Saat Jokowi Membangga-banggakan Ma'ruf Amin...

Kompas.com - 24/03/2019, 22:14 WIB
Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo dan Maruf Amin memberikan penjelasan saat debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo dan Maruf Amin memberikan penjelasan saat debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

SERANG, KOMPAS.com - Calon presiden petahana Joko Widodo membanggakan sosok calon wakil presidennya, Kiai Haji Ma'ruf Amin.

Hal itu dikemukakannya di depan lebih dari 10.000 pendukungnya yang memadati kampanye terbuka perdana di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Banten, Minggu (24/3/2019).

Awalnya, ia menyinggung soal Provinsi Banten yang melahirkan ulama besar. Salah satu ulama yang dimaksud adalah Ma'ruf.

Baca juga: Jokowi Yakin Raih Suara 57-58 Persen di Pemilu 2019

"Kiai Haji Ma'ruf Amin adalah ulama besar, juga seorang intelektual," ujar Jokowi.

Selain rekam jejak Ma'ruf di pemerintahan, salah satu buktinya adalah ketika Ma'ruf berdebat melawan cawapres rival, Sandiaga Salahudin Uno, 17 Maret 2019 lalu.

"Beliau berbicara mengenai ekonomi syariah, start up, unicorn, decacorn. Beliau pintar cerdas dan berasal dari Banten. Itulah kenapa saya memilih Profesor Doktor Kiai Haji Ma'ruf Amin," lanjut dia.

Baca juga: Jokowi Klaim Suaranya dengan Prabowo-Sandiaga di Banten Sudah Imbang

Ia pun yakin sosok Ma'ruf, selain dapat membantu menjalankan program, juga dapat menjadi sosok pemersatu bangsa.

"Yang setuju, acungkan jari," pekik Jokowi.

"Acungkan jari jempol," kata dia lagi yang diikuti oleh para pendukungnya.

"Terima kasih. Berarti setuju semuanya ya," kata Jokowi kemudian.

Baca juga: Jangan Sampai Ada Warga NU yang Tak Pilih Jokowi-Ma’ruf...

Dalam pidato itu, Jokowi sekaligus berpesan agar masyarakat Indonesia mesti mengedepankan persatuan dan kesatuan. Indonesia dinilai kaya akan ragam budaya, adat istiadat, serta agama sehingga perlu dijaga kesatuannya.

Hadir dalam kampanye perdana itu, yakni Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir, Ketua Harian TKN Moeldoko, Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto serta sejumlah ketua umum partai politik koalisi.

Kompas TV Dalam deklarasi ini Jokowi berharap target suara besar di Yogyakarta mencapai 70 persen, ia mengajak pendukungnya untuk bekerja keras untuk mencapai target itu. Jokowi juga berbicara soal dirinya yang banyak menghabiskan waktu di Yogyakarta terutama saat menempuh pendidikan. #JokoWidodo #Yogyakarta #Pilpres2019

 

Baca tentang
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Silaturahmi Politik, Golkar-PKS Bahas Pilkada 2020 dan Omnibus Law

Silaturahmi Politik, Golkar-PKS Bahas Pilkada 2020 dan Omnibus Law

Nasional
Tito Karnavian Sindir Kepala Daerah yang Tak Peduli pada Perpustakaan

Tito Karnavian Sindir Kepala Daerah yang Tak Peduli pada Perpustakaan

Nasional
Audiensi dengan Korban First Travel, Komisi VIII: Negara Bisa Digugat

Audiensi dengan Korban First Travel, Komisi VIII: Negara Bisa Digugat

Nasional
Anggota Komisi I Sebut Ada Potensi 'Abuse of Power' dalam RUU Perlindungan Data Pribadi

Anggota Komisi I Sebut Ada Potensi "Abuse of Power" dalam RUU Perlindungan Data Pribadi

Nasional
Politikus Demokrat Usul Panja Harun Masiku, KPK Fokus Tuntaskan Penyidikan

Politikus Demokrat Usul Panja Harun Masiku, KPK Fokus Tuntaskan Penyidikan

Nasional
Periksa Tersangka Kasus Korupsi di Kemenag, Ini yang Didalami KPK

Periksa Tersangka Kasus Korupsi di Kemenag, Ini yang Didalami KPK

Nasional
Airlangga Tak Persoalkan Jokowi Bicara Reshuffle Kabinet ke Pegiat Medsos

Airlangga Tak Persoalkan Jokowi Bicara Reshuffle Kabinet ke Pegiat Medsos

Nasional
Ini Hasil Penggeledahan Rumah Warga di Batan Indah Terkait Radiasi Nuklir

Ini Hasil Penggeledahan Rumah Warga di Batan Indah Terkait Radiasi Nuklir

Nasional
KPK Geledah Apartemen yang Diduga Tempat Nurhadi Bersembunyi, tetapi Nihil

KPK Geledah Apartemen yang Diduga Tempat Nurhadi Bersembunyi, tetapi Nihil

Nasional
Telusuri Aset Para Tersangka Kasus Jiwasraya, Kejagung Minta Keterangan 17 Bank

Telusuri Aset Para Tersangka Kasus Jiwasraya, Kejagung Minta Keterangan 17 Bank

Nasional
Mendagri Ungkap Ada Anggaran Daerah yang Disimpan di Bank, Berharap Deposito

Mendagri Ungkap Ada Anggaran Daerah yang Disimpan di Bank, Berharap Deposito

Nasional
Menkominfo: Ada 127 Hoaks di Indonesia soal Virus Corona, Salah Satunya Menular Lewat Nyamuk

Menkominfo: Ada 127 Hoaks di Indonesia soal Virus Corona, Salah Satunya Menular Lewat Nyamuk

Nasional
Mahfud Sebut Koordinasi Pembangunan Papua Akan Lebih Terarah

Mahfud Sebut Koordinasi Pembangunan Papua Akan Lebih Terarah

Nasional
Polisi Periksa 17 Saksi Terkait Limbah Radioaktif di Tangerang Selatan

Polisi Periksa 17 Saksi Terkait Limbah Radioaktif di Tangerang Selatan

Nasional
Malaysia Belajar Pengelolaan Laporan Harta Pejabat ke KPK

Malaysia Belajar Pengelolaan Laporan Harta Pejabat ke KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X