapan sebelumnya.

"Calon pimpinan KPK sudah diuji juga oleh sejumlah pakar ahli saat pansel melakukan seleksi terhadap mereka, tinggal Komisi III DPR meminta dokumen-dokumen itu, dokumen-dokumen hasil pansel," kata Nasir usai diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (7/9/2019).

Baca juga: Pusat Studi Antikorupsi Universitas Mulawarman Minta Presiden Tolak Revisi UU KPK

Nasir menjelaskan, Komisi III DPR akan meminta hasil penilaian yang dimiliki Pansel.

Nantinya, bahan tersebut akan dikonfirmasi ulang kepada para capim KPK terkait dengan isu integritas, kualitas, dan kompetensi mereka.

Nasir menjamin ketiadaan panel ahli tidak mengurangi objektivitas dalam proses uji kelayakan dan kepatutan.

Apalagi, menurut Nasir, keterlibatan panel ahli tidak diwajibkan oleh undang-undang dan tata tertib yang berlaku.

"Itu hanya isitilahnya inisiatif saja, bisa dilakukan dan bisa tidak dilakukan, dan tidak akan memengaruhi objektivitas anggota terkait dengan memilih pimpinan KPK," ujar Nasir.

Baca juga: Tanggapi Dewan Pengawas KPK, Abraham Samad: Makhluk Apalagi Ini?

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI-Perjuangan Masinton Pasaribu menyebut panel ahli tidak akan dilibatkan dalam proses pemilihan pimpinan KPK di DPR.

Menurut Masinton, hal itu diputuskan demi mengejar waktu.

"Kalau pakai panel lagi kejar waktu. Kami kan ingin selesai di DPR periode ini," ujar Masinton di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengamat: Kepekaan Komunikasi Keluarga Militer di Era Digital Kurang

Pengamat: Kepekaan Komunikasi Keluarga Militer di Era Digital Kurang

Nasional
Sanksi Bagi Prajurit TNI yang Tak Bisa Jaga Jempol Istri Dinilai Beri Efek Jera

Sanksi Bagi Prajurit TNI yang Tak Bisa Jaga Jempol Istri Dinilai Beri Efek Jera

Nasional
Kenangan Wapres Kalla, dari Pidato Tanpa Teks Hingga Ogah Diatur Istri

Kenangan Wapres Kalla, dari Pidato Tanpa Teks Hingga Ogah Diatur Istri

Nasional
Kekecewaan dan Harapan Menteri Yohana atas RUU PKS...

Kekecewaan dan Harapan Menteri Yohana atas RUU PKS...

Nasional
Dosen UGM: Jujur, Saya Malu Punya Anggota Dewan Seperti Hanum Rais

Dosen UGM: Jujur, Saya Malu Punya Anggota Dewan Seperti Hanum Rais

Nasional
Dihukum Gara-gara 'Kicauan' Istri, Peltu YNS Tidak Dipecat dari TNI AU

Dihukum Gara-gara 'Kicauan' Istri, Peltu YNS Tidak Dipecat dari TNI AU

Nasional
Kehangatan Surya Paloh-Prabowo, Jawaban Penolakan Nasdem atas Gerindra

Kehangatan Surya Paloh-Prabowo, Jawaban Penolakan Nasdem atas Gerindra

Nasional
Istri Hujat Wiranto di Medsos, Serda J Dikurung 14 Hari

Istri Hujat Wiranto di Medsos, Serda J Dikurung 14 Hari

Nasional
BEM SI: Senin Ini, Kebetulan Tidak Ada Demonstrasi

BEM SI: Senin Ini, Kebetulan Tidak Ada Demonstrasi

Nasional
Kemensos Gandeng Kemenlu untuk Edukasi Tantangan dan Peluang Masyarakat ASEAN

Kemensos Gandeng Kemenlu untuk Edukasi Tantangan dan Peluang Masyarakat ASEAN

Nasional
KPK Sita Rupiah dan Dollar AS Saat Geledah Rumdin Bupati Lampung Utara

KPK Sita Rupiah dan Dollar AS Saat Geledah Rumdin Bupati Lampung Utara

Nasional
[POPULER NASIONAL] Cerita Kalla Pidato Tanpa Teks | Temuan Potensi Penipuan BPJS Kesehatan

[POPULER NASIONAL] Cerita Kalla Pidato Tanpa Teks | Temuan Potensi Penipuan BPJS Kesehatan

Nasional
Setelah Penusukan Wiranto, Luhut Panjaitan Tak Takut Temui Masyarakat

Setelah Penusukan Wiranto, Luhut Panjaitan Tak Takut Temui Masyarakat

Nasional
[POPULER SEPEKAN] Wiranto Ditusuk di Banten | Sikap Arteria Dahlan ke Emil Salim

[POPULER SEPEKAN] Wiranto Ditusuk di Banten | Sikap Arteria Dahlan ke Emil Salim

Nasional
Organisasi Mahasiswa Sarankan Jokowi Istirahatkan Wiranto

Organisasi Mahasiswa Sarankan Jokowi Istirahatkan Wiranto

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X