Politisi Nasdem: Ma'ruf Amin Paham terhadap Pembangunan Ekonomi Keumatan

Kompas.com - 11/08/2018, 11:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Partai Nasdem Taufiqulhadi menilai bahwa keputusan memilih Ketua MUI Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019, mengindikasikan Presiden Joko Widodo memberikan perhatian pada faktor ekonomi keumatan.

Menurut Taufiqulhadi, meski Ma'ruf Amin merupakan seorang ulama, namun paham terhadap isu-isu nasional, terutama di bidang ekonomi keumatan.

"Sosok cawapres yang dipilih Pak Jokowi adalah ulama yang memiliki pemahaman kuat terhadap ekonomi keumatan," ujar Taufiqulhadi dalam diskusi Perspektif Indonesia, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8/2018).

Kendati demikian, kata Taufiqulhadi, upaya meningkatkan pembangunan ekonomi ke depan tidak hanya menyasar pada kelompok tertentu saja.


Baca juga: Ditanya soal Tawaran Jadi Timses Jokowi-Maruf Amin, Ini Kata TGB

Menurut Taufiqulhadi, peningkatan ekonomi keumatan akan berbanding lurus dengan kemajuan ekonomi secara nasional.

"Jadi harus dipahami ekonomi keumatan itu berbanding lurus dengan perkonomian secara nasional. Kalau peduli ekononi keumatan kita peduli ekonomi masyarakat secara luas," kata Taufiqulhadi.

Sebagai informasi, saat ini Ma'ruf Amin menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia dan Rois Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Pada tahun 1996, Ma'ruf pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Syariah Nasional.

Kemudian, Ma'ruf juga pernah menjadi anggota Komite Ahli Pengembangan Bank Syariah Bank Indonesia pada tahun 1999.


Terkini Lainnya

Melalui Anaknya, Seorang Ibu Sumbang Sandiaga Uno Rp 500.000

Melalui Anaknya, Seorang Ibu Sumbang Sandiaga Uno Rp 500.000

Regional
Dukung Ma'ruf Amin, Ketua PWNU Jatim Sebut Masa Depan Negara di Tangan NU

Dukung Ma'ruf Amin, Ketua PWNU Jatim Sebut Masa Depan Negara di Tangan NU

Regional
Akar Masalah Mandeknya Dunia Riset Tanah Air Dinilai Belum Tersentuh Kedua Paslon

Akar Masalah Mandeknya Dunia Riset Tanah Air Dinilai Belum Tersentuh Kedua Paslon

Nasional
Menyangkut Masa Depan Bangsa, Pengamat Kecewa Imunisasi Tak Dibicarakan di Debat Ketiga

Menyangkut Masa Depan Bangsa, Pengamat Kecewa Imunisasi Tak Dibicarakan di Debat Ketiga

Nasional
Pengungsi Banjir Bandang di Jayapura Butuh Selimut dan Tenda

Pengungsi Banjir Bandang di Jayapura Butuh Selimut dan Tenda

Regional
Terbukti Bersalah, Mantan Direktur Keuangan Pertamina Tak Dihukum Uang Pengganti

Terbukti Bersalah, Mantan Direktur Keuangan Pertamina Tak Dihukum Uang Pengganti

Nasional
Atasi Pengangguran, Kedua Paslon Dinilai Tak Manfaatkan Infrastruktur yang Ada

Atasi Pengangguran, Kedua Paslon Dinilai Tak Manfaatkan Infrastruktur yang Ada

Nasional
2 Jenazah WNA Malaysia Korban Longsoran Air Terjun di Lombok Dipulangkan

2 Jenazah WNA Malaysia Korban Longsoran Air Terjun di Lombok Dipulangkan

Regional
Korban Ungkap Teroris di Selandia Baru Bingung dengan Denah Masjid

Korban Ungkap Teroris di Selandia Baru Bingung dengan Denah Masjid

Internasional
Ketika Matematika Digunakan untuk Menangani Wabah Penyakit

Ketika Matematika Digunakan untuk Menangani Wabah Penyakit

Edukasi
Polisi Tangkap 2 Penjambret Mahasiswi di Kupang, 1 Pelaku Ditembak

Polisi Tangkap 2 Penjambret Mahasiswi di Kupang, 1 Pelaku Ditembak

Regional
KPK Temukan Uang di Ruangan Menterinya, Ini Tanggapan Kementerian Agama

KPK Temukan Uang di Ruangan Menterinya, Ini Tanggapan Kementerian Agama

Nasional
Menurut Pengamat, Ini Alasan Mengapa Ma'ruf Tampil 'di Luar Ekspektasi' saat Debat Ketiga

Menurut Pengamat, Ini Alasan Mengapa Ma'ruf Tampil "di Luar Ekspektasi" saat Debat Ketiga

Nasional
Kekerasan Seksual Itu Bernama 'Revenge Porn', Apa Itu? Ini 6 Tandanya

Kekerasan Seksual Itu Bernama "Revenge Porn", Apa Itu? Ini 6 Tandanya

Edukasi
Banjir di Gunungkidul, Puluhan Kepala Keluarga Masih Mengungsi

Banjir di Gunungkidul, Puluhan Kepala Keluarga Masih Mengungsi

Regional

Close Ads X