KPK Berharap Polri-TGPF Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras ke Novel

Kompas.com - 16/07/2019, 21:27 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (16/7/2019). KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMANWakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Laode M Syarif berharap konferensi pers yang dilakukan Polri dan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), Rabu (17/7/2019) besok, mengungkapkan temuan baru dalam kasus penyiraman air keras Novel Baswedan.

"Kami berharap (konferensi pers) besok itu ada informasi yang lebih komprehensif tentang itu (kasus Novel Baswedan). Kami akan bersyukur kalau sudah ada diidentifikasi siapa pelakunya," kata Laode di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (17/7/2019).

Baca juga: Novel Baswedan Akan Ungkap Jenderal yang Diduga Terlibat Kasusnya, jika..

Soal apakah sebelumnya Polri dan TGPF menyerahkan temuannya itu ke KPK, Laode membantahnya. Ia mengaku, KPK tidak menerima laporan tersebut.

"Laporan akhirnya belum kami terima," kata dia.

Hal senada juga disampaikan Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo. Yudi mengatakan, yang terpenting bagi KPK adalah adanya kejelasan terkait pelaku penyiraman air keras terhadap Novel, bukan hal lain yang tidak substansif.

"Kami menyampaikan bahwa perlu diperjelas mengenai apa yang didapatkan oleh tim pencari fakta. Apakah pelakunya ditemukan atau tidak? Itu saja persoalannya," ujar Yudi, Selasa malam.

Baca juga: Setelah 2 Tahun, Begini Kondisi Terkini Mata Novel Baswedan

Apabila belum ada titik terang terkait terduga pelaku, Yudi menilai tim tersebut telah gagal. Ia akan mendesak dibentuknya tim lain yang lebih independen.

Yudi sekaligus mengingatkan bahwa Novel dan masyarakat sipil sudah menanti penuntasan kasus ini selama 820 hari.

"Kami meminta agar tidak lagi bentuknya rekomendasi. Tapi sudah ditemukan dan bahkan disebut pelakunya karena tim gabungan ini kan terdiri dari tim pakar dan juga tim kepolisian. Masyarakat tentu saja juga akan menanti dan menunggu siapakah pelakunya," ungkap Yudi.

Diberitakan, Polri dan TGPF akan menggelar konferensi pers, Rabu besok. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya akan mengungkap temuan meliputi fakta temuan di lapangan, hasil pemeriksaan serta pendapat dari para pakar atau ahli.

Namun, Dedi memastikan, konferensi pers belum mengarah pada tersangka.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X