Respons Positif dan Negatif Warganet Saat Debat Pertama Versi PoliticaWave

Kompas.com - 18/01/2019, 12:14 WIB
Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo dan Maruf Amin beserta pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berjabat tangan setelah debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo dan Maruf Amin beserta pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berjabat tangan setelah debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa pernyataan yang dilontarkan atau tindakan dalam debat pertama Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Kamis (17/1/2019) malam, mengundang respons positif dan negatif di media sosial.

PoliticaWave merekam seluruh percakapan warganet di media sosial dan menemukan beberapa hal yang mendapatkan respons positif dan negatif tertinggi bagi masing-masing pasangan calon.

Dari total percakapan warganet tentang paslon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, presentase percakapan positif tentang mereka sebesar 82 persen dan bernada negatif sebesar 18 persen.

Baca juga: 7 Cek Fakta Pernyataan Jokowi dan Prabowo dalam Debat Pertama Pilpres


Pendiri PoliticaWave Yose Rizal menuturkan, Jokowi-Ma'ruf mendapatkan percakapan positif terbesar saat Jokowi meminta Prabowo tidak menuduh aparat penegak hukum yang tebang pilih.

"Jokowi-Ma'ruf meraih percakapan positif terbesar di segmen 2. Hal ini dikarenakan pernyataan Jokowi terhadap Prabowo untuk tidak menuduh atau menyebarkan hoaks yang dimana berhasil menarik perhatian netizen," kata Yose melalui keterangan tertulis, Jumat (18/1/2019).

Sementara itu, Jokowi-Ma'ruf mendapat percakapan negatif tertinggi karena Jokowi dinilai tidak memberi kesempatan kepada cawapresnya untuk berbicara dan panjangnya pemaparan visi misi oleh Jokowi.

Baca juga: Hidayat Nur Wahid: Debat Pilpres 2014 Lebih Greget Ketimbang Semalam

Di sisi lain, presentase percakapan bernada positif yang didapatkan paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yaitu 76 persen dan sisanya sebesar 14 persen bernada negatif.

Menurut pantauan PoliticaWave di media sosial, kritikan Prabowo terhadap perbedaan kebijakan antarmenteri pemerintahan Jokowi mendapatkan percakapan positif tertinggi.

"Sedangkan, Prabowo meraih percakapan positif terbesar di segmen 5 dikarenakan kritikannya terhadap kebijakan impor yang berbeda antarmenteri-menteri Jokowi," terangnya.

Lalu, percakapan bernada negatif terbesar didapatkan paslon nomor urut 02 karena hanya menjanjikan kenaikan gaji kepada PNS, serta kasus hoaks Ratna Sarumpaet yang kembali disinggung.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X