Wacana Pembebasan Ba'asyir Dorong Warganet Bicarakan Golput

Kompas.com - 25/01/2019, 11:35 WIB
Kuasa hukum capres Joko Widodo dan Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra (kanan) mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (tengah) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat , Jumat (18/1/2019). Abu Bakar Baasyir akan dibebaskan dengan alasan kemanusiaan karena usia yang sudah tua dan dalam keadaan sakit serta memerlukan perawatan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/pras. ANTARA/Yulius Satria WijayaKuasa hukum capres Joko Widodo dan Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra (kanan) mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (tengah) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat , Jumat (18/1/2019). Abu Bakar Baasyir akan dibebaskan dengan alasan kemanusiaan karena usia yang sudah tua dan dalam keadaan sakit serta memerlukan perawatan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/pras.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wacana pembebasan narapidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir menjadi salah satu isu tertinggi yang mendorong warganet membicarakan soal golput di media sosial.

Temuan itu diungkapkan setelah Drone Emprit melakukan analisis terhadap 6.087 percakapan di media sosial pada saat debat dan pascadebat, atau pada 17-21 Januari 2018.

"Kalau misalkan secara keseluruhan kita ambil sampai 21 (Januari 2019), ABB itu semakin memberi bahan bakar untuk orang golput," ujar Pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (24/1/2019).

Baca juga: Respons Positif dan Negatif Warganet Saat Debat Pertama Versi PoliticaWave


Selama periode tersebut, percakapan tentang isu pembebasan Ba'asyir yang terkait dengan golput sebesar 31 persen atau 1.906 percakapan.

Di posisi kedua adalah isu terkait dengan capres dan cawapres fiktif, Nurhadi dan Aldo (Dildo) dengan jumlah 1.568 percakapan atau 26 persen.

Menurut Ismail, warganet semakin curiga dengan kehadiran Nurhadi-Aldo bertujuan untuk membuat publik golput.

"Dan mereka makin curiga dengan Dildo," katanya.

Pendiri PT Media Kernels Indonesia Ismail Fahmi di Gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta Pusat, Senin 26/11/2018). KOMPAS.com/Devina Halim Pendiri PT Media Kernels Indonesia Ismail Fahmi di Gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta Pusat, Senin 26/11/2018).

Baca juga: Warganet Ramai Bahas CPNS 2019 Dibuka Maret, Ini Penjelasan Pemerintah

Isu ketiga terkait dengan pelaksanaan debat dengan jumlah percakapan sebanyak 1.323 atau 22 persen.

Ismail menuturkan, warganet kecewa dengan penampilan kedua paslon saat debat pertama sehingga mulai menyuarakan narasi golput.

Isu terakhir yaitu yang berkaitan dengan Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP). Percakapan terkait BTP sebesar 21 persen atau 1.290 percakapan.

Baca juga: INFOGRAFIK: Perjalanan Hukum Abu Bakar Baasyir...

Menurut Ismail, percakapan tersebut tidak menunjukkan bahwa warganet akan benar-benar golput nantinya. Namun, hal itu menunjukkan ada isu tertentu yang mendorong percakapan tentang golput meningkat serta adanya keinginan untuk golput terkait isu tertentu.

Drone Emprit menganalisis data dari media sosial menggunakan teknologi big data. Untuk analisis ini, mereka menggunakan fitur Opinion Analysis untuk mengelompokkan percakapan ke dalam beberapa kategori.

Baca juga: Pengacara Baasyir Diminta Tak Berkelit soal Syarat Setia pada NKRI

Dalam analisis ini, mereka menganalisis topik yang muncul dalam most retweet secara kualitatif.

Kemudian, ditemukan 4 isu yang berkaitan dengan golput, yaitu pelaksanaan debat, Ahok, Dildo, dan pembebasan Abu Bakar Ba'asyir.

Setelah itu frekuensi percakapan yang terkait dengan keempat isu di atas dianalisis.

Kompas TV Bebasnya mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menjadi perbincangan warganet di Facebook. Meski demikian, tema Pilpres masih menjadi isu utama di media sosial. Seperti apa isi percapakan warganet terkait dua hal itu? Kita simak ulasannya bersama rekan Gibran Muhammad.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X